Yamaha SR400 dan Yamaha SRV250 – Motor di Parkiran Tempat Kerjaku Bagian II

Di Artikel bagian kedua tentang motor2 yang nangkring di parkiran tempat kerja Akang ini yang jadi bintang utama adalah jenis motor beraroma klasik Yamaha SR. Motor model ini terdapat beberapa klasifikasi SR400, SR500, SRV250 dan SR kelas2 cc kecil, namun yang akan Akang bahas sekarang adalah SR400 dan SRV250 yang suka nangkring di parkiran :D  SRV250 termasuk tipe kelas menengah 250cc dua silinder, sedangkan SR400 yang hanya satu silinder tapi kapasitas lebih besar yaitu 400cc.

Klasik banget nih SRV250 (kiri) dan SR400 (kanan)

dari 15-30 motor yang biasa nangkring di parkiran terdapat 1 motor SRV250 yang rutin hampir selalu nangkring setiap hari dan 2 motor lain yaitu SR400 dan SRV250 yang hanya sekali2 saja nongol kalau cuaca lagi cerah di musim semi atau musim gugur seperti bulan Oktober ini.

Riding Position dan Para Rider Pengguna SR Series
SR400 memiliki bobot 174kg dengan tinggi jok dari tanah 790mm, beda halnya dengan SRV250 meskipun riding positionnya hampir sama saja namun tinggi jok lebih rendah yaitu 760mm dan bobot lebih ringan yaitu 144kg. Kapasitas fuel tank SR400 adalah 12L dan SRV250 lebih banyak 1L. Dari segi riding position, SR series didesain sebagai motor touring bukan sebagai motor dalam kota untuk bermanuver dalam kemacetan.

SR400 Pas banget buat orang yang tingginya 171cm

Salah satu pemilik SRV250 30tahun tinggi 165cm, pas banget tanpa jinjit naik SRV250 (photo paling belakang SR400)

Dari tiga rider motor klasik ini tingkatan usianya berbeda-beda. Di Indonesia Akang menilai bahwa motor klasik diidentikan dengan usia 40 tahun ke atas, tidak begitu halnya dengan di Kantor Akang, rider SRV250 dalam photo di atas berusia 30 tahunan sedangkan dua rider lainnya sekitar 40 dan 45thn.

Di Jepang sini model klasik tidak diidentikan jadul atau ketinggalan zaman, justru aroma klasik diidentikan timeless design atau tidak lekang ditelan zaman. Sementara di Indonesia selera masyarakat selalu berubah2 sesuai perkembangan zaman, motor harian beraroma klasik dipastikan kalah pamor ketimbang motor yang sporty. Khusus untuk model SR400 dari 1978 hingga kini masih diproduksi sedangkan SRV250 sudah lama discontinue (kapan tepatnya Akang tidak tahu😀 ). SR400 dari 1978 sampai 2008 desain body luar tidak mengalami perubahan berarti bahkan pada tahun 2009 pun meskipun ada perubahan tetapi yang utama hanya pada sektor pengabutan bahan bakar menggunakan FI dan upgrade komponen body dengan bentuk luar yang sama.

Spesifikasi Engine
SR400 ditenagai engine 399cc 4-tak SOHC dengan pendingin air cooler. Tenaga yang dihasilkan 19kW(26PS)@6,500rpm dengan torsi 29N・m (2.9kgf・m)@5,500rpm. Meskipun pada 2009 sudah mulai menggunakan sistem Fuel Injection namun sistem starter masih menggunakan kick starter tanpa adanya tombol electric starter (Klasik abis ya! :D) Untuk model SRV250 power max yaitu 27ps @8,500rpm dan torsi 25N・m (2.5kgf・m) @6,500rpm. Bandingkan dengan motor 250cc yang dijual di Indonesia, Ninja 250 dengan 2 silindernya menyemburkan tenaga max 31PS @11,000 rpm dan torsi 21N・m @8500 rpm… terlihat motor SR400 dan SRV250 didesain overstroke untuk menghasilkan torsi yang tinggi pada putaran rendah bukan untuk menghasilkan power yang tinggi, murni buat touring nih,, CMIIW

Harga dan kompetitor
Di Jepang sini SR400 ternyata lumayan mahal lho, harga resmi di situs yamaha 577,500 yen (Rp 63,5 jt). Yamaha sendiri untuk motor model klasik pada 2011 ini hanya menjual satu varian saja ya si SR400 ini. Padahal kompetitor lain minimal mengeluarkan dua varian lho, Yuk kita tengok amunisi motor klasik pabrikan Jepang lainnya..

