Category Archives: Bajaj

Bajaj Avenger 220 DTS-i : Toleransi Rentang Harga Yang Bisa Diterima

Setelah membaca artikel favorit homosek kapak merah tentang rondo Honda Phantom dan Kawasaki Eliminator, niat Akang untuk meminang si cruiser Bajaj Avenger yang memiliki garis keturunan Kawasaki Eliminator 125/175 makin menggebu saja. Rencananya BAI akan menjual varian ini kwartal pertama tahun depan tepatnya Maret 2012. Melihat harga kedua motor (Phantom dan Eliminator) yang tidak mengalami penurunan signifikan menjadi dasar keputusan untuk lebih memilih Bajaj Avenger yang sudah pasti perawan tingting dan harga yang `seharusnya` dibawah rentang 20jt. Kendala penolakan si Neng yang tidak menyukai motor cruiser pun sudah Akang lalui (coba lihat di artikel sini). Hehe Tinggal nunggu tahun depan nih!

Tapi,,, ada tapinya nih, ada syarat utama agar si Avenger 220 DTS-i ini mampu meluluhkan hati Akang untuk langsung meminangnya, sesuatu yang sangat sensitif bagi konsumen sekelas Akang yang secara ekonomi masih tergolong menengah kebawah yaitu `harga`.

Kawasaki Eliminator 175 (kiri) dan Honda Phantom 200 (kanan) Harga bekasnya masih tinggi

Rentang Value For Money Avenger 220 DTS-i yang Ideal dibanding varian Bajaj lainnya!
Bajaj Auto Indonesia (BAI) tidak diragukan lagi selalu memberikan value for money terhadap produknya yang dijualnya (meskipun masih belum dikatakan value for money untuk aftersalesnya) Akang melihat konsep bisnis tersebut sepertinya akan diaplikasikan pada si Avenger 220 DTS-i. Secara hitung2an seharusnya BAI bisa menjual si Avenger 220 DTS-i di bawah harga Pulsar 220 DTS-i, karena di India sendiri Avenger dijual seharga Rs.72,500 (Rp. 13.3 jt) lebih murah dibanding P220 yang dibandrol Rs. 82,500 (Rp. 14.5 jt), Di Indonesia P220 dijual 18.6 jt (OTR Jabodetabek) sehingga apabila dikonversi secara langsung maka harga Avenger (Rs. 72,500/Rs. 82,500)x 18.6jt adalah 16.3 juta (Tapi tentunya perhitungannya tidak sesederhana itu, namanya juga perkiraan secara logika… bagi yang tahu hitung2an pajak masuk, harga rata2 motor bajaj sebelum pajak, dan yang mengetahui data rata2 keuntungan per-unit yang BAI ambil silakan di share!). Di Indonesia sendiri produk Bajaj di rentang harga 16jt sudah diisi Pulsar 180 DTS-i, padahal di Indianya dijual dibawah harga Avenger. Meskipun secara fitur lebih inferior dibanding P180 yang sudah mengaplikasikan suspensi belakang Nitrox dan speedometer digital, secara spek mesin Avenger lebih superior sehingga `memungkinkan` cost produksi lebih tinggi yang ujung2nya harga jual juga lebih tinggi juga.

