Monthly Archives: November 2011

Pandangan Orang Jepang Terhadap Motor Honda, Yamaha, Kawasaki, dan Suzuki

Hari ini Akang berbincang dengan rekan kantor ane yang gila motor, namanya Igarashi-san, 29 tahun yang merupakan pemilik Yamaha TRX tahun 1998 seorang biker penyuka motor berangka trellis. Iseng2 Akang tanya tentang pandangan orang Jepang terhadap pabrikan H, K, Y dan S? Setelah mendengar jawaban Dia, Akang merasa ragu, apa iya begitu…

Untuk memastikannya Akang searching aja di internet, yaitu di yahoo answer (tentunya pake bahasa Jepang tulisan kanji :D) Hasilnya,,, terus terang Akang terkejut ternyata 99% jawaban Igarasi-san cocok seperti yang dikemukakan orang2 Jepang lainnya di Yahoo answer. Kira2 beginilah pandangan orang Jepang terhadap masing2 pabrikan H Y S K:

1. HONDA (Orang Jepang menyebut Honda itu Excelent atau 優等生のホンダ)

Design: Design Honda diterima semua kalangan, tua-muda, elegan-sporty, wanita-pria semua menyukainya. Meskipun setiap modelnya memiliki tema tertentu tapi biasanya bersifat universal untuk semua konsumen, tidak menspesifikan pada kalangan konsumen tertentu saja. Bahkan sampai detail part2 kecilpun didesign agar bisa diterima secara universal.

Tampilan memang tidak se-racy Ninja 250 tapiii,, didesain sedemikian rupa agar bisa diterima seluruh kalagan, tua-muda, Asia, Amerika, Eropa

Technologi: Banyak hal baru diperkenalkan pabrikan ini, makanya jangan aneh kl fitur motor Honda tuh bejibun.. Tapi, ada tapinya lho,, sebagian besar banyak mengalami kegagalan (nah lho!!!) Tetapi apabila pabrikan lain memiliki teknologi bagus dan berhasil dalam risetnya, maka ini jadi makanan empuk Honda dimana pabrikan ini akan mengemas kembali menjadi lebih bagus, dan biasanya hasilnya lebih diterima daripada pabrikan awal yang mengembangkan teknologi tersebut. (hmm,, bener gak sih?)

Contoh kasus di Indonesia, tapi bukan dari segi teknologi ya:
1. Honda mengekor yamaha yang memperkenalkan skutik terlebih dahulu.
2. Honda Blade 2011 mengekor konsep Yamaha Jupiter Z.


3. Honda cbr150 dari segi pricing nempel erat dengan Ninja 150. Dengan tingkatan harga yang sama diharapkan cbr terjual 2000 unit/bln seperti halnya Ninja150… (hehe, ini sih dikait2kan aja ya :D)
Sebagai catatan, jumlah informasi teknologi antara pabrikan yang mengembangkan roda dua saja macam Yamaha dan Kawasaki dibanding pabrikan yang juga ngembangin roda empat macam Honda dan Suzuki sangatlah berbeda, makanya jangan aneh kalau fitur2 di motor Honda atau Suzuki lebih unggul (baca: banyak) daripada pabrikan lain….

Varian: PALUGADA, aPA Lu maU GuA aDA,, begitulah kira2 imagenya di mata orang Jepang, dari varian skutik 50cc hingga supe sport semua ada, dari model klasik, sporty, sampai elegan juga ada lho. dan hebatnya mencakup semua kategori motor lho. Misalnya varian model klasik ada model dirtbike, retro, ampe klasik sporty 😀

Lainnya: Harga jual tinggi. Gak di Indonesia gak di Jepang resale motor Honda lebih tinggi dibanding rondo motor lainnya…

2. YAMAHA (Orang Jepang menyebut Yamaha itu Fun atau お洒落なヤマハ) Design: Design motor-motor Yamaha mengikuti zaman, serta menitikberatkan pada feeling dan atmosfer berkendara yang berbeda dengan pabrikan lain. Yang unik dari Yamaha, kiblat design harus mengutamakan keindahan, peduli amat itu hanya cocok untuk kalangan tertentu, yang penting orang yang gak naik pun mengakui bahwa motor Yamaha itu paling keren, cantik atau indah.. Selain itu Yamaha `mengharamkan` design motornya mengikuti design pabrikan lain.

