Monthly Archives: January 2012

Yang Diterima Konsumen Kita Bukan TVS Metro ataupun Apache RTR 180 ABS Tapi RTR 250FX

Artikel ini Akang tulis setelah membaca dua artikel blogger kondang Triatmono (dikenal dengan sebutan Mas Tri) dan proud2ride (P2R) dimana keduanya memiliki dua pandangan yang bertolak belakang mengenai TVS Metro yang konon akan diperkenalkan ke Indonesia. Mas Tri berpendapat bahwa selera orang Indonesia tuh priyayi, si Metro bakalan susah diterima masyarakat Indonesia,,, sedangkan P2R berpendapat bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan kendaraan roda dua yang murah dan terjangkau di bawah 10jt. Lalu gimana Pendapat Akang???

Sumber gambar : TMC blog

`Masukin TVS Metro? Product Planning TVS Indonesia Payah atau Pesanan Indihe nih!?`

Coba masbro liat photo di atas? Apa kira-kira masuk selera orang Indonesia sekarang ini? Akang jungkir balik nilai nih motor dan coba evaluasi dari sudut orang2 dengan level pengasilan ekonomi kelas bawah tetep aja gak bisa nemuin titik terang si Metro 100cc ini bakal diterima di pasar Indonesia.

Dilihat dari segi model motor, orang Indonesia tuh seleranya terbawa dengan arus zaman, gampang bosen dengan yang lama dan lebih menyenangi model baru. Bisa dibilang TVS Metro ini bertampang jadul dan aneh, bukan klasik yang eksotis,,, terbukti model2 kaya gini sudah mulai dilupakan, contohnya si Thunder 125 sekarang sudah tidak laku di pasaran kan,,, padahal harganya kompetitif dibandingkan motor bebek lho!

Dari segi performance pun meskipun berbentuk motor sport tapi mesinnya masih 100cc, tenaga yang dihasilkan tidak lebih dari 5.5 kW dan torsi 7.5 Nm, sebagai pembanding Mio sporty aja yang notabene skuter matic dirancang buat kaum hawa tenaganya 6.14 kW dan torsi 7.84Nm.. Dipake ngojek juga gak ada tenaganya lho! Apa yang mau dibanggain dari nih motor…

Konsumen yang dituju kelas mana sih? Apakah bisa nih motor dibandrol di bawah 10 juta? itu yang jadi tanda tanya Akang. Masyarakat kelas ekonomi bawah pun kayaknya ragu meminang nih motor dimana imagenya `murah` diartikan murahan, gampang rusak, dan TVS masih dianggap merk China.. (seriusan nih,, Akang aja 2 tahun yang lalu nganggap TVS tuh produk China :mrgreen: )

Akang dibesarkan di lingkungan kalangan ekonomi rendah lho, jadi tahu mindset dan pola pikir mereka. Biasanya kelas ekonomi bawah, tukang ojek dsb lebih memilih produk yang sudah terbukti kehandalannya terutama dari merk Jepang daripada merk gak jelas macam TVS, dan pastinya milih yang secara model sesuai perkembangan terbaru. Alternatif lainnya adalah membeli motor second… Lain ceritanya kalau nih motor dibandrol di bawah 8 juta (tapi itu kayaknya gak mungkin),, terus TVS konsentrasi 100% fokus di motor murah dengan terus membangun 3S dan bisa menghilangkan image mocin.

Kayaknya orang-orang Product Planning TVS juga sudah tahu akan hal ini deh! terus apa ini pesanan orang2 Indihe sana tuk masarin nih motor di mari? Atau emang ada strategi lainkah? Kita simak aja bareng2 langkah TVS masbro 😉

Akang bersuara kaya gini bukan karena gak suka TVS, tapi hanya mau bilang bahwa konsumen kita layak mendapatkan yang lebih baik… Syukur2 kalau TVS Metro laku,, kalau gak laku dan misalnya dalam beberapa tahun gak beredar lagi bisa dipastikan masyarakat yang udah terlanjur membeli akan kesulitan mencari part-partnya,,, apalagi konsumen motor jenis ini adalah konsumen kelas bawah yang biasanya menggantungkan hidup mereka dari tunggangannya. kasian kan!

Lalu Apa Yang Harus Dilakukan TVS Indonesia?

