Monthly Archives: October 2013

Kecelakaanku di Grand Wisata Bekasi

Akhirnya sempet juga menuliskan pengalaman kecelakaan motor yang Akang alami. Perlu pembaca ketahui kecelakaan yang akan Akang tuliskan sekarang adalah kecelakaan motor yang ketiga seumur hidup Akang. Kecelakaan pertama Akang alami di 2003 ketika masih kelas dua SMU (zaman alay, hehe) di Cianjur, kecelakaan kedua terjadi di Jl. Kalimalang ,Oktober2012 dan yang terhangat terjadi di Grand Wisata, 29 April 2013.

langsung saja deh Akang ceritakan bagaimana terjadinya kecelakaan yang terjadi di Grand Wisata 29 April 2013 tepatnya pas di depan pertigaan menuju area parkir Kantor Pemasaran Grand Wisata.

TKP Grand Wisata

Kronologis Kecelakaan

Saat itu waktu menunjukkan jam 13:10 Akang baru saja meninggalkan kantor yang berada di salah satu ruko di Grand Wisata menuju Bank MUFJ di kawasan MM2100 menggunakan motor sendiri (padahal saat itu mobil staff ada, lha koq gak Akang pakai!). Kondisi psikologis saat itu sedang emosional tingkat tinggi menahan kemarahan pada seorang acconting di perusahaan tempat saya bekerja karena ketidakbecusannya melaporkan SPT Tahunan perusahaan dan mengurus pembukuan, yang akhirnya pada dua bulan kemudian kabur dan menggelapkan uang perusahaan (FYI, Namanya NAHJUL YAMIN).

Karena terburu-buru mengejar waktu Akang memacu motor lumayan kencang, kecepatan terakhir yang Akang lihat saat meninggalkan tikungan 100m sebelum TKP adalah 85km/jam (Si kebo merah habis tune-up, ganti knalpot racing dan diisi shell V-Power, tarikan jadi kenceeeeeng!!!) . Perlu pembaca ketahui jalur bundaran Grand Wisata adalah jalan searah dengan 3 jalur, saat itu akang berada di jalur 1 (paling kiri, lihat gambar).

Kronologis Kecelakaan

Di depan tampak jalanan kosong, hanya terlihat mobil Suzuki Swift merah (yang ternyata adalah SX4 merah – revisi komentator, tapi dalam artikel ini Akang tetep tulis Swift merah ya!) di jalur dua tanpa menyalakan Lampu Sen (lampu sign). Karena pertimbangan tersebut akang memutuskan memuntir gas lebih kenceng lagi… brooooommmmm!!!! bisa dipastikan lebih dari 90km/jam. Eh,,,, saat pas kondisi motor Akang di ekor si Swift, tiba-tiba lampu sen kiri menyala, kondisi saat sen menyala adalah 5-7m sebelum belokan ke lokasi parkir Kantor Pemasaran Grand Wisata. Secara logika Akang berpikir gak mungkin dia belok ke Parkiran, lha wong posisinya di jalur dua dan terlalu dekat memberi sen kalau memang mau belok ke lokasi parkir, ya pastinya si Swift Merah bakal belok kiri di belokan depan (sekitar 20 meter setelah belokan ke tempat parkir, lihat gambar kronologis deh!) dan ternyata si Swift Merah belok tiba-tiba saat motor Akang berada di sebelah pintu tuh mobil (pasca kecelakaan Akang dikasih tahu bahwa yang mengemudikan adalah Ibu-ibu), Akang yang gak menyadari hal tersebut gak sempat ngebuang motor ke arah kiri dan langsung aja Astagfirullaaaaaaah,,, BRAAAAKKKK!!! terjadi tabrakan.

Sesaat setelah bersentuhan Akang terlempar ke depan sekitar 5-6 meter dengan bahu dan helm sebelah kanan mendarat terlebih dahulu. si Kebo terlempar ke kiri arah trotoar dan nyangkut di pembatas yang terbuat dari pagar pepohonan kecil. Si Swift kondisinya Akang tidak tahu apa berhenti atau masuk area parkir.

Sesaat setelah mendarat, refleks Akang langsung bangun berusaha untuk menepi ke kiri ,menghindari kendaraan bilamana ada dari belakang. Maklum ini kecelakaan motor Akang ke-tiga jadi seketika refleks bangun menyelamatkan diri. Saat terbangun itulah Akang terkejut karena Akang SAMA SEKALI TIDAK BISA BERNAPAS, dada sakiiiiiiiiiit banget. Saat itulah tersadar something wrong with my body, langsung Akang bersujud sampil menggelepar-gelepar (menggelepar kesakitan refleks lho ya diluar kendali). Yang Akang sadari saat itu Akang harus bisa bernapas, karena kalau tidak asupan oksigen ke otak bakal terhenti dan bisa menimbulkan kematian.

