Daily Archives: January 24, 2012

Yang Diterima Konsumen Kita Bukan TVS Metro ataupun Apache RTR 180 ABS Tapi RTR 250FX

Artikel ini Akang tulis setelah membaca dua artikel blogger kondang Triatmono (dikenal dengan sebutan Mas Tri) dan proud2ride (P2R) dimana keduanya memiliki dua pandangan yang bertolak belakang mengenai TVS Metro yang konon akan diperkenalkan ke Indonesia. Mas Tri berpendapat bahwa selera orang Indonesia tuh priyayi, si Metro bakalan susah diterima masyarakat Indonesia,,, sedangkan P2R berpendapat bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan kendaraan roda dua yang murah dan terjangkau di bawah 10jt. Lalu gimana Pendapat Akang???

Sumber gambar : TMC blog

`Masukin TVS Metro? Product Planning TVS Indonesia Payah atau Pesanan Indihe nih!?`

Coba masbro liat photo di atas? Apa kira-kira masuk selera orang Indonesia sekarang ini? Akang jungkir balik nilai nih motor dan coba evaluasi dari sudut orang2 dengan level pengasilan ekonomi kelas bawah tetep aja gak bisa nemuin titik terang si Metro 100cc ini bakal diterima di pasar Indonesia.

Dilihat dari segi model motor, orang Indonesia tuh seleranya terbawa dengan arus zaman, gampang bosen dengan yang lama dan lebih menyenangi model baru. Bisa dibilang TVS Metro ini bertampang jadul dan aneh, bukan klasik yang eksotis,,, terbukti model2 kaya gini sudah mulai dilupakan, contohnya si Thunder 125 sekarang sudah tidak laku di pasaran kan,,, padahal harganya kompetitif dibandingkan motor bebek lho!

Dari segi performance pun meskipun berbentuk motor sport tapi mesinnya masih 100cc, tenaga yang dihasilkan tidak lebih dari 5.5 kW dan torsi 7.5 Nm, sebagai pembanding Mio sporty aja yang notabene skuter matic dirancang buat kaum hawa tenaganya 6.14 kW dan torsi 7.84Nm.. Dipake ngojek juga gak ada tenaganya lho! Apa yang mau dibanggain dari nih motor…

Konsumen yang dituju kelas mana sih? Apakah bisa nih motor dibandrol di bawah 10 juta? itu yang jadi tanda tanya Akang. Masyarakat kelas ekonomi bawah pun kayaknya ragu meminang nih motor dimana imagenya `murah` diartikan murahan, gampang rusak, dan TVS masih dianggap merk China.. (seriusan nih,, Akang aja 2 tahun yang lalu nganggap TVS tuh produk China :mrgreen: )

Akang dibesarkan di lingkungan kalangan ekonomi rendah lho, jadi tahu mindset dan pola pikir mereka. Biasanya kelas ekonomi bawah, tukang ojek dsb lebih memilih produk yang sudah terbukti kehandalannya terutama dari merk Jepang daripada merk gak jelas macam TVS, dan pastinya milih yang secara model sesuai perkembangan terbaru. Alternatif lainnya adalah membeli motor second… Lain ceritanya kalau nih motor dibandrol di bawah 8 juta (tapi itu kayaknya gak mungkin),, terus TVS konsentrasi 100% fokus di motor murah dengan terus membangun 3S dan bisa menghilangkan image mocin.

Kayaknya orang-orang Product Planning TVS juga sudah tahu akan hal ini deh! terus apa ini pesanan orang2 Indihe sana tuk masarin nih motor di mari? Atau emang ada strategi lainkah? Kita simak aja bareng2 langkah TVS masbro πŸ˜‰

Akang bersuara kaya gini bukan karena gak suka TVS, tapi hanya mau bilang bahwa konsumen kita layak mendapatkan yang lebih baik… Syukur2 kalau TVS Metro laku,, kalau gak laku dan misalnya dalam beberapa tahun gak beredar lagi bisa dipastikan masyarakat yang udah terlanjur membeli akan kesulitan mencari part-partnya,,, apalagi konsumen motor jenis ini adalah konsumen kelas bawah yang biasanya menggantungkan hidup mereka dari tunggangannya. kasian kan!

Lalu Apa Yang Harus Dilakukan TVS Indonesia?

Bukan TVS Metro ataupun RTR 180 ABS,, melainkan RTR 250FX

Desak TVS Pusat Masukin TVS RTR 250-fx ke Indonesia

`Leading manufacturer of high value of money`sebagai mission statement TVS tidak akan pernah terwujud apabila produk yang ditawarkan tidak mengerti akan keinginan konsumen. TVS memang berhasil mengembangkan TVS Tormax untuk pasar Indonesia tapi produk2 lainnya yang dijual di sini Akang nilai secara mentah-mentah mengambil platform motor dari India sana. Dalam hal ini Akang merasa perlu ada R&D khusus agar platform dari TVS pusat sana mengalami modifikasi agar bisa diterima masyarakat kita. Produk Jepang di India sana seperti FZ16 aka Byson dan Honda Dazzler aka Megapro bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat kita bukan semata karena Yamaha dan Honda tapi karena designnya cocok juga dengan orang Indonesia…

Bila Akang perhatikan di situsnya TVS India, rasa-rasanya gak ada satupun produk India yang bener2 bisa diterima di pasaran kita sekarang ini lho! Seandainya Apache RTR 180 ABS dimasukin ke Indonesia bahkan dengan pricing rendah sekalipun, Akang yakin gak bakalan laku tuh,,, Tapi ada satu varian yang menurut Akang bakal cukup diterima nih. TVS RTR 250-FX.

TVS RTR 250FX di Ajang Outo Expo 2012

TVS RTR 250FX memang baru sebatas diperkenalkan di Auto Expo 2012 di India sono, tapi Akang yakin kesiapan untuk diproduksi tidak lebih dari 6 bulan lagi (pengalaman sebagai manufactur engineer nih!) Apache RTR 180 mungkin lebih mudah masuk ke Indonesia dibanding RTR 250fx tapi berkaca dari Apache RTR 160 yang secara model 11-12 kayaknya penjualan RTR 180 juga bakal gitu2 aja… Sedikit rubahan pada RTR 250FX agar bisa dibuat on road dengan dua tipe yaitu seri dirtbike dan supermoto kayaknya bukan sesuatu hal yang sulit untuk ngaspal di mari IMHO πŸ˜‰

Motor jenis ini kan segmented Kang? masa iya sih bakal laris nih RTR 250FX? memang benar kue motor ini sedikit hanya 2,600 perbulannya, tapi peminat motor ini biasanya bukan orang2 awam lho, tapi biasanya melek informasi! Apabila RTR 250FX dibuat model Dirtbike dan Supermoto dan dipasarkan pada level 20jt, Akang yakin Kawasaki KLX 150 dan Dtracker 150 bakal morat-marit tuh… Dari style jelas menurut Akang 250FX jauh lebih modis, dari power pun ya jelas mesin 150cc kawasaki yang inferior bakal kalah telak dari 250ccnya TVS…

Akang yakin sebagian pembeli KLX 150 dan Dtracker 150 tuh membeli produk tersebut karena memang tidak ada pilihan lain pada rentang harga tersebut,, paling ada pun produk china lagi dah!!!

Hallo, TVS Indonesia…. No to TVS Metro and Apache RTR 180,, say yes to TVS RTR250FX… 【Akang】

Advertisements