Bukan TVS Metro ataupun RTR 180 ABS,, melainkan RTR 250FX

Desak TVS Pusat Masukin TVS RTR 250-fx ke Indonesia

`Leading manufacturer of high value of money`sebagai mission statement TVS tidak akan pernah terwujud apabila produk yang ditawarkan tidak mengerti akan keinginan konsumen. TVS memang berhasil mengembangkan TVS Tormax untuk pasar Indonesia tapi produk2 lainnya yang dijual di sini Akang nilai secara mentah-mentah mengambil platform motor dari India sana. Dalam hal ini Akang merasa perlu ada R&D khusus agar platform dari TVS pusat sana mengalami modifikasi agar bisa diterima masyarakat kita. Produk Jepang di India sana seperti FZ16 aka Byson dan Honda Dazzler aka Megapro bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat kita bukan semata karena Yamaha dan Honda tapi karena designnya cocok juga dengan orang Indonesia…

Bila Akang perhatikan di situsnya TVS India, rasa-rasanya gak ada satupun produk India yang bener2 bisa diterima di pasaran kita sekarang ini lho! Seandainya Apache RTR 180 ABS dimasukin ke Indonesia bahkan dengan pricing rendah sekalipun, Akang yakin gak bakalan laku tuh,,, Tapi ada satu varian yang menurut Akang bakal cukup diterima nih. TVS RTR 250-FX.

TVS RTR 250FX di Ajang Outo Expo 2012

TVS RTR 250FX memang baru sebatas diperkenalkan di Auto Expo 2012 di India sono, tapi Akang yakin kesiapan untuk diproduksi tidak lebih dari 6 bulan lagi (pengalaman sebagai manufactur engineer nih!) Apache RTR 180 mungkin lebih mudah masuk ke Indonesia dibanding RTR 250fx tapi berkaca dari Apache RTR 160 yang secara model 11-12 kayaknya penjualan RTR 180 juga bakal gitu2 aja… Sedikit rubahan pada RTR 250FX agar bisa dibuat on road dengan dua tipe yaitu seri dirtbike dan supermoto kayaknya bukan sesuatu hal yang sulit untuk ngaspal di mari IMHO 😉

Motor jenis ini kan segmented Kang? masa iya sih bakal laris nih RTR 250FX? memang benar kue motor ini sedikit hanya 2,600 perbulannya, tapi peminat motor ini biasanya bukan orang2 awam lho, tapi biasanya melek informasi! Apabila RTR 250FX dibuat model Dirtbike dan Supermoto dan dipasarkan pada level 20jt, Akang yakin Kawasaki KLX 150 dan Dtracker 150 bakal morat-marit tuh… Dari style jelas menurut Akang 250FX jauh lebih modis, dari power pun ya jelas mesin 150cc kawasaki yang inferior bakal kalah telak dari 250ccnya TVS…

Akang yakin sebagian pembeli KLX 150 dan Dtracker 150 tuh membeli produk tersebut karena memang tidak ada pilihan lain pada rentang harga tersebut,, paling ada pun produk china lagi dah!!!

Hallo, TVS Indonesia…. No to TVS Metro and Apache RTR 180,, say yes to TVS RTR250FX… 【Akang】

Advertisements

Kredit Harley Davidson cuma Rp. 440 ribu perbulan lho!

Motor Harley Davidson Sportster 883L Superlow keluaran terbaru 2012 bisa dikredit 440 ribu rupiah perbulan lho… Tapi bukan di Indonesia ya,,, melainkan di Jepang, Negeri yang sudah `gemah ripah loh jinawi` dimana warga yang kerjaannya -maaf-  cuma pelayan toko pun bisa memiliki moge Harley Davidson.

Harley Davidson xl883l superlow, di Jepang dikredit Rp 440 ribu/bulan

Harley Davidson mahal? kalau hal itu mah anak TK juga tahu :mrgreen: apalagi di Indonesia dengan adanya pajak barang mewah terhadap motor yang berkapasitas lebih dari 250cc menjadikan harga moge american style ini hampir 2x kali lipat dibanding harga di negara lain.. Tapi di Jepang hal itu nggak menjadikan Harley Davidson cuma bisa dimiliki orang2 berkantung tebal saja, pajak yang murah dan bunga kredit yang rendah menjadikan warga yang pendapatannya biasa saja pun bisa memiliki tunggangan mewah sekelas HD.

