Monthly Archives: March 2012

KTM Duke 200 Sudah Siap Ngaspal di Jepang Harga 489 ribu yen

Duke 200 di Jepang dah siap dipinang nih masbro,,,, 489,000 yen atau bila dirupiahkan diperoleh angka 53.8 jt (asumsi kurs 1 yen = 110 rupiah) sungguh angka fantastis bila dibandingkan dengan harga di negeri produksi asalnya India yang tidak lebih dari Rp 24jt saja (kurang 130 ribu rupe)… Harga Duke 200 ini lebih mahal 49ribu yen (Rp 5.4 jt) dari Duke 125 yang sudah duluan mengaspal di Jepang. Penasaran? silakan kunjungi situsnya ktm di jepang sini, tp kalau pusing baca kanji gak ditanggung ya :mrgreen:

Penampakan KTM Duke 200 di situs KTM Japan

Masih mengharapkan KTM Duke masuk Indonesia dengan harga dibawah 40jt? hahaha Mimpiiii! Bagi Akang sendiri value KTM Duke 200 bila dibandingkan dengan model motor New Megapro dan Byson sebagai benchmark maka si Bangsawan tersebut gak boleh kurang dari 35juta,, (silakan baca artikel Akang yang ini!) Beli sesuai saku dan kebutuhan aja masbro,,, pengen yang praktis dan murah ya skutik entri level (mio-j, spacy, nex) mau motor laki yang murah ya beli Thunder 125, ada duitnya 20jt ya beli si byson atau NMP…

bagi yang gak tahu spek Duke 200 ini,,, berikut spek performance mesinnya
Engine                  : dohc 4 valve, water cooler, single silinder
Kapasitas mesin : 199.5 cc
BorexStroke        : 72 x 49 mm
Max Power          : 26 ps (19kW)/10,000 rpm
Max Torque        : 20Nm/8,000 rpm
Kompresi            : 11.5 : 1
Transmisi           : 6 percepatan
Berat                   : 126 kg
Ukuran Ban      : 110/70R-17; 150/60R-17
Ukuran Wheel   : depan 3 inch, belakag 4 inch
Kapasitas tanki : 11.0 liter
tinggi jok            : 810 mm

【Akang】

Feel Berkendara Moge DOHC Multisilinder Memang Beda!!!

Ini share pengalaman Akang yang biasanya hanya naik motor bebek sohc 115cc atau paling banter naik motor sport sohc 200cc terus pertama kalinya naik motor Yamaha XJR 400cc dohc 4-silinder.. Weww. Kaya gimana sih bedanya, nih ceritanya…

Salah satu motor yang Akang tunggangi semasa 4l@y Supra-X 2003 (sumber gambar bejubel.com)

Pada zaman sma sewaktu masih alay, Akang pernah memiliki Supra-X 2003 danJupiter-Z 2003 (sebenernya punya ortu sih :mrgreen: ) Kemudian pergi berkelana ke Bandung jadi mahasiswa dengan menumbalkan kedua tunggangan untuk biaya kuliah,,, dan selama mahasiswa itulah Akang resmi berstatus ATPM (Akang Tukang Pinjam Motor,, haha maksa ). Pokoknya bisa dipastikan semua motor keluaran 2003-2008 yang pernah dimiliki teman pernah Akang coba, kecuali motor 2 tak,,, gak tahu kenapa pokoknya gak suka asap dan suara garingnya 2 tak!

Pada satu kesempatan ketika training di Jepang, Akang mendapat pelatihan mengendarai aneka jenis motor di salah satu Lembaga Kursus Mengemudi Motor di Kakegawa. Yang Akang kendarai saat itu ada 4 jenis motor yaitu Scooter matic Majesty 250 dan Majesty 400, serta Motor Sport SR 125 dan XJR 400, keseluruhannya adalah produk Yamaha. Dari keempat motor tersebut yang paling berkesan adalah XJR 400 dengan mesin dohc empat silinder. XJR Akang kendarai setelah sebelumnya naik SR 125 yang secara feel berkendara tidak jauh berbeda dengan Suzuki Thunder 125 yang pernah akang pinjam sewaktu jadi ATPM :mrgreen: hanya saja riding position SR125 lebih nyaman karena punggung lebih tegak tanpa membungkuk sama sekali.