Teknologi: Tak banyak yang mengomentari Yamaha dari segi Technology, tetapi yang jelas seperti halnya segi design, Technology Yamaha diharamkan ngekor pabrikan lain… (Kecuali hal-hal umum kaya ABS kali ya,,,) Hal ini juga yang menjadikan pabrikan ini minim fitur di mata orang Jepang. Misalnya saja di Indonesia, Honda menyematkan shutter key pada varian Honda Beat… Fitur yang gak bakalan ditemui pada Yamaha Mio. Bukannya Yamaha gak bisa bikin, yaaa karena gak mau jadi pengekor.

Varian: Di Jepang sini varian Yamaha tidak terlalu banyak namun lumayan lengkap,, tentunya tidak selengkap Honda.

3. SUZUKI (Dikenal dengan sebutan Suzuki yang Aneh, 変態スズキ)

Design: Motor-motor suzuki memiliki design yang nyeleneh, berbeda banget dengan konsep atau fashion yang sedang berlaku. “Wenda-san, tau Suzuki B-King kan? Bagi kami kebanyakan orang jepang ntu motor aneh banget bentuknya!” Hmmm,, itulah salah satu yang diungkapkan temen Akang saat berbincang2. Konsep, bentuk atau tema motor yang yang nyeleneh sepertinya bukan hanya dilakukan di Jepang deh, entah itu hanya pendapat Akang sendiri hampir semua design motor Suzuki di Indonesia pun beda dari yang lain, bukannya malah bagus tapi bagi Akang nggak nyantol di hati 😀 (Masbro semua mungkin berpendapat lain kali ya) Diperkenalkannya sport cbu FXR 150 dohc dan Thunder 250 pada awal tahun 2000an  jelas mendahului zamannya, bukan cuma dalam hal selera dan fashion saat itu tapi bertentangan dengan faktor utama “daya beli konsumen” yang kala itu masih rendah!

Contoh lain adalah GW250 salah satu produk global Suzuki yang tahun depan bakal dikeluarkan di Indonesia. Jelas-jelas motor touring koq dibuat dua silinder sohc, dengan power yang kalah dibanding 1 silinder dohc cbr250,,, bagi Akang ini nyeleneh banget! Kalau konsep touring kenapa gak dibuat 1 silinder aja tapi dohc dengan power bejaban dengan cbr250, ditambah lagi design knalpot yang masih membulat krom, ini jelas menentang fashion dimana bentuk knalpot membulat sejak tahun 2010 mulai ditinggalkan (kalaupun masih dipake biasanya ditambah embel2 cover macam R15 atau Vixion) Udah bentuknya bulat dua buah berada di bawah lagi,,, ngelawan arus yang biasanya kalau dual mufler ya dibawah jok (undertail mufler) atau kedua2nya di sebelah kanan… Begitulah Suzuki!!!

Menurut masbro seharusnya muffler GW250 ada dimana?

Teknologi: Seperti yang Akang sebutkan di atas bahwa sumber informasi Suzuki dan Honda sangat banyak. Sehingga gak aneh banyak hal baru diperkenalkan Suzuki. Tapi bagi orang Jepang, ketimbang banyak memperkenalkan teknologi baru, Suzuki lebih condong ke arah pengembangan teknologi yang sudah ada dari sisi lain… (Kalimat2 penjelasan tentang hal ini Akang gak jelas dengernya nih,,, keterbatasan kemampuan bahasa Jepang… hehe)

4. KAWASAKI

Design: Kebalikan dengan Yamaha, design Kawasaki kebanyakan bersifat “kasar dan kekar” dalam artian macho. Mungkin gak semuanya begitu juga, tapi  coba liat aja sample di Indonesia, antara Yamaha Vixion dan Naked Kawasaki Ninja 150, mana yang kesannya keren mana yang macho???