HD Jepang menjual Sportster XL 883L Superlow mulai dari 948,000 yen kalau dirupiahkan menjadi Rp 100.4 jt (kurs 1 yen = Rp 110) sedangkan harga produk yang sama di Indonesia adalah Rp 212 juta lho… Harga tersebut bisa dicicil sampai 150 bulan (12 tahun) dengan cicilan perbulannya 4,000 yen atau Rp 440 ribu,,, lumayan murah tapi lamaaaaa,, dah kaya kredit rumah aja tuh :mrgreen: Untuk model Sportster XL 1200X Forty-Eight yang menjadi model paling laris HD di Jepang 2011 lalu ditawarkan seharga 250.5 jt (di Indonesia 259jt 👿 ) bisa dicicil 150x dengan cicilan 5,000 yen atau Rp 550 ribu…

Harley Davidson Sportster XL1200X 48, Di Jepang dicicil 550ribu/bulan

Murah sih ya,, tapi masa ampe 150 bulan (12 tahun) apa gak bosen tuh? Kalau di Indonesia 12 tahun dan bisa ganti 3-4 motor tuh (dengan kredit tentunya :mrgreen: ) Untuk hal ini Akang cuma mau bilang kalau budaya berkendara dan karakter orang2 Jepang berbeda 180 derajat dibanding rider di Indonesia. Apabila di Indonesia motor sebagai kendaraan utama maka di Jepang motor sebatas hobi semata (kecuali scooter atau bebek ya..).

Karakter orang Jepang yang menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur dan budaya masa lalu, sejauh pengamatan Akang bukan tipe orang yang mudah bosan berbeda halnya dengan orang Indonesia.. Kebanyakan orang Indonesia motor hanya dimiliki 5-6 tahun saja, tapi kebanyakan orang Jepang memiliki motor dalam periode belasan tahun bahkan sampai jadi rongsokan lho! Orang Indonesia menganggap model lama adalah ketinggalan zaman dan lebih memilih model yang lebih fresh dan modern, tapi hal ini tidak berlaku bagi orang Jepang. Dengan mudah contoh ini bisa kita lihat dari tidak lakunya varian Thunder 125, digantikannya Megapro dengan New Megapro yang lebih stylish dan anggapan Tiger yang selalu dibilang model jadul harus segera diupdate, hal ini tidak berlaku di Jepang dimana model motor berbau klasik dengan shock yang masih stereo seperti CB400 dan CB 11000 masih digandrungi bahkan jadi top sales di JDM 2011. Makanya tidak aneh kalau HD berani memberikan fasilitas kredit sampai 150 bulan 😉 moreover Harley Davidson is timeless…

Bunga kredit yang hanya 3.9% pertahun menjadi kunci utama murahnya cicilan moge HD bandingkan dengan bunga kredit di Indonesia,,, Akang ampe males ngitungnya saking tinginya 👿 Dengan cicilan 4000 yen perbulan (Rp 440 ribu) menurut Akang bagi orang jepang nominal yang tidak berarti lho. Nih Akang ilustrasiin sebagai pembanding: makan di warteg paling murah atau beli makanan kotak di warung sekelas hypermart satu porsi tuh 400 yen, jadi 4000 yen itu tak lebih dari 10x jatah makan di warteg Jepang… Seandainya di Indonesia (misalnya di Jakarta) makan di warteg seharga 12 ribu, maka bebannya bila diilustrasikan bagi orang kita cicilan HD tuh seharga 120 ribu rupiah ( 10x jatah makan warteg) ..

Tingginya pajak barang mewah, tingginya bunga kredit, dan faktor rendahnya pendapatan masyarakat menjadikan HD hanya sekedar cita-cita saja buat masyarakat Indonesia ekonomi kelas menengah seperti Akang. 【Akang】

Harley Davidson Menjajah Jepang (JDM 2011)

Kali ini Akang ingin berbagi cerita tentang kisah pengembaraan Harley Davidson (HD) di Negeri Sakura selama tahun 2011 yang lalu,,, sekalian berbagi cerita tentang keadaan market Sepeda Motor di Negeri jepang. Pada artikel tentang Top Ten moge JDM 2011 bisa dilihat bahwa Harley Davidson bisa menembus rangking 10 besar melalui wakilnya HD Sportster 48 yang duduk di peringkat enam dengan jumlah penjualan menembus 1,230 unit… Tapi ternyata bukan hanya itu saja lho prestasi pabrikan motor Amrik ini, dari segi penjualan HD sudah melampaui Yamaha, Kawasaki dan Suzuki… Bahkan terpaut tidak terlalu jauh dari pimpinan klasemen Honda lho…

Harley Davidson Sportster 48

1. Japanese Domestic Market 2011

Berdasarkan informasi di majalah nirinsha sinbun yang Akang baca di kantor, total penjualan motor moge 251cc ke atas selama 2011 kemarin sebanyak 53,009 unit.. turun dibandingkan tahun 201o yang mencapai 58,108 unit. Dari 4 nama pabrikan domestik yang detail penjualannya ditampilkan di koran tersebut, hampir semua pabrikan mengalami penurunan kecuali Kawasaki yang justru mengalami kenaikan penjualan 30.5%… Lebih lengkapnya biarlah grafik yang berbicara 😉