Rentang Harga Ideal Avenger diantara Pulsar 180 dan Pulsar 220

16-18jt harga Ideal, 19-20jt Masih Dapat Diterima, di Atas 20jt Mending Beli Motor Jepang!!!
Bagi Akang sendiri yang tidak faham strategi sales dan marketting harga ideal bagi nih motor cruiser adalah di antara rentang 16-18jt. Karena secara spesifikasi dan fitur lebih rendah dibanding P220 yang dibandrol 18.6jt. Entah kenapa bagi Akang, nominal harga kepala 17jt (17.0jt sampai 17.9jt) memberi efek perbedaan harga psikologis yang cukup signifikan dibanding dengan harga P220 yang dibandrol 18.6jt. Rentang harga tersebut adalah ideal dari segi value for money dimana spek engine yang diperoleh di atas P180 tapi secara fitur lebih rendah dibanding P220.
Bila rentang harga Avenger 19-20jt, terus terang Akang merasa keberatan, bukan karena harganya tapi karena merasa tidak diperlakukan adil.. Masa motor yang speknya lebih tinggi P220 aja harganya lebih murah. Tapi sepertinya hal ini bukan kendala bagi orang yang bener2 ngidam motor jenis cruiser untuk tidak meminang si Avenger, karena cruiser ini satu2nya yang dijual di Indonesia gitu loh!!! Akang memang tidak memiliki dasar data yang kuat, tapi Akang berani berhipotesis bahwa para peminat motor cruiser adalah biker enthusiast, dimana pengetahuan otomotifnya lebih tinggi daripada kebanyakan konsumen lainnya, sehingga divisi sales BAI perlu menspesialkan para konsumen Avenger ini seandainya dijual di atas 18jt, misalnya dengan pemberian bonus Jaket dan helm khusus cruiser atau bonus pernak-pernik adventure lainnya. Alasannya ya seperti yang Akang kemukakan di atas, bila dibandrol diatas p220 value for moneynya terasa kurang.
Seandainya harga Avenger di atas 20jt,,, Bye bye deh BAI. Lebih baik beli motor Jepang misalnya Byson dan New Megapro meskipun jelas-jelas genre dan
spek berbeda, dengan harga yang sama sudah mendapatkan jaminan kualitas yang teruji, dan pelayanan aftersales yang jauuuuuuuuh lebih baik.

Harga Jual Lebih dari 20jt Dikategorikan Overpress!

Beli Motor Bajaj = Kontrak Seumur Hidup Motor? Apalagi Beli Avenger 220 DTS-i lho!
Akang pikir kalimat `Membeli Bajaj Avenger = Kontrak Seumur Hidup!` sangatlah tidak berlebihan. Bukan hanya karena harga resale motor Bajaj sangat jatuh sehingga sayang kalau dijual lagi, melainkan karena designnya yang timeless,,, gak lekang dimakan jaman, lha wong udah jadul gak mungkin
bertambah jadul lagi,, eh maksudnya klasik :D.

Membeli motor2 lain yang bernuansa non-retro sangat mudah terkena cap jadul, apalagi di era sekarang dimana motor baru hampir tiap bulan dilepas ke pasaran, contohnya saja Megapro tahun 2009 jelas kelihatan jadul dibanding NMP baru, atau bahkan Byson yang sekarang daftar indennya puanjaaang bgt akan kelihatan kalah gaya bila disandingkan dengan KTM Duke 200 yang konon tahun depan diperkenalkan di Indonesia… Tapi bagi motor cruiser bergenre klasik, tak ada istilah design yang ketinggalan jaman lho, liat aja dari dulu yang namanya Harley Davidson meskipun banyak perubahan ya bentuknya gitu2 juga toh :D, dan ini berlaku buat si Avenger juga! tidak berubah signifikan dari sejak diperkenalkan di Jepang sebagai Kawasaki Eliminator 125 pada 1997 kemudian dibawa ke India dengan upgrade mesin jadi Eliminator 175 pada tahun 2001 lalu body si Eliminator ini diambil bajaj dan ditamplokin mesin Pulsar 180, Pulsar 200, dan terakhir Pulsar 220 di tahun 2010, tetep aja gaya klasik bin jadul 😀

Dulunya sih "Motornya Lelaki", sekarang dibandingkan New Megapro jadi "Motornya Lelaki Jadul" 😀

Lahir sebagai Kawasaki Eliminator 125 dan Kini jadi Bajaj Avenger 220 Tetap memiliki Body yang sama,, sama-sama klasik!

Advertisements

Bajaj Avenger 220 DTS-i: Jawaban BAI Pada Kaum Minoritas Pecinta Motor Cruiser

Bajaj Avenger 220 DTS-i, Maret 2012 Ngaspal di Indonesia???

