Category Archives: Kawasaki

Antara Ninja 250 dan CBR 250R Mana yang Paling Cocok dengan Gaya Berkedaramu?

Artikel in adalah rangkuman obrolan antara Akang dan seorang calon pemilik Ninja 250cc yang lagi indent (sebut saja namanya “Meong” hehe sorry ya Bro,) di deket stand Honda salah satu mall Cianjur . Inti obrolannya mungkin bisa membantu orang yang lagi galau mau milih CBR250 apa Ninja 250 FI.

cbr250 big

Januari 2013, Akang ketika itu baru saja beres tanya-tanya simulasi kredit CBR 250R ke salah satu sales Honda

Meong: “Kang, mau beli CBR ya?”
Akang: “Insya Allah, kalau ada rezeki dan polda mengijinkan! hehe”
Meong: “Bukannya bagusan Ninja 250 ?! CBR modelnya ngegembung kopong gak berisi beda ma Ninja, Ninja suaranya knalpotnya khas, CBR sih kaya megapro, saya aja ngambil Ninja minggu kemarin, katanya lagi kosong bulan depan baru dikirim.”
Akang: “Suaranya n modelnya emang kerenan Ninja tapi kalau karakter mesin sih Akang lebih cocok CBR”
Meong: “Maksudnya gimana Kang?”
Akang : “Mesin CBR tarikan awalnya enak, betot gas dikit langsung ngacir, kalau ninja harus bleyer-bleyer dulu sampai rpm tinggi baru tenaganya keluar tuh!”
Meong: “yang bener aja, lebih cepetan Ninja lah!, seher nya (baca :silinder) aja dua tuh, masa kalah sama CBR”
Akang: “Kalau putaran atas di rpm tinggi sih jelas cepetan Ninja mas, tapi Akang gak butuh itu koq, yang penting enak stop n go, torsi gede biar kalau jalan-jalan ke puncak di tanjakan nyalip truk dan bus sekali betot dah melesat, trus beda harga lumayan tuh mengurangi jumlah cicilan, hahaha!”
Biar Meong gak merasa terserang dengan perkataan Akang terus akang tambahin
Akang: “Kalau Mas Meong sukanya trek-trekan, suara knalpot menggelegar stereo dua seher, motor dimodifikasi biar kaya MotoGP bagusnya sih Ninja! CBR cocoknya motor touring, modelnya kolot apalagi lampu depannya sebenernya gak suka (dah kaya celana dalam, wkwkwk!)

Obrolan tiba-tiba terhenti karena ceweknya (apa istrinya ya?) memanggil karena belanjanya dah beres tuh!

Perbandingan karakter mesin CBR vs Ninja

Dari obrolan di atas, dengan mudah dapat pembaca simpulkan bahwa Akang jauh lebih memilih CBR 250 dibanding Ninja 250R, Motor yang dari sebagian besar kalangan blogsphere dicaci maki gak akan bisa ngalahin Ninja 250 “hanya” karena single silindernya. Dilihat dari model sih jelas akang seneng banget sama Ninja 250 tapi dilihat dari spek mesin dan test ride langsung di lapangan Akang tidak ragu memilih CBR250 ketimbang Ninja 250.

Mesin single silinder CBR versus double silinder Ninja di mata Akang bukan suatu kelemahan, justru karakter mesin single silinder CBR 250R yang tenaganya keluar pada putaran rendah sesuai karakter berkendara Akang. Ketika nunggang si Kebo Byson rentang bukaan gas yang biasa Akang puntir ya sekitar 5,000 rpm s.d 7,000 rpm (udah bisa ngacir 70km/h versi speedo byson) dan itu cocok banget dengan CBR 250 dimana output power dan torsi puncaknya keluar di rentang 7,000 -8,500 rpm (lihat tabel perbandingan di atas deh!), apabila Akang menaiki Ninja 250R bisa dipastikan harus mengubah riding style yang sudah terbentuk selama 10 tahun (sejak bisa motor tentunya pake Supra-X dan Jupiter-Z). Di lihat dari bobot kendaraan CBR250 juga lebih ringan 11kg ketimbang Ninja 250, agak lebih gampang digeser2 di parkiran atau dimasukin ke dalam rumah (maklum masih rumah rajel alias rakyat jelata, garasinya kagak ada…kedepannya gak tahu nih, kayaknya pindah rumah, Siapkan cicilanmu !!! )