Data Penjualan 250cc ke atas Japanese Domestic Market 2011 dan 2010

Bagi yang sulit membayangkan dengan angka2 di atas,,, Akang buatin nih grafiknya biar gampang dimengerti,,, keliatan kan perbandingannya :mrgreen:

Grafik Data Penjualan JDM 2011-2010

Akang gak mau banyak bicara nih,, dah pada ngerti lah,,,, Jagoan Akang pabrikan Yamaha kalah telak nih,, hikksss…

2. Posisi Pabrikan Non-Jepang di JDM 2011

Semua detail penjualan yang dicantumkan di nirinsha sinbun hanyalah empat pabrikan Jepang yaitu Honda, Yamaha, Suzuki dan kawasaki sementara pabrikan luar Jepang tidak disebutkan secara rinci, korannya pun Akang gak sempet baca, maklum kerja di Jepang gak kaya di Endonesia tercinta dimana kalau ada waktu senggang bisa baca koran,,, di sini mah orang gak ada kerja juga pada pura-pura sibuk,, malu banget kalau diliatin orang gak ada kerjaan :mrgreen: Oleh karena itu karena penasaran Akang cari referensi penjualan2 motor non-Jepang selama 2011, dan akhirnya Akang dapatkan dari situs Japan Automobile Importer Asociation (JAIA)… Berikut datanya…

Penjualan pabrikan non-Jepang JDM 2011

dan ternyata,, Jreeeeeeeeeeeng…. Terlihat Harley Davidson mantap di posisi pertama penjualan pabrikan non-Jepang masbro! Share sebanyak 59.6% dengan total 11,002 unit terjual selama 2011. bila angka itu Akang bandingkan dengan penjualan kuda besi empat samurai Jepang terlihat bahwa HD nongkrong di urutan ke-2 hanya kalah dari Honda saja yang berhasil melego 11.890 unit sepeda motornya… hanya selisih 888 unit saja (wah angka cantik,, triple eight :mrgreen:)

Terlihat ada sedikit perbedaan data dimana di nirinsha sinbun disebutkan data pabrikan di luar Honda Kawasaki Yamaha dan Suzuki berjumlah 19,173 unit tapi yang Akang dapat dari JAIA hanya 18,466 unit,,, gak tahu ah,, males neliti lebih lanjut..

Akang coba kombinasikan data nirinsha sinbun dan JAIA dan diperoleh pembagian market JDM 2011 sbb,,,

Harley Davidson Posisi ke-2 setelah Honda,,, wowww!!!

Dengan Motor Cruisernya HD berhasil menduduki posisi runner-up JDM masbro,,, terus terang Akang terkejut banget… ternyata di negara asalnya sendiri tiga dari empat samurai roda-dua bertekuk lutut dihadapan Harley Davidson… Apakah ini ada kaitannya dengan tingkat usia rider di Jepang yang didominasi rider berusia lebih dari 40tahun yang sampai 65%, apa ada hubungannya dengan selera orang Jepang yang menyukai motor beraroma klasik/retro,,, atau bahkan ada hubungannya dengan budaya di Jepang akhir2 ini dimana hal-hal yang berbau Amerika sangat digemari,,, entahlah  【Akang】

Top 10 Moge Jepang 2011 (JDM 250cc~)

Just want to share.. Ini nih Top 10 motor terlaris di Jepang 2011 untuk kelas moge di atas 250cc.. Ditulis berurutan berdasarkan jumlah penjualan ya 😉

1. CB 400 SB/SF (terjual sebanyak 2,948 unit)

CB 400 SF (atas) dan CB 400 SB (bawah)

2. CB 1100 (Dari tipe ABS dan Non-ABS total terjual 2,283 unit)

3. Kawasaki Ninja 400R/ER-4N (terjual sebanyak 1,968 unit)

4. Kawasaki W800 (terjual sebanyak 1867 unit)
5. CB 1300 SB/SF/ST (terjual sebanyak 1.439 unit)

CB 1300 SB (kiri) dan CB 1300 ST (kanan)