Alhamdulillah, kata itu terlontar saat Akang membaca artikel di blog P2R tentang rencana BAI menjual Bajaj Avenger di Indonesia sekitar Maret 2012 nanti. Terus terang kabar ini mengejutkan banget, maklum lah motor cruiser di Indonesia sepertinya sangat sedikit peminatnya, tercatat 2 pabrikan terdahulu Kawasaki dan Honda pernah gagal memasarkan cruiser mereka, Kawasaki Eliminator 175cc dan Honda Phantom 200cc. Faktor harga yang mahal serta masih rendahnya daya beli masyarakat saat itu membuat 2 motor cruiser itu sulit diterima masyarakat . Kalau gak salah ketika masih dipasarkan harga Eliminator 28jt dan Phantom 37jt  sedangkan rata2 pendapatan perkapita masih dibawah 18jt, mahal teuing euy!

Akang sendiri jatuh cinta pada motor cruiser sejak pertama kali melihat penampakan Honda Phantom tahun 2009 semasa kuliah di salah satu rumah kos2an di Bandung. Namun setelah mengetahui hargan OTRnya hampir 2x harga Honda Tiger (Motor impianku jaman dulu!) segera kuhapus impianku tuk memilikinya, hehe mencintai tak harus memiliki!… halah, ini sih pembenaran tanda tak mampu :D…

Honda Phantom (atas) vs Bajaj Avenger (bawah) Mirip kan,,,

Terus terang Akang sangat naksir si Avenger sejak menerima kabar bahwa BAI sedang mengetes si cruiser ini pada Agustus 2010 lalu. Akhirnya Akang nyari2 info tentang si Avenger ini, eh ternyata ada juga segelintir orang yang menginginkan si Avenger dibawa ke Indonesia, bahkan sempet ada yang buat petisi online meminta BAI memasarkan nih motor (baca di sini), yang tanda tangan di petisi online sampai artikel ini ditulis terdapat 79 orang lho! dikiiiiiiit,,, tapi salut sama BAI kalau ternyata benar jadi mengaspalkan nih motor di Indonesia 😉

Mengintip Harga Jual si Avenger 220 DTS-i

Yup, inilah hal yang ditunggu-tunggu… pricing stragegy. Di Negeri Tuan Takur sana, harga si Avenger 220 DTS-i ini sedikit lebih rendah daripada Pulsar 220 DTS-i lho. Beranikah BAI menempatkan harga si Avenger di bawah Pulsar 220, karena Akang melihat dari jumlah penjualan sepertinya si Avenger bakal lebih rendah dibanding p220, yang secara otomatis menyebabkan total profitnya lebih rendah. Secara value for money memang logis bila si motor touring ini dihargai lebih rendah dari Pulsar 220DTS-i. Speedometer analog, rem belakang teromol, shockbreaker stereo biasa secara nominal biaya produksinya lebih murah bila dibandingkan dengan p220 yang dilengkapi shock absorber nitrox, double cakram, dan speedometer digital.

Dengan tingkat pendapatan perkapita Indonesia tahun 2011 ini yang diperkirakan mencapai USD 3,600 (Rp  32.6jt, untuk kurs 1USD = Rp9,050), sepertinya masih masuk akal apabila Avenger dijual lebih mahal ketimbang p220 sekalipun, misalnya di angka 20jt. Hanya saja BAI harus siap dengan kesiapan Sparepart dan Service, karena bisnis sepeda motor ini bukan asal menjual motornya saja tapi mencakup pelayanan after sales (sparepart dan service). Kalau kedua faktor S tersebut masih lemah, jangan harap si Avenger terjual banyak meskipun harganya rendah misalnya 15-17 jt… Karena bukan suatu rahasia lagi kalau kualitas part di India sangat rendah… sekelas Honda aja produk premiumnya CBR250 yang diproduksi di India aja kena recall, apalagi motor murah sekelas Bajaj…