Untuk hawa mesin, ketika Akang test rideCBR 250  hawa mesin gak terasa panas, gak ada bedanya dengan si Kebo Yamaha Byson Akang sekarang. Sedangkan untuk Ninja yang pernah Akang coba yang tipe karburator, angin dari mesin sedikit terasa hangat (tapi kayaknya kalau Akang Bawa kerja dari Cibitung Bekasi ke Sudriman Jakarta bisa matang nih paha atas!) gak tahu kalau yang baru tipe FI ya,,, katanya sih sudah gak panas.

Seandainya akhir tahun depan seperti yang diberitakan Yamaha mengeluarkan motor 250cc, Akang sih berharap spesifikasi mesinnya dua silinder dengan power yang bisa diperoleh pada kisaran 9,000 rpm (CBR 250 pada 8,500 rpm dan ninja 250 max pada 11,000 rpm), kalau model dan handling sih percaya ma Yamaha, minimal sejajar ma Ninja 250 dan pasti lebih keren dari CBR250, (sorry Honda ya…) trus kalau bisa launchingnya di awal 2015 aja, biar tabungannya cukup dulu! hahaha…. Siapkan cicilanmu! (jangan lupa dana tabungan buat pendidikan anak, cicilan rumah, asuransi, cicilan mobil…. daaaaaan akhirnya gak jadi beli Motor 250cc! wkwkwkw, just keeding)

Akang, October 2013

Request Bro Elvis Gorontalo: Motor Harian Premium Terbaik Rentang 30jt-40jt

…. jadi kayak gini pertanyaannya (tolong kasih pandangan ya bro ) : untuk harga 30 sampai dengan 40 juta… motor yang paling pas dengan badan ane 178 cm berat 70kg (umur 29 thn) kira2 motor apa ya??? motor ini rencananya bakal di pake buat harian (rumah-kantor, dll). sampe skarang yang ane tau di harga segitu pilihannya : CBR 250r, CBR 150r, Ninja KRR (2-tak). trus trang ane bingung+stress+dll dalam beberapa hari ini……tolong dibantu ya!!!!!!!!!!!

Kalimat di Atas adalah pertanyaan dari Bro Elvis Charles Deu dari Gorontalo. Di tengah kejenuhan dan stress pekerjaan akhirnya semangat menulis di blog kembali muncul.. minimal memberi sedikit informasi seorang pengunjung blog Akang ini 😉

Untuk motor premium (premium menurut mayoritas masyarakat Indonesia) yang ada di kisaran 30-40jt sekarang adalah CBR 150 (33 jt), CBR 250 (40 jt) dan New Ninja KRR (34.3 jt) itu adalah OTR di Jakarta ya,, di Gorontalo sana  jelas harganya lebih tinggi karena ada biaya transport dan pajak daerah, mungkin lebih mahal sampai 2-3jt kali ya… (Maaf ya Megelli 250 tidak Akang masukkan karena berbagai alasan!) Sekarang akan Akang bahas satu persatu dari ketiga model tersebut berdasarkan pengetahuan yang Akang punya dan data2 spesifikasi yang ada.

Model baru dan Motor Baru 30-40jt beberapa bulan mendatang.
Sebelumnya Akang bahas dulu beberapa model baru dalam rentang 30-40 juta.. Seperti sudah kita tahu dari berbagai media pihak Suzuki mengkonfirmasi akan menghadirkan GW250 di 2012 ini, sepertinya paling lambat pertengahan tahun (untuk data lengkap dan spesifikasi perbandingan dengan CBR 250 silakan lihat di sini) Sedangkan untuk model facelift akan hadir New Kawasaki 150RR. Ninja 2 tak ini menurut informasi yang Akang dapatkan tetep menggunakan mesin yang sama, hanya terdapat perubahan cover body luar saja.
Untuk yang ada waktu sampai pertengahan tahun mungkin lebih bijak ditunda dulu beli motornya kali ya, nunggu kemunculan GW250,, tapi bagi yang ngebet sekarang pilihannya terbatas pada cbr 150r, cbr 250r dan Ninja 150KR.

