Monthly Archives: August 2011

Membandingkan Biaya Operasional Motor Sport Harian Setelah 4 Tahun

Makin banyaknya jenis motor yang dijual di pasaran memang memanjakan kita selaku konsumen, mau yang seperti apa dan dalam rentang harga berapa sekarang ini sudah banyak pilihan. Anda speed freak? Gak ada duit pengen yang irit? Mau yang gaya? Mau yang Hi-tech? Mau value for money tinggi? kayaknya ada semua masbro. Tapi ada hal yang Akang garis bawahi, hal tersebut membawa kita pada pola hidup konsumtif. Konsumtif yang Akang tegaskan disini adalah pemilihan sepeda motor yang tidak berdasarkan kebutuhan. Kemudahan kredit dan gencarnya kegiatan marketing akhir2nya malah menjurus pembodohan automotif terhadap masyarakat..

Sebelum memutuskan membeli motor masbro sekalian seharusnya paham tujuan membeli motor tersebut apa sih. Bagi kalangan menengah ke bawah dimana uangnya cuma segitu-gitu aja harus lebih bijak, hal ini sangat essensial lho,, karena hubungannya dengan DUIT…

Berikut ini Akang kasih gambaran kebijakan Akang dalam membeli motor.

Contoh Kasus : Rumah Akang ke kantor berjarak 20km, Akang mencari motor sport harian yang enak dipakai di perkotaan. Setelah 4 tahun motor itu akan Akang Jual karena takutnya makin tua tunggangan makin “rewel”, setelah 4 tahun tersebut Akang ganti tunggangan baru! hehe,, (konsumtif gak sih?) Yang jadi pertanyaan, manakah motor yang biaya operasional dan depresiasinya paling rendah setelah 4 tahun itu?

Korban yang Akang coba analisis yaitu Pulsar 180, Pulsar 220, Yamaha Byson, Yamaha Vixion, Honda NMP, Honda Tiger, Honda CBR150 dan Ninja 250.. Berikut tabel analisisnya.

Data-data yang Akang ambil adalah hasil googling, terutama review para blogger. Sepertinya banyak data yang salah, silahkan direvisi.

Dari tabel analisis bisa diliat secara akumulasi 4 tahunan Honda NMP paling irit menguras dana bulanan (Rp330,500 ) disusul Vixion (Rp 367,333) dan pujaan Akang si Byson (Rp 373,810) 😀

Sebenernya sulit sekali menentukan nilai pasti biaya operasional ditambah biaya depresiasi re-sale setelah 4 tahun pemakaian. Tabel di atas hanya nilai pendekatan saja masbro,,, nentuin nilai jual byson dan NMP setelah 4 tahun gimana caranya coba? (Maklum Akang bukan orang supranatural  hehe) gak ada referensi kan.. makanya diambil nilai-nilai pendekatan saja.

Ada satu hal yang tidak kalah pentingnya yang tidak bisa terukur, yaitu biaya perawatan baik itu perawatan berkala dan perawatan emergency (dadakan). Hal ini erat kaitannya dengan harga kualitas tunggangan yang dibeli, harga part, serta frekuensi bolak-balik bengkel. Jangan lupa banyak fitur-fitur canggih seperti tanki bocor, komstir oblak, sparepart sulit dll deh…

Dari data di atas ditambah faktor non-Duit seperti Tampang Motor serta  Kemudahan Servis dan Sparepart,  manakah yang masbro pilih?

Huaaa,,, Akang dilarang beli Bajaj Avenger Bantuin Pilihin Motor yang lain dong!

Di artikel “Terima Kasih pada para Blogger” Akang sebutin bahwa awal 2012 tahun depan Akang akan pulang ke tanah air dan berencana beli motor. Adapun spesifikasi motor yang akang inginkan:

  1. Dipakai harian Rumah-Kantor jarak 20km.
  2. Irit, konsumsi BBM >40km/l jenis pertamax juga gpp.
  3. Cocok kalau ditambah Box tambahan untuk pulkam atau touring jarak jauh berdua ma istri, maklum pasangan muda senengnya jalan2 terus 😀
  4. Tenaga dan Kecepatan gak kalah sama bebek dan matic biasa.
  5. Harga <25 jt (termasuk modifikasi ke ban kaki2 lebar, depan 100/80-17 belakang 120/70-17)
  6. Gak banyak yang punya. hehe alias bukan motor sejuta umat, biarpun murah tapi yang pake dikit (bukan vixion dan NMP)

Dari spesifikasi di atas, akang membuat beberapa list pilihan diantaranya:

1. Honda Tiger (atau New Honda Tiger baru yang konon bakal direalese akhir tahun ini), Akang nyebut si Honda Tiger ini “si Meong”

Gambar di atas masih kurang modifikasi kaki2 tapak lebar 17 inch

Motor ini merupakan motor impian sejak zaman 4l4y nih, biarpun mesin jadul dan suspensi belakang masih stereo tetep aja cinta sama ni motor…. 😀 Harga yang jadi masalah, harga motor sih 25jt sayangnya pengen unpgrade kaki2nya dan disinyalir akan menghabiskan 2jt lebih. Soalnya Akang gak suka ban yang ukurannya 18inch…

2. Yamaha Scorpio-Z

Pio lama ngembat dari google, plus box givi dan kaki2 sudah 17 inch

Si wajah klingon ini seperti halnya si Meong, harganya kemahalan dan bannya masih 18inch.. Speed sih lebih cepet dari si Meong tapi konsumsi bahan bakar tidak memenuhi syarat >40km/l.