6. Harley Davidson 48 (terjual sebanyak 1.230 unit)

7. Kawasaki Ninja 1000 ABS (terjual sebanyak 1.093 unit)
8. Kawasaki Ninja 1000 (terjual sebanyak 828 unit)

9. Suzuki Hayabuza 1300 (terjual sebanyak 821 unit)

10 Suzuki Bandit 1250 (terjual sebanyak 796 unit)
Suzuki Bandit 1250 F (kiri) Suzuki Bandit 1250 S (kanan) Suzuki Bandit 1250 naked (bawah)

lalu dimana jagoan Akang si Yamaha FZ1,,, ada di urutan 28 ternyata,, terjual hanya 362 unit.. 👿 【Akang】

Kasian nih FZ1,,, model keren kaya gini kalah sama model klasik CB 1300

Orang Jepang Touring dengan Supermoto dan Dirt Bike

Kali ini Akang ingin bercerita tentang kebiasaan orang Jepang touring menggunakan supermoto dan motor trail. Akang sendiri pada pertengahan November 2009 pernah merasakan langsung touring dibonceng motor trail Yamaha Serow 125cc…

Akang dan Orang Jepang,,, Photo Touring ke Sizuoka 10 November 2009

Di Jepang touring pada umumnya hanya dilakukan pada musim semi dan musim gugur. Di tengah kesibukan kerjaan yang padat dan pergantian 4 musim dalam setahun membuat aktivitas touring adalah sesuatu yang sangat dinantikan para biker pecinta touring di Jepang. Berbeda dengan Indonesia dimana aktivitas touring hampir bisa dilakukan kapan saja kecuali hujan ya,, :mrgreen: berikut gambaran 4 musim di Jepang dan kecocokannya dengan perjalanan touring.
1. Musim dingin (januari-Maret) = Dingin banget
2. Musim semi (April-Juni) = Cuaca adem, cocok buat touring
3. Musim panas (juli-September) = panas dengan kelembapan tinggi, pokoknya tersiksa banget kalau toring deh!
4. Musim gugur (Okt-Desember) = Cuaca adem, cocok buat jalan-jalan jauh!
Untuk pemakaian harian ngantor atau belanja ke minimarket sebelah rumah perbedaan musim tidak menjadi halangan. Tapi untuk touring perjalanan jauh pada waktu2 yang sulit yang Akang sebutin di atas umumnya gak dilakuin.

Touring dengan supermoto dan motor trail adalah salah satu kebudayaan rider Jepang. Beraneka ragamnya jenis motor yang mengaspal di Jepang membuat para rider leluasa memilih tunggangan sesuai keinginan mereka salah satunya motor supermoto dan trail si garuk tanah dan tentu saja si kuda besi pilihannya tersebut menjadi partner setia di kala touring.

Touring para motor garuk tanah di Jepang, Kawasaki KLX250, Yamaha Serow 250, dan Suzuki Djebel 250 (gak ada Honda garuk tanah 😀 )

Gambar-gambar diatas akang ambil dari http://okirakubull.blog56.fc2.com dimana touring dilakukan pada bulan April agenda touring satu hari. Coba perhatikan ktiga motor di atas, semuanya adalah tipe motor trail si garuk tanah, mereka tidak canggung untuk membawa kuda besi tukang kotor2an ini untuk touring. Untuk membawa perlengkapan touringnya pengendara Suzuki Djebel (kanan) tampak membawa ransel gendong, rider KLX 250 (kiri) mengikatkan touring bag di ekor si hijau, dan yang paling extrem tentunya si Yamaha Serow 250 yang ditempelin box,,, wkwkwk dah kaya motor pure touring aja!

Ketiga motor diatas hanya untuk touring bolak-balik sehari aja dimana kebutuhan yang dibawa hanya kotak makan bento saja (untuk makan siang). Tapi gimana kalau touringnya berhari-hari seperti yang dilakukan bro Rialhamzah atau bro Haryowidodo di Indonesia? berikut nih salah satu penampakan motor garuk tanah spesial long trip yang Akang ambil dari blog neosoya.sakura.ne.jp ketika yang punya blog touring sekeluarga ke Hokkaido.

Garuk Tanah KLX250 dan Serow Touring Jarak Jauh

Mantap bukan? kalau di Indonesia penampakan kaya gini banyak banget kalau musim mudik nih :mrgreen: Begitu juga dengan supermoto yang gak mau kalah fungsional dari si garuk tanah, banyak juga yang dipakai long touring! salah satu ceritanya Akang peroleh dari blogger rider masterfm.cocolog-nifty.com yang touring selama 12 hari menempuh perjalanan 3.200 km dan menghabiskan 115 liter bahan bakar…

D-Tracker 250 Long Trip Touring - Dah kaya mau pulang kampung atau motor jualan donat aja ya 😀