Teknologi: Kawasaki sama halnya dengan Suzuki dan Honda tidak hanya berkutat di roda dua saja, dari mesin boat sampai heavy industry digeluti kawaski, hal ini pula yang menjadikan teknologi kawasaki kurang terfokus pada roda dua sehingga di mata orang Jepang motor Kawasaki rawan rusak mengalami kerusakan kecil, misalnya waktu musim  dingin di pagi hari engine sulit hidup atau seal oli bocor, tapi secara umum durabilitasnya bisa diandalkan… Perasaan gak ada hubungannya ya,,, kalau Honda dan Suzuki banyaknya informasi teknologi jadi sumber utama pengembangan produknya, koq kawasaki sebaliknya… tapi begitulah image Kawasaki di jepang!

Varian: Di Jepang sini Kawasaki cuma memfasilitasi para biker hobi saja, hal ini terlihat dari tidak adanya skuter produk Kawasaki… Bisa dibilang Kawasaki anti bebek,,, kawasaki anti skuter 😀

Sumber: Wawancara dengan Mr. Igarashi (My Fren) dan http://detail.chiebukuro.yahoo.co.jp/qa/question_detail/q1430518189

Advertisements

Yang Aku Mau Dilihat di 42nd Tokyo Motor Show 2011

Akhir2 ini kerjaan Akang sangat sibuk banget, ditambah adanya ujian testBahasa Jepang di awal bulan Desember ini membuat Tokyo Motor Show seakan
hilang di benak Akang, bener2 lupa nih. Sebenarnya dari jauh2 hari sudah direncanakan untuk melawat Tokyo Motor Show setelah ujian Bahasa Jepang nanti tepatnya pada hari Sabtu 10 Desember 2011. Tapi sampai saat ini Akang sama sekali belum nyari informasi tentang amunisi tiap pabrikan yang bakalan dihadirkan di Tokyo motor show nanti, ya hanya sebatas info kalau tahun ini lebih besar, lebih banyak pabrikan dan model yang mejeng daripada pagelaran sebelumnya.

Tapi setidaknya Akang sudah memiliki 2 model motor yang ingin Akang lihat lebih dalam penampakannya (dikit banget ya cuma dua :D) Dua model tersebut adalah model-model yang konon tahun depan bakal dijual di Indonesia, GW250 dan KTM Duke 200/125. Bukannya latah ikut2an blogger lain ngeekspos kedua motor ini atau gak ada minat ngeliat moge atau motor konsep di Tokyo nanti, Akang setiap hari lewat dealer moge jadi dah biasa kl cuma liat Tenere, R1, CBR1000 bahkan Ducati sekalipun 😀 Terus disini sering liat motor listrik juga jadi gak asing lagi dengan motor konsep eco…
1. Suzuki GW250/Inazuma 250 (Smester I 2012 siap ngaspal di Indonesia)

Penasaran liat penampakannya langsung, kira2 mau lepas berapa nih kuda besi? mudah2an dibawah 35jt...

2. KTM Duke 200/KTM Duke 125 (tahun depan dijual di Indonesia? kapan? yang mana? sapa yang jual? masih belum jelas!)

200cc rasa moge, tenaga badak di kelasnya... Akhirnya bentar lagi bisa lihat penampakan aslinya! ???

Sekilas Akang liat di situsnya Tokyo Motor Show, Honda rencananya akan memboyong 35 varian tuh! Apakah diantaranya akan diselipkan Next Global Product under 250cc yang mungkin diboyong ke Indonesia? penasaran nih.

