Daily Archives: January 15, 2012

Orang Jepang Touring dengan Supermoto dan Dirt Bike

Kali ini Akang ingin bercerita tentang kebiasaan orang Jepang touring menggunakan supermoto dan motor trail. Akang sendiri pada pertengahan November 2009 pernah merasakan langsung touring dibonceng motor trail Yamaha Serow 125cc…

Akang dan Orang Jepang,,, Photo Touring ke Sizuoka 10 November 2009

Di Jepang touring pada umumnya hanya dilakukan pada musim semi dan musim gugur. Di tengah kesibukan kerjaan yang padat dan pergantian 4 musim dalam setahun membuat aktivitas touring adalah sesuatu yang sangat dinantikan para biker pecinta touring di Jepang. Berbeda dengan Indonesia dimana aktivitas touring hampir bisa dilakukan kapan saja kecuali hujan ya,, :mrgreen: berikut gambaran 4 musim di Jepang dan kecocokannya dengan perjalanan touring.
1. Musim dingin (januari-Maret) = Dingin banget
2. Musim semi (April-Juni) = Cuaca adem, cocok buat touring
3. Musim panas (juli-September) = panas dengan kelembapan tinggi, pokoknya tersiksa banget kalau toring deh!
4. Musim gugur (Okt-Desember) = Cuaca adem, cocok buat jalan-jalan jauh!
Untuk pemakaian harian ngantor atau belanja ke minimarket sebelah rumah perbedaan musim tidak menjadi halangan. Tapi untuk touring perjalanan jauh pada waktu2 yang sulit yang Akang sebutin di atas umumnya gak dilakuin.

Touring dengan supermoto dan motor trail adalah salah satu kebudayaan rider Jepang. Beraneka ragamnya jenis motor yang mengaspal di Jepang membuat para rider leluasa memilih tunggangan sesuai keinginan mereka salah satunya motor supermoto dan trail si garuk tanah dan tentu saja si kuda besi pilihannya tersebut menjadi partner setia di kala touring.

Touring para motor garuk tanah di Jepang, Kawasaki KLX250, Yamaha Serow 250, dan Suzuki Djebel 250 (gak ada Honda garuk tanah πŸ˜€ )

Gambar-gambar diatas akang ambil dari http://okirakubull.blog56.fc2.com dimana touring dilakukan pada bulan April agenda touring satu hari. Coba perhatikan ktiga motor di atas, semuanya adalah tipe motor trail si garuk tanah, mereka tidak canggung untuk membawa kuda besi tukang kotor2an ini untuk touring. Untuk membawa perlengkapan touringnya pengendara Suzuki Djebel (kanan) tampak membawa ransel gendong, rider KLX 250 (kiri) mengikatkan touring bag di ekor si hijau, dan yang paling extrem tentunya si Yamaha Serow 250 yang ditempelin box,,, wkwkwk dah kaya motor pure touring aja!

Ketiga motor diatas hanya untuk touring bolak-balik sehari aja dimana kebutuhan yang dibawa hanya kotak makan bento saja (untuk makan siang). Tapi gimana kalau touringnya berhari-hari seperti yang dilakukan bro Rialhamzah atau bro Haryowidodo di Indonesia? berikut nih salah satu penampakan motor garuk tanah spesial long trip yang Akang ambil dari blog neosoya.sakura.ne.jp ketika yang punya blog touring sekeluarga ke Hokkaido.

Garuk Tanah KLX250 dan Serow Touring Jarak Jauh

Mantap bukan? kalau di Indonesia penampakan kaya gini banyak banget kalau musim mudik nih :mrgreen: Begitu juga dengan supermoto yang gak mau kalah fungsional dari si garuk tanah, banyak juga yang dipakai long touring! salah satu ceritanya Akang peroleh dari blogger rider masterfm.cocolog-nifty.com yang touring selama 12 hari menempuh perjalanan 3.200 km dan menghabiskan 115 liter bahan bakar…

D-Tracker 250 Long Trip Touring - Dah kaya mau pulang kampung atau motor jualan donat aja ya πŸ˜€

Sekian cerita hari ini,,,, sengaja Akang tampilin KLX 250 dan D-Tracker dari Kawasaki karena motor ini juga dijual di Indonesia. Sebenernya banyak cerita-cerita touring para rider dirtbike pabrikan2 lain, tapi kayaknya KLX 250 dan D-Tracker sudah cukup mewakili gambaran para petouring dirtbike dan supermoto di negeri sakura… 【Akang】

Β 

Advertisements