Tungganganku II: Review Pemakaian Yamaha Byson di 2000 km pertama

Setelah hampir dua bulan ini Akang tidak menulis artikel ditengah kesibukan mencari kerja (sekarang lagi pengangguran nih! hikksss) akhirnya Akang punya waktu luang juga menulis review pemakaian  Yamaha byson di 2000 km pertama.

Mungkin sudah banyak yang mereview tentang si Kebo dari Yamaha ini, tapi tidak ada salahnya Akang review ulang khas corat-coret di blog Akang ini.

1. Akselerasi dan Kecepatan

Tidak diragukan lagi sodara-sodara, bahwa si Kebo emang letoy, lelet, lemot alias gak bisa lari kenceng! hahaha… Akang sih gak kecewa karena sebelumnya sudah banyak informasi akan hal ini lagi pula si Kebo lumayan lebih kenceng dari bebek kebanyakan koq. Buat para speed lover si Kebo Yamaha bukan pilihan bijak tapi kelemahan ini bisa ditutupi dengan riding quality khas touring yang berbeda dengan motor sport <250cc lain yang beredar di Indonesia. Mengenai riding quality ini akan Akang bahas di artikel terpisan mengenal riding position dan riding quality  kendaraan roda dua(mudah2an ada waktu dan kemauan nulisnya ya:mrgreen: ).

Si Kebo Yamaha Byson terasa loyo saat harus membawa penumpang, side bag dan box.

Pada saat riding sendirian tarikan si Kebo bisa dibilang cukup koq, untuk mencapai 60 km/jam tidak diperlukan waktu lama (subjektif menurut Akang), lewat speed segitu ya cukup menguras kesabaran untuk nambahinnya😛 hal ini berlaku baik saat tidak membawa barang bawaan ataupun dengan tambahan aksesoris touring seperti box dan side bag. Tetapi saat si Kebo dikendarai berdua dengan boncengan ditambah side bag dan box maka penurunan performance si Kebo turun secara drastis.

Top speed yang pernah Akang raih dengan si Kebo adalah 106 km/jam  di track lurus yang lumayan panjang. Tapi top speed itu akang bukukan dengan syarat ketentuan berlaku,, hehe sbb:

1. Si Kebo mengenakan fairing fazer (penambahan berat sekitar 3kg dari versi original),
2. Tambahan braket kucay (berat cuy, ada 3kg kali ya!)
3. Berat rider 78kg (belum termasuk aksesoris rider dan jaket)
4. Asupan bahan bakar premium kondisi tanki lumayan penuh (tiga strip di speedometer).

Mungkin kalau kondisi original tanpa accesoris si Kebo bisa lebih dari 110 km/jam. Pada saat si kebo masih original bergaya street fighter Akang gak berani menggeber tunggangan lebih dari 90km/jam akibat hempasan angin yang terasa kuat di dada (takut masuk angin:mrgreen: ) Dengan penambahan fairing dan  adanya wind shield maka aliran udara dari depan tidak langsung mengarah ke dada tapi terbelah oleh fairing mengalir ke arah atas (kepala) sehingga efek tahanan angin di dada terasa minim sekali.

2. Handling 

Handling Yamaha Byson pada saat dipake di jalan raya pada keadaan normal menurut penilaian subjektif Akang  sih setingkat lebih tinggi dengan motor-motor sport kecil yang pernah Akang coba (diantaranya Suzuki Tunder 125, Yamaha Scorpio lama (new scorpio belum coba), Honda Tiger, Megapro lama (NMP belum coba), bahkan Vixion sekalipun). Body yang bongsor si Kebo terasa ringan saat dipake bermanuver di jalanan saat keadaan normal, namun pada saat kondisi jalan macet kenyamanan handling menjadi tidak terasa dikarenakan stang lebar dan body bongsornya menjadi ribet dibawa di kemacetan.

