Yamaha WR250R dan WR250X – Motor di Parkiran Tempat Kerjaku Bagian III

Di artikel ke-3 tentang motor2 di parkiran perusahaan Akang ini akan membahas motor Yamaha WR250R dan WR250X, dua motor yang memiliki platform sama namun dirancang untuk 2 genre berbeda WR250R sebagai Dirt Bike/Motor Trail dan WR250X sebagai Supermoto Yamaha.

Penampakan WR250R dan WR250X di Parkiran,,, Heran nih kedua motor gak pernah berdempetan parkirnya

Sebenernya artikel ini sudah Akang tulis sejak lama di draft wordpress, dan perasaan pernah dipublish juga tapi koq gak ada,, apa kehapus kali ya!? makanya Akang tulis ulang aja😀 Selamat menyimak

Riding Position
Untuk orang Indonesia, ini nih faktor utama yang bikin gak banget, karena tinggi seat-nya aja 870mm untuk WR250W, dan 895mm untuk WR250X. Akang pun yang tingginya 173cm masih jingjit😀 hehe. Silakan liat aja kalau gak percaya.

Rider tingginya 171 cm dengan berat 60kg... baik WR250R maupun WR250X keduanya Jingjit detected..

Meskipun bodynya tinggi, berat kosongnya cuma 134kg koq! bandingkan dengan cbr 250 yang bobot kosongnya aja 160kg. Di kantor Akang para rider WR250 ini usianya masih dibawah 40 tahun, baik yang WR250R maupun WR250X. Tapi di jalanan sana Akang banyak menyaksikan para rider usia 40-50 tahunan pun masih mampu menjinakkan nih motor koq.
Di Indonesia sendiri Yamaha tidak menjual kedua motor 250cc ini, tapi jangan khawatir soalnya ada produk sejenis dari Kawasaki, D-Tracker 250 dan KLX 250 yang masing2 memiliki tinggi seat 860mm dan 890 mm dengan berat kosong 138kg,, sama persis dari berat dan riding position, beda model dan performance doang😀
Varian Dirt Bike dan Varian Supermoto
Bisa dibilang Yamaha dan Kawasaki memfasilitasi kemauan biker di Jepang sini, ini terlihat dengan dilengkapinya varian WR250 dengan tipe X supermoto dan R untuk garuk tanah, begitu halnya dengan kawasaki yang menghadirkan D-Tracker 250 untuk tipe supermoto dan KLX 250 untuk yang suka kotor2an, varian yang sama dijual juga di Indonesia.
Secara visual selain perbedaan garis body WR250X dan D-Tracker, perbedaan juga terliht dalam pemilihan ukuran ban belakang, meskipun sama2 17inch
D-Tracker menggunakan lebar 130mm sementara WR250X menggunakan ban lebar 140mm. Sementara untuk roda depan sama2 menggunakan ban 17inch lebar 110mm. Menurut Akang mah WR250X ban lebih gede, lebih gagah membawa penampilan keseluruhan jadi tambah keren😀

WR250-series, Dua motor dari satu platform beda genre beda rasa..

Untuk yang tipe Trail, WR250R dan KLX 250 sama2 menggunakan ukuran ban yang sama, 80/100-21 untuk depan dan 120/80-18M untuk belakang, menggunakan tipe ban khas motor kotor2an, “I can go to anywhere”

Engine dan Performance
Kalau dilihat dari performance, D-Ttracker yang dijual di Indonesia harus angkat tangan terhadap WR250 nih. Power tertinggi D-Tracker/KLX series adalah 24PS @9,000rpm dan torsi 21Nm @7,000rpm, sepertinya bakal mudah diasapi oleh WR250X yang memiliki power maksimum 31PS @10,000rpm dan torsi 24Nm @8,000r/min… Ninja250 aja cuma punya power max 31PS @11,000rpm dan torsi 21Nm @8,500rpm.. Bener-bener supermoto yang kentjang nih, ninin aja bisa diasapin IMHO (kenyataan sih gak tahu, lha wong beda design body :D)
Kedua motor di atas ditenagai engine 249cc single silinder, DOHC dengan sistem pendingin  water cooler, kedua motor ini sama-sama mengaplikasikan fuel injection. Perbedaan mencolok engine kedua motor ada pada spesifikasi ruang bakar, si D-Tracker/KLX series diameter piston x panjang stroke = 72.0mm x 61.2mm dengan kompresi 11.0:1 sementara WR250 series 77.0mm x 53.6mm dengan rasio kompresi 11.8:1. Terlihat jelas WR250X diameternya lebih panjang dengan pergerakan yang lebih pendek dibanding Dtracker/KLX, hal inilah yang ditenggarai WR250X lebih bertenaga pada putaran tinggi (tapi bisa nyampe 31PS gitu ya,, mantap!!!)