Sekian cerita hari ini,,,, sengaja Akang tampilin KLX 250 dan D-Tracker dari Kawasaki karena motor ini juga dijual di Indonesia. Sebenernya banyak cerita-cerita touring para rider dirtbike pabrikan2 lain, tapi kayaknya KLX 250 dan D-Tracker sudah cukup mewakili gambaran para petouring dirtbike dan supermoto di negeri sakura… 【Akang】

 

Panduan Ringan Mengenal Spesifikasi Mesin Bagian II : Sekilas Tentang DOHC dan SOHC

Artikel ini Akang tulis lanjutan dari artikel panduan ringan mengenal spek mesin bagian pertama yang sudah sekilas membahas tentang bore x stroke dan rasio kompresi… Langsung aja deh ke pokok bahasan..

SOHC (Single Overhead Camshaft) adalah engine yang menggunakan single camshaft (satu poros), sedangkan DOHC (double overhead camshaft) adalah engine yang menggunakan double camshaft (poros ganda) untuk menggerakan intake valve dan exhaust valve. Lebih jelasnya liat gambar di bawah ya,,, biarlah gambar yang bercerita!

sohc 2-valve (kiri) dan dohc 4-valve (kanan)

DOHC merupakan teknologi pengembangan dari SOHC, tapi tidak bijak bila kita bilang bahwa mesin dohc lebih baik dibanding sohc ataupun sebaliknya, karena kedua jenis mesin dirancang dengan tujuan yang berbeda. Secara teknologi sohc dan dohc berhubungan langsung dengan jumlah camshaft yang mengakibatkan perbedaan jumlah katup (intake dan exhaust valve) dan kecepatan buka tutup katup (selanjutnya Akang tulis valve ya!!).

Pada mesin sohc yang hanya digerakan dengan satu poros, jumlah valve yang mampu digerakan lebih sedikit dari dohc, Satu chamshaft pada sohc menggerakan intake valve dan exhaust valve sekaligus sedangkan, sedangkan pada dohc yang memiliki 2 camshaft intake dan exhaust valve digerakkan oleh dua camshaft yang berbeda.. Pada umumnya satu  camshaft didesign untuk menggerakan 2 valve (tergantung besarnya kapasitas mesin) sehingga pada mesin sohc jumlah valve biasanya hanya ada 2, satu intake dan satu exhaust valve (ada juga sohc dengan 4 valve tapi dengan kontruksi mesin lebih rumit seperti Vixion dan Jupiter MX)… pada mesin dohc dengan 2 camshaftnya, valve yang digerakan 2x jumlah valve pada sohc makanya bisa sampe 4 valve (2 intake valve dan 2 exhaust valve).. 【Akang】

Apa bedanya mesin 2 Valve dengan 4 Valve? (Soalnya dari tadi ngomongin valve mulu, Akang yakin beberapa dari masbro gak ngerti akan hal ini :mrgreen: )

1.Intake 2.Kompresi 3.Bakar 4.Buang

Sebelum ngomongin valve masbro harus tahu dulu cara mesin kerja mesin 4-langkah, yang secara sederhana keempat langkah tersebut adalah ①masuknya udara+bahan bakar ke ruang bakar, ② proses kompresi, yaitu dimampatkannya udara+bahan bakar yang dimasukan ③Pembakaran, terjadi dengan triger dari spark plug ④ Proses buang/exhaust, yaitu pembuangan hasil pembakaran di ruang bakar ((Inget2 lagi ya intake, kompres, bakar, buang/exhaust.. ))

Valve ini berfungsi mengatur masukan udara+bahan bakar pada proses ①intake, dan mengatur keluaran hasil pembakaran pada proses ④exhaust.. Apabila jumlah valve lebih banyak maka sirkulasi ruang bakar menjadi lebih baik. Pada dohc dengan 2 intake valve dan 2 exhaust valve (lihat lagi gambar di atas!) udara+bahan bakar masuk melalui dua lubang dengan cepat mengisi ruang bakar secara seragam dan keluar melalui 2 lubang exhaust dengan cepat pula, ini berbeda dengan mesin sohc dengan satu intake dan satu exhaust valve, aliran yang masuk/keluar ruang bakar terpusat dari satu saluran saja dan biasanya lebih kecil dibanding luas 2 lubang intake/exhaust pada dohc,,, makanya kecepatan pengsian/pengeluaran pada ruang bakar ini berpengaruh langsung pada siklus mesin 4-tak keseluruhan, makin cepat ruang bakar diisi dan hasil bakaran dibuang maka makin cepat siklus 4-langkah,, artinya makin cepet nih mesin berputar.. Karakteristik inilah sebagian orang menyebut mesin dohc sebagai mesin berotasi tinggi (mesin high rpm) dan sohc mesin low rpm ..