Enak banget ya hidup di Jepang, tinggalkan sesuaikan dengan kapasitas dompet dan selera sudah bisa bergaya dengan motor klasik, dan tanpa rasa risih dibilang jadul😀 Gimana nih menurut masbro semua, dengan banyaknya model klasik di atas apakah SR400 nyantol di hati? Terus terang Akang kepincut sama Honda VTR250, meskipun tidak bisa dibilang  klasik murni tapi modelnya cukup beraroma klasik…

50 responses to “Yamaha SR400 dan Yamaha SRV250 – Motor di Parkiran Tempat Kerjaku Bagian II

  1. apik apik apik
    win retroku kalah

  2. saya juga salah satu penggemar motor klasik, dirumah ada honda s90z. Manteb tuh motornya🙂

  3. motor manteb. tapi ga cocok bagi ane yang males nyuci. ntar dikira bener2 motor luawas😆

  4. jadi inget dulu ke mall naik jitenshya
    (bener gak yo nulisnya)

  5. tochigi.

    7thn lalu.
    tapi cuma training kok.kenshuse doang

  6. di sana akang pake motor apa?:mrgreen:

    • Pake goweser aias sepeda😀
      Mau bikin sim tanggung harus dari awal masuk kursus pendidikan sim, karena dulu di Indonesia belum punya sim😀 (contoh jelek, jangan ditiru!)
      Yang jadi kendala adalah biaya kursus buat sim yang nyampe 300ribu yen (30 juta!) ciaaaaa mending uangnya ditabung buat beli motor di Indonesia… Kalau di indonesianya dah punya SIM sih enak tinggal ikut ujian aja dan biayanya relatif murah😦

      • nice inpo tentang sim nya #temenku 3 orang go to japon , #pengen nyusul juga biar bisa sewa moge sesuka hati he he he😛

      • Bilangin suruh bawa sim indonesianya! biar nanti tinggal tes tulis pake bahasa inggris terus test praktek,,, dijamin setelah 3x test baru bisa lulus😀
        Ntar ngambil spesifikasi lisence moge 400cc ke atas!!!

  7. malah sehat kalo gowes…
    Trus kalo uda punya SIM dari sini, emg ga bisa langsung pakai ya? Bukannya SIM tu universal?

    • Itu sim Internasional, harus buat secara khusus lagi. Tapi kalau di Jepang meskipun kita sudah punya sim internasional untuk pendatang dari negara tertentu harus ikut ujian/test lagi! terutama pendatang dari negara2 berkembang seperti Indonesia,, tahu sendiri kenapa harus ditest lagi😀

  8. disana ada maling motor apa gak mas bro😀 ???

  9. Hmm vtr250, buntutnya jadi inspirasi scoopy…klasik tapi baru.

  10. Yang unik japan yaitu produk dalam negerinya mahal ehehe, ogenkii desuka?

  11. entah kenapa, saya cukup senang dengan desain motor klasik, timeless gitu:mrgreen:

    kadang-kadang ngebayangin pake motor modif cafe racer twin 200 cc (apalagi klo bukan CB200 Twin) sambil pamerin suara stereonya kliling2 kota, wuaduh, rasanya nikmat😀

    buat harian cukup bebek:mrgreen:

  12. harga 2nd berapa mas?

    • Di Red Baron (Dealer Motor Baru dan Bekas di Jepang) harganya berkisar 160ribu yen (Rp 17jt) sampai 410rb yen (Rp 42jt) tergantung tahunnya… Untuk tahun 2000an kira-kira sudah dibawah 300rb yen (Rp 31jt), terutaman seri SRV250 harganya rendah banget…

      • 160ribu yen gajian jd kenshusei disono nih

      • Haha, pengalaman ya? itu standard perusahaan yang lumayan bagus… Berdasarkan share dari pada kensyusei di perusahaan manufaktur tidak nyampe segitu😉

      • dulu pernah 3thn kenshusei difujijugyo bagian pintu legacy,zangyo sampe jam 8 bisa tembus tuh 160ribu,itupun sdh terima bersih msk tabungan gunma bank
        klo msh disana sempetin maen2 kesaitama masbro byk yg hobby motor org sono

      • Wow lembur sehari 3 jam,, sebulan berarti 3jam x 22hari = 66jam! Mantap uangnya, mantap capenya😀
        Sekarang ekonomi Jepang lagi resesi gini, kasian banyak kensyusei pada dibalikin😦

  13. Mantep e pooooolllll…motor simple, gak neko2, japs style emang gak ada matinya!

  14. motornya Tessho Iwashiro #wildlife.. :mgreen:

  15. Grasstracker…itu banyak dicontoh anak2 CB Custom . sip…

  16. brow kata lho honda jiplak tecnologi YM.?!!! GAK SALAH LHO NGOMONG!!? BUKAN AKU BELAIN HONDA TP NYATA KOK SOAL TEKNOLOGI HONDA GLOBAL LEBIH JAUH DIDPAN TIMBANG YM

  17. Bahasan Yamaha SR 400 ternyata udah 2011, saya baru tahu di tahun 2014…

    Saya setuju model retro/jadul lebih timeless design, ga ngebosenin dan ga pasaran kalo di jaman sekarang yang modelnya serba sporty (konteks di Indonesia)

    Sayang pabrikan di Indonesia belum ada rilis yang model retro untuk jenis motor sport (motor laki), baru sebatas matic yang ada model retro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s