Yamaha WR250R dan WR250X – Motor di Parkiran Tempat Kerjaku Bagian III

Di artikel ke-3 tentang motor2 di parkiran perusahaan Akang ini akan membahas motor Yamaha WR250R dan WR250X, dua motor yang memiliki platform sama namun dirancang untuk 2 genre berbeda WR250R sebagai Dirt Bike/Motor Trail dan WR250X sebagai Supermoto Yamaha.

Penampakan WR250R dan WR250X di Parkiran,,, Heran nih kedua motor gak pernah berdempetan parkirnya

Sebenernya artikel ini sudah Akang tulis sejak lama di draft wordpress, dan perasaan pernah dipublish juga tapi koq gak ada,, apa kehapus kali ya!? makanya Akang tulis ulang aja 😀 Selamat menyimak

Riding Position
Untuk orang Indonesia, ini nih faktor utama yang bikin gak banget, karena tinggi seat-nya aja 870mm untuk WR250W, dan 895mm untuk WR250X. Akang pun yang tingginya 173cm masih jingjit 😀 hehe. Silakan liat aja kalau gak percaya.

Rider tingginya 171 cm dengan berat 60kg... baik WR250R maupun WR250X keduanya Jingjit detected..

Meskipun bodynya tinggi, berat kosongnya cuma 134kg koq! bandingkan dengan cbr 250 yang bobot kosongnya aja 160kg. Di kantor Akang para rider WR250 ini usianya masih dibawah 40 tahun, baik yang WR250R maupun WR250X. Tapi di jalanan sana Akang banyak menyaksikan para rider usia 40-50 tahunan pun masih mampu menjinakkan nih motor koq.
Di Indonesia sendiri Yamaha tidak menjual kedua motor 250cc ini, tapi jangan khawatir soalnya ada produk sejenis dari Kawasaki, D-Tracker 250 dan KLX 250 yang masing2 memiliki tinggi seat 860mm dan 890 mm dengan berat kosong 138kg,, sama persis dari berat dan riding position, beda model dan performance doang 😀
Varian Dirt Bike dan Varian Supermoto
Bisa dibilang Yamaha dan Kawasaki memfasilitasi kemauan biker di Jepang sini, ini terlihat dengan dilengkapinya varian WR250 dengan tipe X supermoto dan R untuk garuk tanah, begitu halnya dengan kawasaki yang menghadirkan D-Tracker 250 untuk tipe supermoto dan KLX 250 untuk yang suka kotor2an, varian yang sama dijual juga di Indonesia.
Secara visual selain perbedaan garis body WR250X dan D-Tracker, perbedaan juga terliht dalam pemilihan ukuran ban belakang, meskipun sama2 17inch
D-Tracker menggunakan lebar 130mm sementara WR250X menggunakan ban lebar 140mm. Sementara untuk roda depan sama2 menggunakan ban 17inch lebar 110mm. Menurut Akang mah WR250X ban lebih gede, lebih gagah membawa penampilan keseluruhan jadi tambah keren 😀

WR250-series, Dua motor dari satu platform beda genre beda rasa..

Untuk yang tipe Trail, WR250R dan KLX 250 sama2 menggunakan ukuran ban yang sama, 80/100-21 untuk depan dan 120/80-18M untuk belakang, menggunakan tipe ban khas motor kotor2an, “I can go to anywhere”

Engine dan Performance
Kalau dilihat dari performance, D-Ttracker yang dijual di Indonesia harus angkat tangan terhadap WR250 nih. Power tertinggi D-Tracker/KLX series adalah 24PS @9,000rpm dan torsi 21Nm @7,000rpm, sepertinya bakal mudah diasapi oleh WR250X yang memiliki power maksimum 31PS @10,000rpm dan torsi 24Nm @8,000r/min… Ninja250 aja cuma punya power max 31PS @11,000rpm dan torsi 21Nm @8,500rpm.. Bener-bener supermoto yang kentjang nih, ninin aja bisa diasapin IMHO (kenyataan sih gak tahu, lha wong beda design body :D)
Kedua motor di atas ditenagai engine 249cc single silinder, DOHC dengan sistem pendingin  water cooler, kedua motor ini sama-sama mengaplikasikan fuel injection. Perbedaan mencolok engine kedua motor ada pada spesifikasi ruang bakar, si D-Tracker/KLX series diameter piston x panjang stroke = 72.0mm x 61.2mm dengan kompresi 11.0:1 sementara WR250 series 77.0mm x 53.6mm dengan rasio kompresi 11.8:1. Terlihat jelas WR250X diameternya lebih panjang dengan pergerakan yang lebih pendek dibanding Dtracker/KLX, hal inilah yang ditenggarai WR250X lebih bertenaga pada putaran tinggi (tapi bisa nyampe 31PS gitu ya,, mantap!!!)

