Daily Archives: August 26, 2011

Membandingkan Biaya Operasional Motor Sport Harian Setelah 4 Tahun

Makin banyaknya jenis motor yang dijual di pasaran memang memanjakan kita selaku konsumen, mau yang seperti apa dan dalam rentang harga berapa sekarang ini sudah banyak pilihan. Anda speed freak? Gak ada duit pengen yang irit? Mau yang gaya? Mau yang Hi-tech? Mau value for money tinggi? kayaknya ada semua masbro. Tapi ada hal yang Akang garis bawahi, hal tersebut membawa kita pada pola hidup konsumtif. Konsumtif yang Akang tegaskan disini adalah pemilihan sepeda motor yang tidak berdasarkan kebutuhan. Kemudahan kredit dan gencarnya kegiatan marketing akhir2nya malah menjurus pembodohan automotif terhadap masyarakat..

Sebelum memutuskan membeli motor masbro sekalian seharusnya paham tujuan membeli motor tersebut apa sih. Bagi kalangan menengah ke bawah dimana uangnya cuma segitu-gitu aja harus lebih bijak, hal ini sangat essensial lho,, karena hubungannya dengan DUIT…

Berikut ini Akang kasih gambaran kebijakan Akang dalam membeli motor.

Contoh Kasus : Rumah Akang ke kantor berjarak 20km, Akang mencari motor sport harian yang enak dipakai di perkotaan. Setelah 4 tahun motor itu akan Akang Jual karena takutnya makin tua tunggangan makin “rewel”, setelah 4 tahun tersebut Akang ganti tunggangan baru! hehe,, (konsumtif gak sih?) Yang jadi pertanyaan, manakah motor yang biaya operasional dan depresiasinya paling rendah setelah 4 tahun itu?

Korban yang Akang coba analisis yaitu Pulsar 180, Pulsar 220, Yamaha Byson, Yamaha Vixion, Honda NMP, Honda Tiger, Honda CBR150 dan Ninja 250.. Berikut tabel analisisnya.

Data-data yang Akang ambil adalah hasil googling, terutama review para blogger. Sepertinya banyak data yang salah, silahkan direvisi.

Dari tabel analisis bisa diliat secara akumulasi 4 tahunan Honda NMP paling irit menguras dana bulanan (Rp330,500 ) disusul Vixion (Rp 367,333) dan pujaan Akang si Byson (Rp 373,810) 😀

Sebenernya sulit sekali menentukan nilai pasti biaya operasional ditambah biaya depresiasi re-sale setelah 4 tahun pemakaian. Tabel di atas hanya nilai pendekatan saja masbro,,, nentuin nilai jual byson dan NMP setelah 4 tahun gimana caranya coba? (Maklum Akang bukan orang supranatural  hehe) gak ada referensi kan.. makanya diambil nilai-nilai pendekatan saja.

Ada satu hal yang tidak kalah pentingnya yang tidak bisa terukur, yaitu biaya perawatan baik itu perawatan berkala dan perawatan emergency (dadakan). Hal ini erat kaitannya dengan harga kualitas tunggangan yang dibeli, harga part, serta frekuensi bolak-balik bengkel. Jangan lupa banyak fitur-fitur canggih seperti tanki bocor, komstir oblak, sparepart sulit dll deh…

Dari data di atas ditambah faktor non-Duit seperti Tampang Motor serta  Kemudahan Servis dan Sparepart,  manakah yang masbro pilih?