Persiapan Mental Akang Kalau Nanti Beli Avenger 220 DTS-i

“Barang Cacat Produksi, Kesalahan QC, dan Kesalahan Assembly, Kelangkaan Sparepart, dan Amburadulnya Service”

Belum juga dijual sudah siap2 kena Avenger yang kena masalah di atas? Ini bukan bercanda masbro, si Avenger ini terdaftar di Tanda Pendaftara Tipe Kendaraan Bermotor (TPT)  baru Agustus 2010 lho, Seandainya info dari P2R benar bahwa Maret 2012 mendatang dijual, itu artinya sejak pengetesan sampai penjualan ke tangan konsumen hanya membutuhkan waktu kurang dari 7 bulan. Seandainya pengetesan selama bulan kemudian diputuskan Avenger ini OK untuk kondisi di Indonesia, tersisa waktu persiapan produksi, persiapan pelatihan mekanik, dan persiapan distribusi sparepart selama 6 bulan saja. Jelas ini sangat mepet banget… Pabrikan besar seperti Honda atau Yamaha mungkin bisa melakukan hal-hal di atas secara paralel, tapi apakah struktur BAI cukup kuat tuh? Makanya para pengidam Avenger sepertinya harus siap mental menghadapi hal2 seperti barang cacat produksi, kesalahan QC, dan kesalahan assembly, kesulitan spare part dan pelayanan service yang amburadul… sabaaar, udah syukur ada yang jual motor cruiser 😀

Siap2 modif kaya gini nih, Velg ganti tambah Side Box, tapi sandaran boncengan gak dilepas 😉 ditambah airbrush motif api pada tanki,, wowwww!!!

Mengenal si Avenger 220 DTS-i sebelum Membeli

Dari beberapa pengguna di India Akang merangkum hal2 berikut,
Kekurangan2: (Subjektif masing2 yang ngreview)
1. Transmisi sulit di-netralkan, biasa lah penyakit motor2 bajaj
2. Karat, banyaknya bagian yang dicat krom bila tidak diurus dengan baik gampang berkarat
3. Rem depan gak pakem saat hard braking, ini kayaknya patut menjadi perhatian kalau benar seperti itu.
4. Vibrasi mesin yang berlebihan, kayaknya harus pake oli mahal nih 😀
Kelebihan2: (Subjektif masing2 yang ngreview)
1. Riding position nyamaaaan, bisa nyantai bersabar di kemacetan Jakarta 😉
2. Boncengan nyamaaan, malah bisa sandaran segala 😀
3. Konsumsi BBM 33.5kmpl untuk speed 80-90kmph atau 39.5 kmpl untuk city riding pada low rpm,, lumayan irit dibanding motor lain dengan cc yang sama.
Khusus untuk sektor engine, Avenger ditenagai mesin yang sama dengan pulsar 220 DTS-i tapi dengan 5-percepatan, bertenaga max 19.03PS @8400rpm, torsi 17.5NM @7000rpm. top speed cuma 115kmpj tapi torsinya badak, berdasarkan review Aurocar India untuk melaju dari kondisi diam sampai 60 kmpj hanya butuh 4.43 detik 😀

Bajaj Avenger 220 specifications:
Engine: 4-stroke, single cylinder, DTS-i, air cooled with oil-cooler
Displacement: 219.89
Max. Power (Ps @ rpm): 19.03 @ 8400
Max. Torque (Nm @ rpm): 17.5 @ 7000
Starting: Electric
Rear: Hydraulic Shock Absorber
Brakes: Front Disc, Dia. 260 mm, Rear Drum, Dia. 130 mm
Tyre: FrontTube type Unidirectional  – 90 / 90 x 17″, Rear Tube type Unidirectional – 130 / 90 x 15″
Fuel tank capacity: 14 liter full, 3.4 liter reserve
Wheel base (mm): 1475
Ground Clearance (mm): 169
Kerb weight (kg): 154.5

Huaaa,,, Akang dilarang beli Bajaj Avenger Bantuin Pilihin Motor yang lain dong!