“Ya Allah, Aku masih ingin hidup, masih banyak hal-hal yang ingin Aku lakukan buat keluargaku, buat istriku dan si kecil Dududku!”, “Astagfirullah!” , “Ya Allah, Aku masih ingin hidup, masih banyak hal-hal yang ingin Aku lakukan buat keluargaku, buat istriku dan si kecil Dududku!” ,”Astagfirullah!” , hanya kata-kata tersebut yang hanya bisa Akang katakan dalam hati sekaligus motifasi untuk bertahan.hidup… Sesaat kemudian Akang mulai bisa sedikit bernapas sekaligus kehilangan kesadaran,,,, dan tiba-tiba tersadar di UGD langsung ditodong pertanyaan oleh Perawat “Pak,,, masing ingat namanya siapa???” Memastikan apakah saya hilang ingatan atau tidak…

Skip,,, skippp, skip…. Lama nih kalau bercerita, yang Jelas Akang selamat.. Alhamdulillah, puji Syukur kepada Allah yang telah memberikan perlindungan-Nya!

Pasca Kecelakaan

Setelah di check, kondisi Akang pasca kecelakaan adalah sbb:

1. Tulang bahu kanan (clavicula) Patah
2. Tulang Rusuk kanan 1 buah retak dan sedikit dislokasi (ini yang buat sulit bernapas)
3. Luka luar sepanjang kaki kanan dan tangan kanan.

Biaya yang dikeluarkan untuk kondisi Akang yakni Biaya Pengobatan di R.S Hermina ~6 jt, Pengobatan tulang dll ~ 1jt.

Adapun kondisi si Kebo adalah sbb:

Kebo Rusak (Flasher & Cowling)   Kebo Rusak (Filter Oli)   Kebo Rusak

1. Oil Cover terlepas
2. Crack Case kanan rusak,
3. Crank Case kiri ada yang patah dikit.
4. Flasher lampu sen rusak
5. Fairing sebelah kanan baret dan patah
6. Ban depan gembos, entah karena apa.
7. Kuncian Box patah dan gak bisa dipakai lagi.
8. Stang bengkok dikit, 8. Knalpot bengkok
9. baret-baret kecil sepanjang body.

Biaya yang dikeluarkan untuk pemulihan si Kebo sekitar 1.2 jt

Kondisi mobil kaya gimana? silakan check sendiri photonya.

Tampak Samping Tampak Samping Depan Tampak Depan Tampak Samping (Zoom)

Berdasarkan pengakuan Ibu-ibu pengendara Swift Merah (sebut saja namanya Bunga,, hehe), Bunga bilang sudah ngasih sen dari jauh dan Akang yang salah karena nabrak dari belakang! What theF**K!!! Oke lah emosi Akang sedang tinggi dan sedang terburu-buru saat itu, tapi Akang merasa adalah rider yang matang dalam berkendara, “fahami keadaan di depan kemudian puntir gas” bukan rider yang “puntir gas dulu kemudian fahami keadaan” dengan jelas melihat bahwa lampu sen baru nyala saat Akang tepat di ekor si Swift dan sekonyong-konyong belok tuh mobil dari jalur dua tanpa melihat spion terlebih dahulu! Akang juga seorang pengendara mobil juga jadi tahu gimana “seharusnya” kalau Akang pada posisi jadi pengendara Swift tersebut.

Spertinya Akang termakan ucapan sering mengata-ngatai “rider wanita tuh kalau jalan di tengan PELAN, kalau belok ngasih lampu SEN sesaat sebelum belok, prinsipnya kalau sudah kasih lampu sen tuh dia BENER!” what the F**K! (Ini pengalaman di jalan lho ya!!!)

Ya udah lah, namanya juga musibah.. Siapa sih yang mengkehendaki ini terjadi.yang jelas dari kecelakaan ini ada beberapa point yang Akang petik hikmahnya:

1. Lebih berhati-hati apabila melaju di jalur kiri! kalau nyalip “sebisa mungkin ya lewat kanan!”
2. Lebih menjaga emosi saat berkendara, sebisa mungkin apabila emosi sedang tinggi jangan berkendara deh, atau setidaknya cuci muka dan tenangkan diri sebelum berkendara (mau motor atau mobil sama saja!)
3. “fahami keadaan kemudian puntir gas” harus tetep dipegang teguh kebiasaan walaupun pada kejadian tertentu apabila memang sudah takdir terjadi kecelakaan hasilnya ya sama saja toh dengan rider yang “puntir gas dulu fahami keadaan di depan”

Terlepas siapa yang benar dan siapa yang salah, mudah2an hal ini menambah kedewasaan bagi kedua belah pihak.

Akang, 25 Oktober 2013

Advertisements

Antara Ninja 250 dan CBR 250R Mana yang Paling Cocok dengan Gaya Berkedaramu?