Sisi Design dan Style Motor

Dari Sisi design ketiga motor merupakan model full cowling (berfairing) CBR 150R dan CBR 250R yang merupakan model paling baru sepertinya lebih unggul (di mata Akang ya!!) ketimbang gaya full fairing klasik Ninja 150RR bahkan New Ninja 150RR pun masih kalah style dibanding CBR-series. Seandainya masbro beli Ninja 150RR sekarang, dalam satu dua bulan kedepan ketika ada 150RR baru maka akan semakin kelihatan jadul saja..  TAPIII… hal ini bukan masalah kalau masbro suka design klasik Ninja 150RR yang sekarang. Dalam hal selera, jangan dengerin kata orang,, toh kita sendiri yang mersakan kepuasan.

Gambar New Ninja 150RR didapat dari asmarantaka.wordpress.com

Coba perhatikan gambar di atas masbro, gaya Ninja 150RR yang baru terlalu memaksakan niru Ninja 250 sehingga tidak ada harmonisasi antara tanki, garis cowling/fairing depan dan body belakang. Kalau dilihat secara perbagian mungkin bagus tapi bila dilihat secara motor keseluruhan jelas acak2an.. Jauh banget dengan cbr-series dimana design keseluruhan merupakan suatu kesatuan harmonisasi yang unik dan berkelas.. IMHO

Berat, Dimensi Motor dan Riding Position

Berdasarkan tinggi badan Elvis Charles Deu yang 178cm, 70kg Akang pikir sih dari riding position cocok menggunakan motor apapun baik cbr-series ataupun ninja 150KRR.. Tidak satupun yang ketinggian. Kalau soal riding position bisa dipilih sesuai selera. Ninja lebih ke sport dengan posisi berkendara lebih nunduk dibanding cbr-series yang beraroma motor harian dengan posisi berkendara lebih tegak (cbr 250 dan cbr 150 memiliki riding position yang hampir sama percis).. Kalau untuk harian yang mengutamakan kenyamanan dengan sesekali touring jelas Akang saranin pilih cbr-series. Tapi kalau masbro suka menggenjot adrenalin sejak gas dipuntir, jelas Ninja 150RR memberikan sensasi riding position sporty yang diperlukan,, tapi dijamin mudah lelah dan gak nyaman dibawa touring dan harian di lingkungan macet.

Dari kecocokan tinggi dan berat badan 178 cm berat 70 kg perawakan tinggi langsing, kayaknya lebih cocok dengan Ninja 150RR yang memiliki berat kosong 128 kg (paling ringan diantara ketiganya) disusul cbr 150 dengan berat kosong 138 kg, body cbr 150R sedikiiiit lebih kecil daripada cbr 250 yang berat mencapao 161 kg, kalau sekilas sih kedua cbr gak akan kelihatan beda, baru kalau dijajarin kelihatan bedanya! Faktor berat motor ini akan terasa kalau masbro parkir atau masuk keluar gang. Apalagi seandainya masbro kerjanya di lapangan sering berpindah tempat dan harus parkir di berbagai tempat, jelas body yang ringan lebih Akang saranin. Kalau kerjanya Cuma di kantoran masuk pagi pulang sore,,, frekuensi parkir Cuma sesekalai,, motor berat juga gak
masalah kali ya… :mrgreen:

Feeling dan Kenikmatan Berkendara (Performance??)

Untuk hal kenikmatan berkendara jelas berbeda2 tiap orang dan tergantung cara berkendara juga. Apalagi dari ketiga motor di atas karakternya berbeda semua. CBR 250R memiliki power dan torsi yang besar rpm rendah dan menengah (Max Power 27PS @8,500rpm Torsi 23Nm @ 7000rpm) dengan bukaan throttle gas sedikit pun dengan ringannya bisa ngacir dengan top speed lebih dari 150km/jam. Bagi pemakai harian yang sesekali touring jauh dan suka kebut2an Akang saranin banget. Kelemahan karakter mesin putaran rendah ini bagi orang Indonesia adalah suara yang dihasilkan,,, walaupun 250cc dan mesin dohc tapi sama aja suaranya dengan new megapro 150cc sohc karena beroperasi pada putaran rpm yang hampir sama :mrgreen:

