Kisah Perjuangan Megelli 250r di Jepang

Lain ladang lain ilalang, mungkin pepatah itu yang bisa Akang tangkap dari kisah Megelli 250r di Jepang sini. Keberanian Megelli 250 menginvasi kandang 4 samurai Jepang Honda Yamaha Suzuki dan Kawasaki memang patut diacungi jempol. Namun berbeda dengan kondisi di Indonesia yang dengan mudahnya Megelli ini mengaspal di jalanan, di Jepang sini Megelli terkendala beberapa regulasi. Kisah apa aja yang harus dilalui Megelli 250r ini? Berikut Akang rangkum dari beberapa forum dan situs Megelli jepang sendiri.

Si cantik ini dengan mudahnya ngaspal di Indonesia, di Jepang penuh perjuangan

Megelli 250r Terkendala Regulasi Jepang

Megelli 250r sebagaimana kita ketahui di Indonesia dijual dengan spesifikasi sistem suplay bahan bakar menggunakan karburator. Spesifikasi ini tidak memungkinkan Megelli lolos regulasi sistem emisi bahan bakar di Jepang, dimana di Indonesia hanya mensyaratkan Euro 2 saja. Saat ini regulasi emisi gas buang kendaraan Jepang satu level dengan Euro 5 yang pada tahun lalu efektif diberlakukan di Eropa. Agar memenuhi persyaratan regulasi tersebut tidak cukup hanya dengan menempelkan catalist converter pada muffler tapi harus merombak sistem pengabutan bahan bakar juga dengan mengganti karburator dengan fuel injection (FI). Fuel pump, ECU, Fuel Pressure Regulator, Injector dan berbagai sensor akhirnya disematkan pada tubuh megelli ini menggantikan karburator. Untuk urusan Injector Megelli Japan mempercayakannya pada produk dari Delphi (US).

Tidak cukup hanya mengganti karbu dengan FI, ketatnya regulasi accoustic di Jepang mengharuskan Megelli menanggalkan knalpot standardnya dan menggantinya dengan knalpot Yamamoto Racing (Produk jepang). Muffler standard yang terdiri dari 2 muffler exhaust menjadi 1 muffler exhaust saja dengan ukuran yang besar. Posisi exhaust yang asalnya tepat di bawah tail light agak diperpanjang agar udara panas tidak langsung kena tail light yang bisa menyebabkan menghitamnya tail light. Berikut penampakannya…

Perbedaan Muffler Megelli 250 yang dijual di Indonesia dan di Jepang

Masalah Fuel Pump

Berdasarkan rencana awal, Megelli 250r yang di Jepang dipasarkan oleh PT. Megelli Japan ini akan direalese pada 22 September 2011 dengan harga 420 ribu yen (sekitar Rp 46jt untuk kurs 1 yen=Rp 110), namun karena terjadi masalah pada sistem FI yaitu pada fuel pump memaksa Megelli Japan menangguhkan jadwal penjualan sampai batas waktu yang ditentukan. Berdasarkan informasi di situs resmi Megelli Japan, http://www.megelli.jp sebisa mungkin Megelli 250r dipersiapkan bisa dilepas ke pasaran pada musim semi mendatang.

Informasi tentang Megelli sendiri sudah mulai ditebar Megelli Japan sejak awal 2011 lalu. Mulai dari sekedar dipajang di dealer2 pemasaran roda dua, di media online dan media cetak pun racun sudah ditebar jauh2 hari, sampai-sampai Megelli Race yang digelar di Sentul, Indonesia pun dijadikan salah satu media pemasaran lho. Akang tahu info tersebut setelah baca di Majalah roda2 terkenal Jepang, Young Machine (edisinya bulan berapa gak diperhatiin,, lupa tapi baru bacanya bulan ini koq :D).

Kembali ke masalah fuel pump, pada saat tebar pesona di Event Suzuka 8 Hour Race, 1 dari 2 unit Megelli 250r yang disediakan untuk test riding sering berebet dan mati tengah jalan… Wkwkwk,,, dah kaya di Indonesia aja ngowos saat test riding ditunggangi Kang Taufik TMC.. Setelah diselidiki ternyata ada masalah pada fuel pump, dimana yang kesedot fuel pump bukan hanya bahan bakar tetapi juga udara masuk terbawa sampai ruang bakar,,, terang aja pasokan bahan bakar kurang dan mesin berhenti beroperasi.