Sejauh yang Akang tahu kelebihan utama dohc terhadap sohc adalah ketersediaanya area mesin yang cukup untuk dilakukan pengembangan pada sistem buka/tutup katup, misalnya teknologi Variable Valve Timing and Lift Electronic Control (VTEC). Sistem kontrol buka/tutup katup untuk berbagai putaran mesin ini tidak bisa dilakukan pada sohc karena kecilnya ruang tersedia pada area mesin..

Mesin DOHC biasanya dirancang overbore memanfaatkan cepatnya siklus mesin dengan meminimalkan panjang stroke. Untuk mesin dengan cc yang sama dengan sohc,, dohc bisa didesain dengan stroke yang lebih pendek sehingga dimensi bore/diameter ruang bakar bisa semakin luas tentunya,, jumlah masukan jadi jauh lebih besar dari sohc. Tapi tentunya ada kelemahan, karena siklus mesin terjadi dengan cepat maka torsi yang dihasilkan lebih rendah ketimbah sohc yang biasanya berkarakter overstroke..

Kalau masbro baca baik2 penjelasan Akang di atas pasti balik nanya gini nih,,, Kenapa pada sohc total luas lubang intake/exhaust lebih kecil ketimbang dohc,, dibuat gede aja gak bisa ya? Bisa aja sih masbro,, tapi apabila lubang intake/exhaust diperbesar maka ukuran valve juga semakin besar pula dan berakibat pada bertambah besarnya beban inersia valve tersebut, bahkan beban inersia ini lebih besar dibandingkan dua valve pada dohc dengan ukuran yang sama… ya intinya semakin sulit camshaft gerakin tuh valve masbro!  (yang gak ngerti beban inersia pasti suka bolos ketika pelajarn Fisika SMA :mrgreen: )

SOHC pun ada juga yang berkarakter high rpm dan DOHC pun ada juga yang berkarakter low rpm. Contoh dari pernyataan Akang ini adalah mesin sohc 125cc pada Honda  CS-1 dan cbr125 (konon mesinnya sama, cs-1 5-percepatan sedangkan cbr125 6-percepatan) yang menghasilkan tenaga maksimal pada 10,000 rpm,, padahal kakaknya cbr 250r dengan dohc 250cc menghasilkan power tertinggi di putaran 8,500 rpm lho… Kita gak bisa menyebutkan bahwa mesin yang mencapai rpm lebih tinggi  adalah mesin yang lebih baik, atau dohc lebih baik dari sohc karena struktur dan performance mesin dirancang berdasarkan kebutuhan design berbeda…

SOHC ada yang 4 valve per-silindernya lho! Seperti telah Akang sebutkan di atas ada sohc yang dirancang dengan 4 valve (2 intake dan 2 exhaust) seperti Yamaha Vixion, Jupiter MX di Indonesia yang memiliki basis design yang sama dengan YZF-R125..


Mesin Jupiter-MX (kiri) dan struktur SOHC 4-valve (kanan)
sumber photo Jupiter-MX fncounter.wordpress.com

Dibanding sohc 2 valve, sohc 4 valve secara umum memiliki performance yang lebih baik karena jumlah intake/exhaust valve lebih banyak sehingga mesin mampu beroperasi pada rpm yang lebih tinggi. Sebagai contoh ya motor satu pabrikan 150cc Yamaha Vixion dengan Yamaha Byson. Vixion dan Byson dengan dimensi bore x stroke yang hampir sama memiliki karakteristik yang berbeda, terlepas dari ratio gearbox kedua motor Vixion dengan sohc 4 valve mengeluarkan tenaga terbaik 15 ps dan top speed mencapai lebih dari 125km/jam pada 8,500 rpm sedangkan Byson dengan sohc 2 valve tenaga puncak 13.7 ps hanya mampu mencapai speed kurang dari 115 km/jam pada 7,500 rpm,,, terlihat sohc 2 valve byson 1,000 rpm lebih rendah dibanding sohc 4-valve Vixion… 【Akang】

Panduan Ringan Mengenal Spesifikasi Mesin

Sebenernya banyak blogger yang mungkin sudah membahas tema artikel yang Akang ulas kali ini (misalnya tmc dan mind genesis), ya sekedar mengingatkan kembali dan mungkin bisa menjadi panduan ringan para pemula calon pembeli motor pemula yang tidak mengerti apapun tentang spesifikasi mesin.