Berikut Video bukti kehebatan performance WR250X,,, si Ninja 250 aja kalah adu cepet di 400m pertama 😀
Dengan rasio kompresi yang tinggi WR250X mau gak mau harus dikasih minum
pertamax, setiap liter bahan bakar yang diminum si kuda besi mampu membawa ridernya sejauh 34.0km bila dikendarai pada speed konstant 60km/h, berarti sama aja dengan cbr250 ya,, tp masa motor kentjang cuma dipake di 60km/j 😀 Kalau jalan kosong sesekali pastinya dipake ngacir dong…
Kompetitor WR250-series di Jepang
Yamaha WR250X merupakan dirt bike paling mahal di Jepang. Dijual on the road pada harga 732,900 yen ( Rp 80,6jt untuk kurs 1 yen = Rp 110) dan tipe WR250R dibandrol 701,400 yen (Rp 77.2 jt) sementara si D-Ttracker dibandrol 548,000 yen (Rp 60.3jt) dan KLX 528,000 yen (Rp 58.1 jt). Perbedaan harga untuk tipe supermoto bisa nyampe Rp 20jt,, wowww fantastis!!! Ditenggarai karena D-Tracker/KLX diproduksi di Thailand maka cost produksi bisa ditekan serendah mungkin, beda dengan WR250X-series yang asli made in Japan masbro, ya iya lah mahal!!! Apakah nilai 20jt ini senilai dengan power 31PS (selisih 7PS) dan kualitas asli Japan???

WR250X VS Dtracker, Performance VS Harga, Made in Jepang VS Thailand

WR250R VS KLX 250, Performance VS Harga, Made in Jepang VS Thailand

Kompetitor lain di kelas 250cc ini bisa dikatakan tidak ada. Untuk kelas 250cc ini varian Honda dan Suzuki lebih condong untuk race dimana Honda memiliki CRF250R dan Suzuki dengan RM-Z250.  Untuk fight di kelas dirt bike dan supermoto harian cc kecil Honda menghadirkan XR230 dan XE230 Motard dengan kapasitas 230cc.

Honda dengan XR230 series untuk fight di kelas supermoto dan dirt bike

Yamaha SR400 dan Yamaha SRV250 – Motor di Parkiran Tempat Kerjaku Bagian II

Di Artikel bagian kedua tentang motor2 yang nangkring di parkiran tempat kerja Akang ini yang jadi bintang utama adalah jenis motor beraroma klasik Yamaha SR. Motor model ini terdapat beberapa klasifikasi SR400, SR500, SRV250 dan SR kelas2 cc kecil, namun yang akan Akang bahas sekarang adalah SR400 dan SRV250 yang suka nangkring di parkiran 😀  SRV250 termasuk tipe kelas menengah 250cc dua silinder, sedangkan SR400 yang hanya satu silinder tapi kapasitas lebih besar yaitu 400cc.

Klasik banget nih SRV250 (kiri) dan SR400 (kanan)

dari 15-30 motor yang biasa nangkring di parkiran terdapat 1 motor SRV250 yang rutin hampir selalu nangkring setiap hari dan 2 motor lain yaitu SR400 dan SRV250 yang hanya sekali2 saja nongol kalau cuaca lagi cerah di musim semi atau musim gugur seperti bulan Oktober ini.