Berikut Video bukti kehebatan performance WR250X,,, si Ninja 250 aja kalah adu cepet di 400m pertama😀
Dengan rasio kompresi yang tinggi WR250X mau gak mau harus dikasih minum
pertamax, setiap liter bahan bakar yang diminum si kuda besi mampu membawa ridernya sejauh 34.0km bila dikendarai pada speed konstant 60km/h, berarti sama aja dengan cbr250 ya,, tp masa motor kentjang cuma dipake di 60km/j😀 Kalau jalan kosong sesekali pastinya dipake ngacir dong…
Kompetitor WR250-series di Jepang
Yamaha WR250X merupakan dirt bike paling mahal di Jepang. Dijual on the road pada harga 732,900 yen ( Rp 80,6jt untuk kurs 1 yen = Rp 110) dan tipe WR250R dibandrol 701,400 yen (Rp 77.2 jt) sementara si D-Ttracker dibandrol 548,000 yen (Rp 60.3jt) dan KLX 528,000 yen (Rp 58.1 jt). Perbedaan harga untuk tipe supermoto bisa nyampe Rp 20jt,, wowww fantastis!!! Ditenggarai karena D-Tracker/KLX diproduksi di Thailand maka cost produksi bisa ditekan serendah mungkin, beda dengan WR250X-series yang asli made in Japan masbro, ya iya lah mahal!!! Apakah nilai 20jt ini senilai dengan power 31PS (selisih 7PS) dan kualitas asli Japan???

WR250X VS Dtracker, Performance VS Harga, Made in Jepang VS Thailand

WR250R VS KLX 250, Performance VS Harga, Made in Jepang VS Thailand

Kompetitor lain di kelas 250cc ini bisa dikatakan tidak ada. Untuk kelas 250cc ini varian Honda dan Suzuki lebih condong untuk race dimana Honda memiliki CRF250R dan Suzuki dengan RM-Z250.  Untuk fight di kelas dirt bike dan supermoto harian cc kecil Honda menghadirkan XR230 dan XE230 Motard dengan kapasitas 230cc.

Honda dengan XR230 series untuk fight di kelas supermoto dan dirt bike

15 responses to “Yamaha WR250R dan WR250X – Motor di Parkiran Tempat Kerjaku Bagian III

  1. keren mas….

  2. untuk bodi masih keren KLX ….

  3. mantaf tenan….

  4. emang ninin utk 0-100 km/jam sebenernya ga ada istimewanya alias rada lemot, tp diatas 100 km/jam sulit cr lawan, bahkan ninja rr yg terkenal jambakan setan pun keteteran ngadenin ninin diatas kec 100 km/jam.

  5. kenapa indonesia gak kebagian ya… Yg beginian kang…

    Cuma bisa ngiler aja kang…

    Ngimpi dtrex dulu kang… Sejak kecil pengen punya motor trail…

    • Di Indonesia peminatnya sedikit, ditambah rendahnya tingkat pendapatan masyarakat pastinya lebih bisa menjangkau bebek/skutik daripada motor sport.
      Tapi jangan khawatir setelah bebek/skutik jenuh, dan bertambahnya tingkat pendapatan rata2 masyarakat,, kayaknya akan mulai terjadi era kepemilikan motor kedua berbasis hobi,,, di sinilah pabrikan mau gak mau harus memasukan amunisi motor dual purposenya untuk memenuhi permintaan pasar IMHO

  6. Pingback: JDM 2011 Yamaha WR250R/W Terlalu Kuat Bagi Kawasaki KLX250/D-tracker | wendakalubis

  7. kl ukuran ban bt klx250 yg ideal atau d lihat lbh gagah tp jg ketinggian ukuran brp y???

  8. apapun profesinya super moto tunggangannya… nija apa enak nya sieh santen hati wanita doank ckckckck

  9. hargnayna lebih mahal😀

  10. nah di indonesia khususnya jawa IU(importir umum) yg bisa datengin wr250x dmn ya? ane sudah muter2, rata cuman bisa datengin wr250r. zzz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s