Karena masalah inilah pihak megelli mengganti supplier fuel pump dengan supplier yang baru, penggantian fuel pump ini otomatis tidak semudah membalik telapak tangan, harus dilakukan penyesuaian untuk dudukan fuel pump baru pada tanki bahkan sampai perlu pembuatan cetakan (mold) fuel tank baru, remapping ECU dan serangkaian pengujian pun jadi menu wajib. Atas dasar inilah Megelli Japan memutuskan menunda jadwal launching. Untuk meyakinkan calon konsumennya bahwa Megelli 250r ini meskipun di assembly di China tapi merupakan hasil design Europe, pihak Megelli Japan memanggil pihak engineering dari Inggris langsung untuk remapping ECU lho!

Mapping ECU oleh engineering Megelli (konon dari Eropa) di Dynobeat

Dari informasi yang Akang peroleh, tenaga si kuda besi setelah menggunakan sistem FI ini tidak berubah yakni 27 PS @9,000 rpm sama dengan versi karburator, ubahan terjadi pada limiter yang disetting lebih tinggi dari awalnya 10,000 rpm kini menjadi 10,500 rpm. Perubahan limiter ini disebabkan perubahan karakter mesin yang berubah dimana sebelumnya saat putaran mesin mencapai peak power tenaga yang dihasilkan tiba-tiba drop, sementara setelah setelah menggunakan sistem FI setelah melebihi putara peak power tetep bertenaga… (Tapi apa kabarnya nih tentang kekuatan material produksi China dipaksa di putaran lebih tinggi :D)

Hebat ya pihak pemasar Megelli 250r di Jepang,  di Indonesia sih konsumen dijadikan kelinci percobaan dengan melepas Megelli generasi pertama, kemudian setelah dirasa ada yang kurang disempurnakan pada Megelli generasi ke-2… Sungguh perusahaan yang tidak bertanggung jawab! (Akang)

67 responses to “Kisah Perjuangan Megelli 250r di Jepang

  1. wowww…..

  2. Tapi aku akui desain nya di klaz 250cc gada yg nglawan racy poll desain megang ni megelli

  3. patut diapresiasi usaha megelli. ibaratnya gak takut masuk kandang macan…
    berarti megelli bukan pabrikan ecek2 seperti kata para fansboy donk…

    • Megelli pada dasarnya perusahaan distributor global, dia cuma ngambil lisensi design dari eropa dan menyerahkan designnya pada outsourcing pabrikan di China sampai proses assembly. Yang patut diapresiasi adalah pihak Megelli Jepang (yang sebenarnya adalah importir) berusaha memasukkan motor ini agar sesuai regulasi Jepang. Sementara apa yang dilakukan pemasar Megelli di Indonesia (Minerva Motor) tak lebih dari sekedar jualan saja,, produk tidak layak pun tetep dijual dan akhirnya konsumen jadi korban!!!

  4. wah mantab tulisannya bro.. kebetulan saya pengguna Megelli 250RV (gen 2) tapi kalo melihat ushaha Megelli Jepang, patut diacungi jempol, dan saya yakin ini motor yg dilaunching dijepang adalah megelli yg terbaik kualitasnya dibanding megelli2 dinegara2 lain (termasuk Indonesia).
    Sepertinya boleh juga tuh hunting part body ke megelli jepang.

  5. salut.jepang gitu lo.super ketat
    temenku naik onthel lupa nyalain lampu aja disemprit pak polisi.jarene abunai

  6. penuh perjuangan tuk masuk ke jepang,,sangat sangat diacungi jempol

  7. Utk Megelli gen 2, kualitas sudah cukup membaik, mesin sudah tidak rewel, dilengkapi radiator dan shock upsidedown, 6speed, tapi dari segi finishing part body masih kurang rapih, aftersales service sangat bagus, namun bengkel resmi masih kalah sama pabrikan2 lain..

    • sayangnya, dikotaku diler minerva gulung tikar. Harga minerva seken terjun bebas.

    • namanya juga perusahaan yg masih berkembang, masih banyak kekurangan mas bro.. emang motor branded jepang ptama x ngeluarin motor lsg sbagus skarang? butuh berpuluh ttahun biar mereka jadi kaya sekarang. contoh 12 tahun lalu pelayanan 3s honda emang udah kaya sekarang? atw yamaha 10tahun lalu ud ada layanan 3s? butuh btahun” bro…

      • Betul bro! 3S dibangun bukan dalam sekejap
        Dalam artikel di atas Akang cuma menyayangkan Minerva yang asal2an ketika launching Megelli produk pertama yang mana pembeli pertama menjadi korban,, beda dengan Megelli Jepang yang berbenah abis2an sebelum barangnya dijual ke konsumen😉

  8. gebrakan coba2 dari megelli kah, buat pasar jepang wajib niat dan serius banget neh.. sexan ditambahi liveri khusus anime atau game, biar narget ke otaku..