Riding Position dan Para Rider Pengguna SR Series
SR400 memiliki bobot 174kg dengan tinggi jok dari tanah 790mm, beda halnya dengan SRV250 meskipun riding positionnya hampir sama saja namun tinggi jok lebih rendah yaitu 760mm dan bobot lebih ringan yaitu 144kg. Kapasitas fuel tank SR400 adalah 12L dan SRV250 lebih banyak 1L. Dari segi riding position, SR series didesain sebagai motor touring bukan sebagai motor dalam kota untuk bermanuver dalam kemacetan.

SR400 Pas banget buat orang yang tingginya 171cm

Salah satu pemilik SRV250 30tahun tinggi 165cm, pas banget tanpa jinjit naik SRV250 (photo paling belakang SR400)

Dari tiga rider motor klasik ini tingkatan usianya berbeda-beda. Di Indonesia Akang menilai bahwa motor klasik diidentikan dengan usia 40 tahun ke atas, tidak begitu halnya dengan di Kantor Akang, rider SRV250 dalam photo di atas berusia 30 tahunan sedangkan dua rider lainnya sekitar 40 dan 45thn.

Di Jepang sini model klasik tidak diidentikan jadul atau ketinggalan zaman, justru aroma klasik diidentikan timeless design atau tidak lekang ditelan zaman. Sementara di Indonesia selera masyarakat selalu berubah2 sesuai perkembangan zaman, motor harian beraroma klasik dipastikan kalah pamor ketimbang motor yang sporty. Khusus untuk model SR400 dari 1978 hingga kini masih diproduksi sedangkan SRV250 sudah lama discontinue (kapan tepatnya Akang tidak tahu 😀 ). SR400 dari 1978 sampai 2008 desain body luar tidak mengalami perubahan berarti bahkan pada tahun 2009 pun meskipun ada perubahan tetapi yang utama hanya pada sektor pengabutan bahan bakar menggunakan FI dan upgrade komponen body dengan bentuk luar yang sama.

Spesifikasi Engine
SR400 ditenagai engine 399cc 4-tak SOHC dengan pendingin air cooler. Tenaga yang dihasilkan 19kW(26PS)@6,500rpm dengan torsi 29N・m (2.9kgf・m)@5,500rpm. Meskipun pada 2009 sudah mulai menggunakan sistem Fuel Injection namun sistem starter masih menggunakan kick starter tanpa adanya tombol electric starter (Klasik abis ya! :D) Untuk model SRV250 power max yaitu 27ps @8,500rpm dan torsi 25N・m (2.5kgf・m) @6,500rpm. Bandingkan dengan motor 250cc yang dijual di Indonesia, Ninja 250 dengan 2 silindernya menyemburkan tenaga max 31PS @11,000 rpm dan torsi 21N・m @8500 rpm… terlihat motor SR400 dan SRV250 didesain overstroke untuk menghasilkan torsi yang tinggi pada putaran rendah bukan untuk menghasilkan power yang tinggi, murni buat touring nih,, CMIIW

Harga dan kompetitor
Di Jepang sini SR400 ternyata lumayan mahal lho, harga resmi di situs yamaha 577,500 yen (Rp 63,5 jt). Yamaha sendiri untuk motor model klasik pada 2011 ini hanya menjual satu varian saja ya si SR400 ini. Padahal kompetitor lain minimal mengeluarkan dua varian lho, Yuk kita tengok amunisi motor klasik pabrikan Jepang lainnya..

Enak banget ya hidup di Jepang, tinggalkan sesuaikan dengan kapasitas dompet dan selera sudah bisa bergaya dengan motor klasik, dan tanpa rasa risih dibilang jadul 😀 Gimana nih menurut masbro semua, dengan banyaknya model klasik di atas apakah SR400 nyantol di hati? Terus terang Akang kepincut sama Honda VTR250, meskipun tidak bisa dibilang  klasik murni tapi modelnya cukup beraroma klasik…