Artikel in adalah rangkuman obrolan antara Akang dan seorang calon pemilik Ninja 250cc yang lagi indent (sebut saja namanya “Meong” hehe sorry ya Bro,) di deket stand Honda salah satu mall Cianjur . Inti obrolannya mungkin bisa membantu orang yang lagi galau mau milih CBR250 apa Ninja 250 FI.

cbr250 big

Januari 2013, Akang ketika itu baru saja beres tanya-tanya simulasi kredit CBR 250R ke salah satu sales Honda

Meong: “Kang, mau beli CBR ya?”
Akang: “Insya Allah, kalau ada rezeki dan polda mengijinkan! hehe”
Meong: “Bukannya bagusan Ninja 250 ?! CBR modelnya ngegembung kopong gak berisi beda ma Ninja, Ninja suaranya knalpotnya khas, CBR sih kaya megapro, saya aja ngambil Ninja minggu kemarin, katanya lagi kosong bulan depan baru dikirim.”
Akang: “Suaranya n modelnya emang kerenan Ninja tapi kalau karakter mesin sih Akang lebih cocok CBR”
Meong: “Maksudnya gimana Kang?”
Akang : “Mesin CBR tarikan awalnya enak, betot gas dikit langsung ngacir, kalau ninja harus bleyer-bleyer dulu sampai rpm tinggi baru tenaganya keluar tuh!”
Meong: “yang bener aja, lebih cepetan Ninja lah!, seher nya (baca :silinder) aja dua tuh, masa kalah sama CBR”
Akang: “Kalau putaran atas di rpm tinggi sih jelas cepetan Ninja mas, tapi Akang gak butuh itu koq, yang penting enak stop n go, torsi gede biar kalau jalan-jalan ke puncak di tanjakan nyalip truk dan bus sekali betot dah melesat, trus beda harga lumayan tuh mengurangi jumlah cicilan, hahaha!”
Biar Meong gak merasa terserang dengan perkataan Akang terus akang tambahin
Akang: “Kalau Mas Meong sukanya trek-trekan, suara knalpot menggelegar stereo dua seher, motor dimodifikasi biar kaya MotoGP bagusnya sih Ninja! CBR cocoknya motor touring, modelnya kolot apalagi lampu depannya sebenernya gak suka (dah kaya celana dalam, wkwkwk!)

Obrolan tiba-tiba terhenti karena ceweknya (apa istrinya ya?) memanggil karena belanjanya dah beres tuh!

Perbandingan karakter mesin CBR vs Ninja

Dari obrolan di atas, dengan mudah dapat pembaca simpulkan bahwa Akang jauh lebih memilih CBR 250 dibanding Ninja 250R, Motor yang dari sebagian besar kalangan blogsphere dicaci maki gak akan bisa ngalahin Ninja 250 “hanya” karena single silindernya. Dilihat dari model sih jelas akang seneng banget sama Ninja 250 tapi dilihat dari spek mesin dan test ride langsung di lapangan Akang tidak ragu memilih CBR250 ketimbang Ninja 250.

Mesin single silinder CBR versus double silinder Ninja di mata Akang bukan suatu kelemahan, justru karakter mesin single silinder CBR 250R yang tenaganya keluar pada putaran rendah sesuai karakter berkendara Akang. Ketika nunggang si Kebo Byson rentang bukaan gas yang biasa Akang puntir ya sekitar 5,000 rpm s.d 7,000 rpm (udah bisa ngacir 70km/h versi speedo byson) dan itu cocok banget dengan CBR 250 dimana output power dan torsi puncaknya keluar di rentang 7,000 -8,500 rpm (lihat tabel perbandingan di atas deh!), apabila Akang menaiki Ninja 250R bisa dipastikan harus mengubah riding style yang sudah terbentuk selama 10 tahun (sejak bisa motor tentunya pake Supra-X dan Jupiter-Z). Di lihat dari bobot kendaraan CBR250 juga lebih ringan 11kg ketimbang Ninja 250, agak lebih gampang digeser2 di parkiran atau dimasukin ke dalam rumah (maklum masih rumah rajel alias rakyat jelata, garasinya kagak ada…kedepannya gak tahu nih, kayaknya pindah rumah, Siapkan cicilanmu !!! )

Untuk hawa mesin, ketika Akang test rideCBR 250  hawa mesin gak terasa panas, gak ada bedanya dengan si Kebo Yamaha Byson Akang sekarang. Sedangkan untuk Ninja yang pernah Akang coba yang tipe karburator, angin dari mesin sedikit terasa hangat (tapi kayaknya kalau Akang Bawa kerja dari Cibitung Bekasi ke Sudriman Jakarta bisa matang nih paha atas!) gak tahu kalau yang baru tipe FI ya,,, katanya sih sudah gak panas.

Seandainya akhir tahun depan seperti yang diberitakan Yamaha mengeluarkan motor 250cc, Akang sih berharap spesifikasi mesinnya dua silinder dengan power yang bisa diperoleh pada kisaran 9,000 rpm (CBR 250 pada 8,500 rpm dan ninja 250 max pada 11,000 rpm), kalau model dan handling sih percaya ma Yamaha, minimal sejajar ma Ninja 250 dan pasti lebih keren dari CBR250, (sorry Honda ya…) trus kalau bisa launchingnya di awal 2015 aja, biar tabungannya cukup dulu! hahaha…. Siapkan cicilanmu! (jangan lupa dana tabungan buat pendidikan anak, cicilan rumah, asuransi, cicilan mobil…. daaaaaan akhirnya gak jadi beli Motor 250cc! wkwkwkw, just keeding)

Akang, October 2013