  9. Minerva sinih, tau sendirilah:mrgreen:

  10. wow…ketat banget…memang mending dipasarin disini, nggak apakai euro2an bisa langsung ngacir..:mrgreen:

  11. “Hebat ya pihak pemasar Megelli 250r di Jepang, di Indonesia sih konsumen dijadikan kelinci percobaan dengan melepas Megelli generasi pertama, kemudian setelah dirasa ada yang kurang disempurnakan pada Megelli generasi ke-2”
    —————————-
    laik dis.. yah.. itu mah salah konsumen sendiri, lebih suka melihat tampilan luar.. liat aja kenyataan, semua idol2 pilihan utamanya tampang duluan..xixixi :peace..

    • Pendapat masbro boerhunt tersebut 1000% benar,,, tapi dalam tulisan ini Akang melihat dari sudut pandang sebagai seorang `manufaktur engineer` dimana barang yang akan diberikan ke masyarakat dari segi qualitas harus merupakan yang terbaik (tentunya dengan batasan tertentu), dan sudah teruji🙂
      Thanks share pendapatnya…

  12. mantap ulasannya.. hmm.. mudah2an ane bisa nyusul megelli ke Jepang.. Lhoo..:mrgreen:

  13. indonesia jadi keledai percobaan ^^
    napa gak dikasih kualitas setara yang di jepang sih, seenggaknya… walo diragukan durabilitasnya, tapi konsekwensinya harga bakal semahal di jepang???
    dluar itu semua..ni motor desainnya paling oke dibandingin motor2 fullfairing 250 cc lainnya…. ^^P TOP!!

    • Setuju,,, tuk segmen ini orang2 pada melek informasi. Yang penting kualitas gak kalah sama pabrikan Jepang, sparepart dan service terjamin bukan gak mungkin bejaban dengan CBR dalam penjualan…

  14. ngeliat harganya yg kalo dikurskan 46 juta, wah jelas beda mas ama yang di Indo… di sini 46 juta ya mending beli ninin 250r:mrgreen: .

  15. Pingback: Belum Tentu Blog-blog Kecil Kalah Dengan Blog-blog Besar Dari Sisi Materi « Bonsai Biker

  16. wedew
    ngisor dewe aku

    hmmmm
    langsung mikir kalo motorku
    gak bakal boleh beroperasi di jepang
    wes2 seandainya pindah kejepang
    motor tinggal dah …:mrgreen:

  17. malah kualitas mesin sepertinya lebih baik yg vx 150, dijalan bny yg make, sering nemui dijalan drpd cbr series dan pio 2 bln sekali br ketemu 1 motor…

  18. mantebs artikelnya Bro…

  19. bro tinggal dijepang ya?ane jg pernah disono 3 thn. kadang maen ke dealer mokas disana.seken emang murah2..sayang ga pny sim sana….

  20. pada banyak suara tinggal make aja pada ribut kalo megeli rusak mah biasa gak megeli honda suzuki yamaha juga banyak yang rusak kalo gak rusak mana ada diler buka bengkel kalo pada pengen awet semuanya aja megeli ninin cbr gausa dipake aja cukup dimusiumin ..oke…

  21. Begitu ketat persaingan didunia global,namun dinegeri kita persaingan korupsi tidak habis habisnya,kasihan anak bangsa yang kepingin maju dihambat oleh koruptor2 bangsa ini ,bangkitlah pemuda2 kita agar bisa bersaing didunia global jangan ikuti jejak para koruptor,kita tunggu motor buatan SMK pasti bisa.

  22. Ada satu hal yang dilupakan oleh rekan-rekan semua, bahwasanya PT. Minerva Motor Indonesia itu adalah perusahaan otomotif Indonesia, bukan perusahaan Jerman ataupun China.
    Produk2 PT. Minerva adalah produk2 dalam negeri, yg bekerja sama dengan Sach Germany dalam pengembangan mesin dan teknologinya.
    Adapun Megelli sebuah brand dari UK, dengan spec dan design yang dikembangkan disana, seharusnya kita salut sama Minerva karena Minerva berani mengambil hak produksi dan distribusi di Indonesia. Untuk mesinnya sendiri diproduksi oleh SIM Taiwan, perusahaan yg sama pula yang mensuply produksi Megelli di Negara2 lainnya termasuk USA, Turki, Iran, Hongkong, Australia, bahkan spec jepang juga bukan menggunakan mesin buatan Jepang, bahkan Megelly di Eropa sendiri mempergunakan mesin dari produksi Taiwan.
    Seharusnya kita bangga dengan Minerva sebagai perusahaan anak bangsa, yang juga kita ketahui untuk bersaing dengan produk2 Jepang tidaklah gampang, tapi Minerva tetap exist dan berusaha memperbaiki qualitas produk2nya (seperti halnya mengeluarkan Megelli gen 2 RE/RV).
    Suatu hal yg PASTI bahwa produk yg diproduksi lokal belum bisa menyamai produk brand luar terutama jepang. Tapi dengan mencemooh produk2 Minerva sama dengan mematikan dukungan terhadap kemajuan otomotif produksi dalam negeri.. sangat miris..kawan..