Sensasi handling Yamaha Byson akan sangat terasa apabila si Kebo ini diajak touring jarak jauh apalagi melewati jalanan berbukit-bikit dimana jalanan berkelak-kelok tiada hentinya. Jalanan penuh tikungan di jalur puncak Bogor-Cianjur, jalur Tagog Apu Cianjur-Bandung, dan jalur Bandung-Lembang pernah akang lewati dengan si Kebo, dan terbukti di habitat jalanan inilah si Kebo sangat bisa diandalkan dalam melibas tikungan… pokoknya nyaman banget dipake rebahan.  Hal ini hanya berlaku ketika si Kebo dikendarai sendirian baik tanpa ataupun dengan dilengkapi side bag dan box (akang pake kappa K42). Khusus saat dikendarai berdua apalagi saat dilengkapi sidebag dan box, handling dan kenyamanan si kebo melahap tikungan sebenernya relatif tidak berubah tapi ketika harus melakukan manuver rebah kiri dan kanan secara berurutan  dalam jarak yang pendek (menikung kiri – kanan berurutan) perubahan posisi manuver si Kebo terasa lebih berat.

3. Pengereman

Dengan cakram depan dua kaliper dan teromol di kaki belakang Akang nilai cukup oke menahan laju si Kebo baik itu saat normal braking maupun panic braking. Sejauh yang Akang alami saat riding rendirian, kondisi panic braking dari 80km/jam pun si kebo masih bisa dikendalikan. Sebagian orang mungkin tidak nyaman dengan kondisi rem belakang yang disetting tidak pakem  tapi bagi Akang yang riding stylenya menggunakan power pengereman rem depan 80% : dan rem belakang 20% hal ini bukanlah suatu masalah.

Masalah pengereman baru timbul setelah si Kebo dikendarai berdua dengan boncengan tuh apalagi disaat ditambah box dan sidebox,,,  terus terang aja jangankan untuk panic braking, pada normal braking aja remnya serasa gak pakem. Momentum kendaraan yang bertambah tinggi karena penambahan berat tidak bisa dihentikan sempurna sesuai  keinginan Akang. Rencananya untuk mengurangi kekurangan tersebut akan Akang pasang rear disk brake psm, seperti yang dilakukan bro jopir pada kebo tunggangannya.

Saat boncengan dan tambahan Box K42 feel dan jarak pengereman si Kebo tidak sesuai dengan yang diharapkan

4. Style

Tidak diragukan lagi kalau dilihat dari fisiknya si Kebo ini pantas menyandang predikat  keperkasaan tiada banding. Front fork  ukuran 41mm, ban gambot,  muscle fuel tank, dan garis body keturunan FZ1 membuat si Kebo kelihatan paling perkasa untuk motor sekelasnya (nyatanya loyo di dalamnya :D). Dengan daya tarik ini Akang yakin penjualan Yamaha Byson yang sejak February ini  produksinya ditingkatkan hingga 15 ribu unit/bulan bakal menjadi motor sejuta umat. karena itulah Akang melakukan beberapa perubahan dan modifikasi menjadikan si Kebo berubah menjadi Fazer dengan mendatangkan fairing original dari negeri  tuan takur biar gak sama dengan motor sejuta umat lainnya…