Untuk harga motor yang mencapai 24jt lebih, ditambah biaya modifikasi maka budget 25jt tidak mencukupi

3. Bajaj Pulsar 220

Produk Bajaj No.1 di Indonesia nih. Motor cuepeet, si Pio dan si Meong pun kalah,  konsumsi bbm pun >40km/l, harga murah cuma 18,6jt dan ban sudah gede.. hehe 😀 Sayangnya 3S masih belum bagus, bahkan STNK aja keluarnya lamaaaaa… padahal konsumen belinya gak pake lama 😀  (baca infonya di sini, sini bahkan sini) Kebayang aja kalau misalkan ada masalah dan sparepartnya harus inden..

4. Bajaj Avenger 220 dtsi

Mantap nih Motor, hanya perlu tambahan box aja nih. wheel diupdate sama punyanya honda phantom oke juga tuh!

Ini nih yang Akang pengenin buangeeet… Kedatangannya ke Indonesia masih belum jelas, baru dalam tahap pengetesan pasar (baca infonya di sini). Konon harga di India sana saja tidak lebih dari harga P220, ya paling mahalpun kayaknya tak lebih dari 20jt (mudah2an ya!),, hehe masih bisa Akang jangkau dibanding si Pio dan si Meong.. Sayangnya ada kekurangan vital nih dari si Avenger…. “Istri gak mau dibonceng si Avenger” Ini nih yang fatal, Istri gak suka bentuk jadul avenger, gimana dong… Huaaaaaaaa…

Masih ada waktu sampai akhir tahun tuk memilih sambil menunggu apakah si Tiger baru launching atau nggak, juga masih ada waktu merayu istri untuk mendapat restunya meminang si avenger seandainya hadir di Indonesia..

Ada masukkan dari masbro sekalian? gimana baiknya.. hehehe

NB: gambar semua ngembat tanpa permisi dari google.

Terima kasih pada para blogger (kesan setelah 4 bulan jadi komentator)

Tidak terasa kiprah akang selaku komentator sudah 4 bulan berlalu, selama itu pula berpuluh2 warung Akang datangi tuh. Dari warung yang orientasinya ngasih info produk2 baru, pemasaran, review sebagai konsumen, sampai blog yang isinya cuma nyalurin unek2 ke dalam bentuk tulisan doang. Selama 4 bulan terakhir inilah kehidupan Akang jadi lebih berwarna, maklum sekarang Akang lg bekerja di negeri Sakura nih, jauh dari teman2. Dengan membaca blog dari masbro semua Akang jadi serasa ada di negeri sendiri, serasa ada yang menemani.. hehehe

Honda Supra-X 2003, Gambar ngembat dari Oom google

Honda Supra-X 2003 motor Akang semasa 4l4y. Gambar ngembat dari Oom google

Bulan pertama jadi komentator akhirnya kepikiran “tahun depan pulang ke tanah air mau beli motor apa ya?” Makin banyaknya brand dan aneka model roda dua yang menyerbu tanah air membuat Akang bingung menentukan pilihan. Akang sendiri dulu waktu masih 4l4y pake Honda Supra-X 2003 selama 2 tahun tuh, sebelum akhirnya dilego buat biaya kuliah. Sekarang usia dah lewat seperempat abad pengennya naik kelas dibanding masa 4l4y dong, naik ke kelas motor batangan (padahal arti sebenernya motor batangan juga belum tahu,, hehe).

Selama 4 bulan ini pula Akang banyak belajar tentang seluk-beluk spesifikasi setiap motor, mulai dari spesifikasi engine sampai exterior, mulai dari konsumsi bahan bakar sampai warna cat setiap model..Bukan hanya itu saja, Akang juga belajar tentang selera pasar, market share, pricing strategy sampai strategi marketting tuh. Pokoknya dari A sampai Z pengetahuan roda dua bertambah setiap waktunya. Makin pinter aja nih, hehehe.

Ilustrasi dari Oom google

FBH vs FBY, Ilustrasi dari Oom google

Selaku komentator, Akang juga menyaksikan pertarungan tiada henti antar FB nih,, terutama FBY dan FBH. Hal ini juga jadi bahan pembelajaran yg bagus nih, menunjukkan masih banyak nilai2 negatif dari bangsa kita. Nggak di sepakbola, partai, politik sampai dunia permotoranpun tetep aja gondok2an.. aneh 😕

“Keep safety bro!”… ini nih yg paling berkesan buat Akang, jarkon yang mungkin lebih berguna dibanding doa sebelum riding sekalipun. Ada sedikit kesan yang berbeda setiap baca artikel2 di blog apabila di akhir penutupnya ada kalimat tersebut, walaupun isi artikelnya sendiri tidak ada hubungannya dengan safety.

Sekali lagi, Thanks para blogger roda dua,,, bawa Indonesia ke arah perubahan dengan tulisan2mu!