    • benerbanget bro yang satu ini haha, harusnya minerva di dukung wong PT bikinan dalem negri. dan yang gua liat megelli gen 1 dan gen 2 itu udh jauh beda bgt kualitasnya, hanya butuh waktu 2-3 tahun udh bikin perbedaan yng signifikan dr gen 1 ke gen 2 padahal PT ini masih dibiang sangat muda umurnya.keep brotherhoodya mas2 semua🙂
      — salam saya dari rider ninja250

      • iya bro bener, kalo minerva bisa bertahan 10-15 tahun lagi gua yakin kualitas motor yg di produksi oleh minerva mungkin bisa menyaingi produk2 luar negri.gua sendri juga punya megelli gen 2 sampe saat ini dr pas pertama beli pas bulan januari sampe sekarang gada masalah broo😀

    • Setuju mas bro, fanatik buta seringkali tidak berguna, terlepas dari banyaknya keluhan di gen 1, harusnya kita menghargai usaha MMI untuk mengakomodasi masyarakat Indonesia dengan pilihan yg lain dan harga kompetitif , tapi tenang aja yg bernada negatif biasanya bukan pemilik motorsport premium, stau ane sih bro bro sekalian seperti pemilik ninja 250atau cbr 250 atau motor 250 cc keatas laiinnya lebih santun dalam brkomentar (ini bisa dimaklumi karean biasanya yg sanggup beli kalangan ekonomi menengah keatas yg secara pendidikan juga lebih mengerti)

      • Wah senangnya baca komentar bro2 yg bijaksana ini.. kebetulan ane rider Megelli dari komunitas BMMC (Bandung Megelli Motor Club). 80% member masih mengendarai gen 1. Satu yg pasti sesama rider tidak pernah mengabaikan rider yg lain..saling bahu membahu apabila ada kesulitan di motornya..dan PT Plaza Minerva Indonesia (PMI) yg merupakan dealer utama di Bandung, memberikan after sales service yg patut diacungkan jempol. Seperti memberikan jasa penjemputan motor gratis apabila ada yg mogok (gen 1 jg masih terus dapat fasilitas ini). Dan diskon utk sparepart dan jasa service (khusus member bmmc), hingga support penuh terhadap kegiatan2 komunitas Minerva seperti turing, baksos dan lain sebagainya. Hal ini menjadi andalan Minerva utk mengcover kelemahan2 yg masih ada.. Salut berbalut-balut buat Minerva.

        Bagi bro2 rider Megelli Bdg diundang utk join BMMC dan merasakan manfaat bergabung dengan komunitas ini…

        salam
        BMMC #040

  23. Kalo menurut saya sih bro, motor migelli “worth to buy”.
    Udah terbukti tuh dari sejak Gen 1 s/d sekarang, tetep aja gk ketinggalan jaman. Ane masih kesengsem sama motor Migellinya temen ane.
    Pabriknya sendiri juga masih eksis memproduksi sepeda motor berarti after salesnya juga pasti masih eksis dong.
    Kalo masalah problem sih, setiap merk & tipe motor pasti ada problemnya tinggal masalahnya di ekspos atau tidak.
    Tapi selama atpm nya masih bertanggung jawab ya no problem bro…

    Ini sih pendapat ane pribadi ya bro.

    Oiya, kalo butuh jas hujan mampir aja kesini:
    http://www.jashujansafety.com

    Suwun

  24. Bro tapi kenpa ya kok dek belakang mudah leleh apa tkna knlpot ..?

  25. biarpun gak terkenal motor jepang, migelli udah bisa puasin ane bang, ane pake migelli Re, ya udah cukup lah buat orang indonesia yang buget minim penghobi motor sport, selama di pakai gak ada masalah tuh, walau harga jualnya turun, itu sih gak masalah, emang beli motor baru buat dijual lagi???
    berkat migelli biar duit tipis bisa punya moge

  26. megelli dari UK om, bukan pabrikan china

  27. seru banget bro percakapannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s