Akang sertakan contoh spesifikasi engine 4-tak motor-motor 150cc yang ada di Indonesia diantaranya Yamaha Vixion, Yamaha Byson, Honda New Megapro, Honda All  New CBR150R (Semua spesifikasi diambil dari situs resmi masing2 pabrikan Januari 2012)

1. Bore dan Stroke
Bore adalah diameter silinder blok mesin, sedangkan Stroke adalah jarak pergerakan silinder dalam blok mesin (untuk lebih jelas silakan liat gambar).  Dari penjelasan dimensi bore dan stroke kita dapat menghitung kapasitas mesin dengan rumus volume silinder yang dipelajari saat Sekolah Dasar :mrgreen:,
Kapasitas mesin (cc) = Luas Silinder x Panjang Stroke

Kenapa kita perlu mengenal spesifikasi bore dan stroke Kang?  Dengan mengenal spek bore dan stroke kita bisa mengenal karakter performance si kuda besi, apakah berkarakter overbore atau overstroke. Karakter mesin Overbore dimana panjang bore lebih panjang daripada panjang stroke, power motor muncul terutama saat putaran mesin tinggi. Ini disebabkan panjang pergerakan naik turun piston lebih cepat karena jarak stroke yang pendek.  Untuk Mesin Overstroke dimana panjang stroke lebih panjang atau relatif sama panjang dengan panjang bore maka dipastikan performance mesin dirancang untuk mengeluarkan kemampuannya di putaran mesin rendah sampai menengah.

Perhatikan karakteristik beberapa motor berdasarkan panjang bore dan stroke pada tabel di bawah (tanpa memperhatikan struktur sohc atau dohc yang akan Akang bahas di artikel berikutnya). Pada Mesin overbore cbr 150r dan Satria FU power tertinggi diperoleh pada putaran 10,500 rpm dan 9,500 rpm, cocoknya dipakai di sirkuit untuk balapan.. Sedangkan pada moter overstroke seperti Vixion tenaga tertinggi diperoleh pada putaran lebih rendah 8,500 rpm, cocoknya buat harian di kepadatan lalulintas dan stop n go lampu merah.

Bila dilihat dari kemampuan membawa beban (torsi) karakteristik mesin overbore relatif lebih rendah dibanding mesin overstroke, liat aja deh si cbr 150 cuma 12.66 Nm lebih rendah dibandingkan Byson, Vixion, dan Megapro… Artinya bila ada cbr 150 dan New Megapro antri di lampu merah, dengan posisi start sama2 dari gigi netral dari kondisi mesin idle si Megapro bisa langsung ngacir duluan ketimbang cbr 150,,, apalagi kalau kedua motor dibandingkan saat boncengan :mrgreen:

Karakteristik performance motor 150cc di Indonesia

2. Pengertian Rasio Kompresi
Compretion ratio adalah perbandingan volume ruang bakar mesin keseluruhan (volume saat piston berada di posisi terbawah) dengan Volume ruang kompresi (volume saat piston berada pada posisi teratas) . Gak ngerti juga? ckckck, liat gambar deh 😛

Secara umum semakin tinggi perbandingan kompresi maka performance motor akan semakin tinggi. Perlunya mengetahui kompresi rasio tunggangan agar masbro tahu jenis bbm apa yang harus diminum si kuda besi. Untuk rasio komresi lebih rendah dari 9.0:1 cukup diisi dengan premium biasa (Research Octan Number/RON 88) tapi apabila kompresi mesin lebih dari 9.0:1 diharuskan meminum pertamax 92 atau di atasnya.. Bahan bakar premium biasa apabila tercampur dengan udara dan dikompresi dengan tekanan tinggi maka akan terbakar secara spontan, pada mesin rasio kompresi rendah campuran udara dan bensin ini tidak akan terbakar secara spontan dan hanya terbakar apabila ada percikan spark plug, tetapi apabila bahan bakar premium digunakan pada mesin dengan rasio kompresi yang tinggi maka campuran udara dan bahan bakar akan terbakar spontan sebelum ada percikan dari spark plug,,, Inilah yang disebut gejala detonasi… hal ini menyebabkan piston akan mudah jebol masbro!

Weleh, weleh... pertamax semua 😀

Ngeri ya sampai segitunya tuh piston!!! (http://www.sacskyranch.com)

Sekian dulu ya,,, cape ngetiknya 😛 …..【Akang】

Next Artikel
1. Pengertian ringkas sohc dan dohc
2. sohc 4 valve dan dohc 4 valve,, mana yang lebih baik?