si Kebo dimodif jadi Fazer biar gak pasaran

5. Konsumsi BBM

Konsumsi BBM sangat tergantung dari jalur yang dilalui, karakter tubuh si rider dan riding style. Akang sendiri memilik riding style dengan kecepatan motor pada 50-80km/jam, tidak suka bleyer-bleyer tapi dikit2 betot gas untuk nyalip kendaraan yang dianggap menghalangi kenikmatan berkendara. Dengan riding style Akang seperti itu dengan metode hitung-hitungan konsumsi bbm sebagai berikut:
A. Riding sendirian dengan box = 38.9 km/liter
syarat dan ketentuan:
1. Mesin masih asli pabrikan tanpa dioprek sedikitpun
2. Body masih berupa si Kebo belum ditambah fairing Fazer
3. Tambahan braket geser kucay dan Box Kappa K42
4. Isi box sekitar 3-4kg
5. Berat rider 78kg (tanpa riding gear dan helm)
6. Bahan bakar PREMIUM (gak kuat beli pertamax:mrgreen: )
Jarak yang ditempuh 245.6 km dengan konsumsi premium 6.2 Liter
B. Riding dengan boncengan dan box = 36.9 km/liter
1. Mesin masih asli pabrikan tanpa dioprek sedikitpun
2. Body ditambah fairing Fazer
3. Tambahan braket geser kucay dan Box Kappa K42
4. Isi box sekitar 3-4kg
5. Berat rider 78kg dan boncengan 45 kg (belum termasuk riding gear dan helm)
6. Boncengan membawa tas dengan isi sekitar 2kg
7. Bahan bakar PREMIUM (teteeep gak kuat beli pertamax:mrgreen: )
Jarak yang ditempuh 339.3 km dengan konsumsi premium 9.2 Liter

Kedua pengetesan diatas Akang lakukan menggunakan trip meter Yamaha Byson. Pengujian konsumsi bbm Akang mulai dengan mengisi tanki si Kebo sampai penuh kemudian mereset trip meter pada posisi NOL. Perlu masbro semua ketahui tanki si Kebo sulit sekali diisi hingga penuh satu kali isi, tapi perlu kesabaran karena ketika terlihat sudah penuh eh ternyata permukaan bbm di tanki turun dan masih bisa diisi kembali,,,, cape deeeh,, dasar tanki kondom!!! pada akhir perjalanan atau dirasa cukup jauh Akang isi lagi premium sampai kondisi penuh, terus Akang catat jarak trip pada speedometer dan berapa banyak premium yang diperlukan…

Dengan menggunakan pertamax, kosumsi bbm sepertinya lebih irit lagi lho, sebagai referensi silakan kunjungi blognya IWB yang mendapatkan hasil 44km untuk setiap liter pertamax.

Sekian artikel corat coret kali ini,,,, pada artikel berikutnya Akang akan mencoba menebar racun modifikasi Byson menjadi Fazer dan ubahan2nya. [Akang]

19 responses to “Tungganganku II: Review Pemakaian Yamaha Byson di 2000 km pertama

  1. joga keras, shock belakang keras, oli meler, tapi laris juga si kebo
    btw nggak di jepun lagi nih?? koq dah jalan2
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/04/26/penjualan-byson-semakin-naik-indikasi-penampilan-juga-penting-tak-sekedar-performa/

  2. wakakkakakka
    gambar terakhirnya menghibur kang
    mantep kan😆

  3. mantep bro…ane juga lebih suka modif part luar dr pada mesin..soalx bukan speed freak…biar awet lah… Tambahin rdb belakng biar mantep dan padat tu bro🙂

  4. mantab kang.. akhirnya byson bisa henshin jadi Fazer 150.
    tottemo suggooooii..

  5. hahaha…bener2 suka artikel ini…lugas en jujur…1 hal yg sudah diimprove YIMM mesin si kebo gak lagi suka mati tiba2 pas akselerasi..

  6. Kang… Klo mw cari fairing original fazer 16 dmn ya?? Please impoh dunk… Really need soalnya. Alamat tlng ma telp tlng smsin ke sini ya kang 0818454532.
    Hatur nuhun.

  7. byson vs satria fu 150 …..bysonnya jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh tertinggalllll.

    • Byson emang bukan buat ngetrek jarak dekat gan. dia karakternya sport turing/cruiser. mirip Tiger 2000 atw Thunder 125 yg lemot buat akselerasi. tapi faktor kenyamanannya.
      sayangnya ga cocok di perkotaan yg macet kya JKT ini.

  8. lumayan cukup

  9. joss markojoss poko e ni motor bwt dipake ngantor tiap hari..😀

  10. byson ttap nyaman dipake buat touring…hehehe

  11. sayang tangkinya pake kondom, coba asli tanpa kondom lebih ok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s