Di artikel “Terima Kasih pada para Blogger” Akang sebutin bahwa awal 2012 tahun depan Akang akan pulang ke tanah air dan berencana beli motor. Adapun spesifikasi motor yang akang inginkan:

  1. Dipakai harian Rumah-Kantor jarak 20km.
  2. Irit, konsumsi BBM >40km/l jenis pertamax juga gpp.
  3. Cocok kalau ditambah Box tambahan untuk pulkam atau touring jarak jauh berdua ma istri, maklum pasangan muda senengnya jalan2 terus 😀
  4. Tenaga dan Kecepatan gak kalah sama bebek dan matic biasa.
  5. Harga <25 jt (termasuk modifikasi ke ban kaki2 lebar, depan 100/80-17 belakang 120/70-17)
  6. Gak banyak yang punya. hehe alias bukan motor sejuta umat, biarpun murah tapi yang pake dikit (bukan vixion dan NMP)

Dari spesifikasi di atas, akang membuat beberapa list pilihan diantaranya:

1. Honda Tiger (atau New Honda Tiger baru yang konon bakal direalese akhir tahun ini), Akang nyebut si Honda Tiger ini “si Meong”

Gambar di atas masih kurang modifikasi kaki2 tapak lebar 17 inch

Motor ini merupakan motor impian sejak zaman 4l4y nih, biarpun mesin jadul dan suspensi belakang masih stereo tetep aja cinta sama ni motor…. 😀 Harga yang jadi masalah, harga motor sih 25jt sayangnya pengen unpgrade kaki2nya dan disinyalir akan menghabiskan 2jt lebih. Soalnya Akang gak suka ban yang ukurannya 18inch…

2. Yamaha Scorpio-Z

Pio lama ngembat dari google, plus box givi dan kaki2 sudah 17 inch

Si wajah klingon ini seperti halnya si Meong, harganya kemahalan dan bannya masih 18inch.. Speed sih lebih cepet dari si Meong tapi konsumsi bahan bakar tidak memenuhi syarat >40km/l.

Untuk harga motor yang mencapai 24jt lebih, ditambah biaya modifikasi maka budget 25jt tidak mencukupi

3. Bajaj Pulsar 220

Produk Bajaj No.1 di Indonesia nih. Motor cuepeet, si Pio dan si Meong pun kalah,  konsumsi bbm pun >40km/l, harga murah cuma 18,6jt dan ban sudah gede.. hehe 😀 Sayangnya 3S masih belum bagus, bahkan STNK aja keluarnya lamaaaaa… padahal konsumen belinya gak pake lama 😀  (baca infonya di sini, sini bahkan sini) Kebayang aja kalau misalkan ada masalah dan sparepartnya harus inden..

4. Bajaj Avenger 220 dtsi

Mantap nih Motor, hanya perlu tambahan box aja nih. wheel diupdate sama punyanya honda phantom oke juga tuh!

Ini nih yang Akang pengenin buangeeet… Kedatangannya ke Indonesia masih belum jelas, baru dalam tahap pengetesan pasar (baca infonya di sini). Konon harga di India sana saja tidak lebih dari harga P220, ya paling mahalpun kayaknya tak lebih dari 20jt (mudah2an ya!),, hehe masih bisa Akang jangkau dibanding si Pio dan si Meong.. Sayangnya ada kekurangan vital nih dari si Avenger…. “Istri gak mau dibonceng si Avenger” Ini nih yang fatal, Istri gak suka bentuk jadul avenger, gimana dong… Huaaaaaaaa…

Masih ada waktu sampai akhir tahun tuk memilih sambil menunggu apakah si Tiger baru launching atau nggak, juga masih ada waktu merayu istri untuk mendapat restunya meminang si avenger seandainya hadir di Indonesia..

Ada masukkan dari masbro sekalian? gimana baiknya.. hehehe

NB: gambar semua ngembat tanpa permisi dari google.