Ilustrasi SR125 yang Akang naikin kali ini dibandingkan Thunder 125 yang Akang naikin selama jadi ATPM,,, hehe

Dimulai ketika duduk di atas XJR, feeling berkendara terasa langsung beda dengan motor yang pernah Akang naikin, meskipun secara riding position sama aja kayaknya dengan Thunder 125 tapi dengan jok yang sedikit terasa lebih lebar dan tanki yang gede dengan bentuk classic JDM membuat Akang merasakan nuansa berkendara yang benar2 baru, padahal baru duduk doang lho! Nyaman, anteb dan terasa stabil banget terlebih lagi Akang yang tingginya 173cm dengan leluasa kedua kaki bisa menapak ke tanah.

Akang naik SR125

Setelah menghayati perbedaan riding position, langsung starter tuh motor,,, brummm, brummm, brummmm.. gila bangeeet, merdu suaranya,, empat silinder gitu loh!!! Walaupun sudah sering liat dan denger langsung motor multisilinder tapi feel-nya beda banget dibandingkan kita menaikinya langsung!
Berat Kosong    175kg
Kapasitas Tanki    18L
Rasio Kompresi  10.7:1
Power                53 PS @11000rpm
Max Torque      35 Nm @9500rpm
Mesin                 399cc dohc 4-silinder, air cooler
Bore x Stroke   55.0 x 42.0 mm
Setelah mesin hidup masuk deh sesi test riding, yang mana merupakan bagian test membuat sim bagi warga Jepang..Pertama kali adalah test maju beberapa meter dan melakukan pengereman, terus masuk track lingkaran beberapa putaran kemudian membentuk angka delapan, dan yang terakhir mengetes kemampuan manuver belok zigzag kiri kanan. Kesan pertama ketika tuas gas/throttle Akang puntir adalah `eh, koq galakan tenaga SR 125 ya, buka gas dikit aja langsung nyelonong,,,, si XJR ini malah alon-alon gitu. Selama mengendarai di track yang Akang jelaskan di atas terus terang Akang tidak merasakan perbedaan performance baik XJR dan SR125 ( ya iya lah pelan2 gitu bawanya!) tapi sepanjang test itu Akang mengagumi betapa nikmat dan stabil naik moge dan suara yang merdunya bikin kita gimanaaaa gitu!

Akang menghayati riding position XJR dan berusaha mengenal lebih dalam tentang si kuda besi!

Setelah melewati track dasar zigzag baru kemudian instruktur membimbing Akang ke track luar yang berbentuk persegi agak oval beberapa putaran. Di Kesempatan ini Akang berhasil melaju dengan si kuda besi sampe gigi 3 saja (karena pendeknya track, paling 100m dan harus segera braking masuk tikungan) top speed yang Akang peroleh antara 70-80km/jam saja kalau gak salah. Tidak terasa Akang menghabiskan waktu hampir 20mnt dengan XJR 400 sepanjang track yang Akan sebutkan di atas (membulat, angka delapan, zigzag, dan track luar dua putaran terus aja berulang-ulang)!

Akang dibelakang Junior nih, mau disalip eh gak boleh saling mendahului,,, weeww..

Sebagai Informasi, XJR 400 sudah disuntik Yamaha sejak 2009 karena regulasi emisi bahan bakar yang semakin ketat, Yamaha tidak mengembangkan
lebih lanjut si XJR karena kalah bersaing dalam penjualan dengan Honda CB400. CB 400 sendiri pada tahun 2011 merupakan top sales Honda di Japan Domestic Market (JDM). Sebagai biker enthusiast, Akang tentunya memimpikan memiliki moge multisilinder sekelas XJR 400. Sayangnya sekarang baru kebeli sekelas si Byson, keponakannya XJR (haha maksa!)

Yamaha XJR400 vs Honda CB400, Yamaha mengalah dengan menyuntik mati XJR400

Sekarang sih Akang cukup punya pramodelnya aja dah! Hahaha Keinginan memiliki moge Akang jadikan salah satu target hidup (jelas targetnya, gimana mencapainya dan kapan pencapaiannya) dan secara otomatis berhubungan langsung dengan pendapatan kita!!! Untuk mengejar pendapatan yang ditargetkan jelas Akang harus memantaskan diri menigkatkan kemampuan dong! Setidaknya hal itu Akang jadikan motivasi hidup yang positif dengan tetap menempatkan keluarga sebagai yang utama dan menjunjung tinggi rasa syukur pada sang Pencipta atas apa yang dianugrahkan-Nya 【Akang】

Belum punya aslinya, cukup pramodelnya saja...