Monthly Archives: May 2012

Tungganganku III: Modifikasi Byson Berfairing ala Akang

Artikel ketiga yang Akang tulis khusus tentang si Kebo Merah (Bomer) yakni tunggangan Akang ini akan membahas modifikasi ringan yang diaplikasikan agar si Kebo bertransformasi jadi Yamaha Fazer si Super Touring. Apa aja sih ubahan dan modifikasinya, mudah-mudahan jadi inspirasi (kalau gak mau dibilang racun 😀 )

Byson perawan tingting (kiri) Byson berfairing fazer (kanan)

1. Fairing Fazer

Hempasan angin pada motor naked saat dipacu pada kecepatan tinggi adalah salah satu latar belakang Akang menambah fairing pada si Bomer. Pada kecepatan 80 km/jam lebih hempasan angin di dada terasa berat dan terus terang saja Akang tidak suka hal ini, mengurangi kenikmatan berkendara tuh.

Saat ini fairing yang ada di pasaran kebanyakan terbuat dari fiber dengan bentuk yang menurut Akang tidak cocok dengan garis body si Kebo. Oleh karena itu Akang memesan langsung fairing Fazer dari bro Protozz di kaskus, silakang sambangi lapaknya di sini.

Fairing fazer di Yamaha Byson, emang cocok dari sananya

Proses pemesanan sendiri lumayan lama, kira-kira 2 bulan dari mulai preorder sampai barang nyampe rumah, Akang sampe lumutan nungguin bro protozz ngirim nih barang, katanya sih sebelum ke Cengkareng barangnya jalan-jalan dulu keliling dunia,,, wewww..

Proses pemasangan yang seharusnya dilakuin di Jakarta akhirnya dicancel berhubung Akang sibuk jadi pengacara (pengangguran banyak acara), akhirnya si Fairing dikirim via pos dan dipasang di toko dan pusat accesories Asia Jaya daerah Cianjur. Dudukan fairing tidak langsung di las pada rangka tapi terlebih dahulu membuat dudukan pada frame dengan dilas, setelah itu dudukan original PnP pake bolt ditempel di dudukan tersebut… (sorry Akang gak nampilin gambarnya )

2. Modifikasi Jok

Satu hal yang Akang gak suka dari Yamaha Byson adalah strip silver pada jok dan busa yang tipis. Terus terang Akang sampai geleng-geleng kepala karena tipisnya jok si Kebo, koq bisa designer Yamaha Indonesia membawa mentah-mentah design dari Yamaha India tanpa perubahan sama sekali, udah suspensi belakang disetting keras (untuk keperluan handling) eh joknya dikasih busa tipis… cape deeeeh! ini terbukti dari banyaknya pemilik Byson menambah busa pada jok bagian belakang yang sering Akang temui terutama pada anggota bionic di kaskus.

Sebagai informasi, di tempat Akang modif jok Cianjur sini harga sarung jok berkisar dari 40 ribu sampai 60 ribu tergantung jenisnya, sudah termasuk ongkos jahit dan pemasangan. Sedangkan untuk modif seperti yang Akang lakukan ada biaya untuk penambahan busa dan biaya menjahit karena bentuknya yang agak jelimet dan tergolong baru di Cianjur :mrgreen:

3. Fairing Kucay dan Box K42

Untuk mengakomodasi keperluan touring Akang pasangkan braket kucay dan Box Kappa 42. Akang memilih braket kucay ini karena braket-braket yang tersedia di kawasan Cianjur hanyalah jenis fix braket (tidak bisa digeser) sementara yang Akang inginkan adalah braket yang bisa digeser-geser, sehingga saat riding sendirian posisi box dapat digeser sedikit kedepan agar beban tidak terlalu kebelakang yang bisa mengurangi handling akibat pergeseran letak titik berat ke arah belakang.

Yamaha Byson ditambah fairing, braket kucay dan Box K42

Pemilihan Box Kappa K42 karena alasana MURAH (dibandingkan Givi) dan muat 42 liter bisa masuk 1 helm full face dan 1 helm half face… Meskipun kenyataannya dalam box penuh terisi barang bawaan dan jas hujan, helmnya sih ditaruh diluar biasanya pake spiral lock seperti tampak pada photo di atas.

Untuk review lebih jelas tentang braket kucay di Yamaha Byson bisa kunjungi lapak masbro jopir.

4. Engine Cover

Seperti yang Akang tampilkan di atas fairing fazer hanya setengah di bagian atas saja (half fairing) sehingga tampak kosong di bagian bawah. Agar kelihatan berbeda dari Fazer di India sana Akang tambahkan engine cover hitam yang terbuat dari plastik abs. Sebenernya banyak sekali jenisnya part accesories engine cover untuk si Kebo, tapi lagi-lagi kebanyakan terbuat dari fiber,,, takutnya baru setaun dah getar, getas, cat retak2 dll deh padahal Akang mencanangkan menggunakan si Bomer setidaknya 3 tahun kedapan…

5. Striping pada Velg

Entah kenapa Akang menyukai velg yang memiliki striping 3M pada sisi-sisinya. Apalagi dikasih warna yang matching sesuai garis body keseluruhan,,, tampak manis deh… Nih penampakannya pada si Bomer

6. Penambahan jam digital pada dashboard

Sebenernya modifikasi ini idenya timbul secara tiba-tiba. Saat mau mengendarai si Kebo Akang berusaha melihat jam tangan, saat itu Akang merasa kesulitan karena letak jam tangan tertutupi jaket riding yang dikenakan… tiba-tiba aja muncul ide, kenapa gak pasang jam di dashboard… berhubung ada jam tangan tahan air nganggur, yaudah talinya Akang lepas dan jamnya ditempel deh di dashboard… Hasilnya lumayan (kalau gak mau dibilang jelek),, dan yang penting aspek fungsionalitasnya.

Mudah-mudahan modifikasi yang Akang lakukan cukup membantu atau jadi inspirasi modifikasi sesama pemilik Kebo dari Yamaha ini… [Akang]

Advertisements