CBR 150 berbeda dengan CBR 250 disetting untuk mengeluarkan power di putaran mesin tinggi ( 17.8PS @10,500 rpm) cocok bagi yang suka kebut2an pada high rpm… Kelemahannya ya lemah di putaran bawah. Kalau masbro pernah memakai Yamaha Vixion mungkin bakal merasa cbr 150 lemah ketika start lho (Meskipun sama-sama 150cc, Vixion disetting pada rpm rendah dan menengah seperti halnya cbr 250). Perlu masbro ketahui bahwa mesin dohc 150 juga dipakai Suzuki Satria dengan power yang lebih rendah ketimbang cbr 150, tapi dengan body Satria fu yang kecil membuat motor ini lebih lincah di akselerasi awal, tapi jelas kalah stabil saat kecepatan tinggi karena body bebeknya inferior dibanding body motor sport cbr 150 CMIIW. Nilai positif bagi mesin dohc cbr 150 yang berkarakter putaran tinggi adalah kepuasan saat motor di putaran tinggi, apalagi ketika knalpot sudah diganti dengan aftermarket. Feel berkendara ketika knalpot meraung di putaran 9-10 ribu rpm dibandingkan 7,000 rpm motor lain dengan speed yang sama feel berkendaranya sangat berbeda!!! dan itu kenikmatan tersendiri bagi rider cbr 150…

Untuk Ninja 150 RR performa tak diragukan lagi. Walaupun 150cc tapi power sangat mumpuni 30.1 ps @10.500 rpm Torsi 21.6 Nm @9,000 rpm bahkan mampu mengungguli CBR 250R. Kenikmatan terbesar mengendarai Ninja 150 adalah saat mekanisme super kips bekerja di putaran tinggi (7000-8500rpm???) dimana terjadi kenaikan power secara signifikan dan menimbulkan sensai yang berbeda dibanding mesin 4 tak. Kenikmatan dan sensasi lain yang didapat dari mesin 2 tak adalah suaranya yang garing, tapi ini sekaligus jadi kelemahan karena banyak orang misalnya Akang sendiri benciiiii banget ma suara mesin 2 tak 👿

Untuk performa Akang gak bisa kasih rekomendasi, kembali ke individu masing2 lebih suka yang mana… Seperti yang Akang tulis di atas semua ada keuntungan dan kekurangannya.

Sisi Teknologi dan Jaminan Sparepart
Secara umum ninja 150 menggunakan mesin teknologi 2-tak yang konon berdasarkan info yang Akang dengar sih Cuma ada di Indonesia. Teknologi  ini tidak ramah lingkungan dan kemungkinan besar tidak akan bertahan seandainya kebijakan Euro 3 diberlakukan. Bisa jadi sebuah berkah karena masbro memiliki motor 2 tak generasi terakhir atau juga suatu musibah seandainya motor discontinue dan ketika ada masalah masbro kesulitan mencari sparepart. Tergantung masbro melihat dari sudut pandang mana. Ya walaupun setelah discontinue pabrikan wajib menjamin ketersediaan part 10 tahun mendatang dan strtuktur mesin 2-tak bisa ditangani bengkel pinggir jalan sekalipun,, kekhawatiran ketiadaan sparepart pasti ada.

Sebaliknya cbr-series apalagi cbr 250 menggunakan teknologi mesin 4-tak generasi terbaru Honda global. Terutama penggunaan sistem injeksi yang ramah lingkungan sudah lolos regulasi Euro 3… sehingga lebih terjamin di masa mendatang baik sisi service maupun suplai sparepart. Hal negatif dari teknologi ini adalah apabila di Gorontalo sana service center Honda belum siap menangani nih motor… Walaupun saya yakin di tahun kedua pemasaran
cbr 250 sepertinya bengkel resmi Honda pasti sudah sangat siap,, sekali lagi
kekhawatiran pasti ada toh 😉

Fuel Consumption
Hmm,, maaf nih ya, mau sedikit nyindir temen Akang yang mau beli cbr 150R tapi mau ngasih minum premium dan memikirkan keiritan. Jangan pernah pikirkan effisiensi bahan bakar bila masbro beli motor premium di atas 30 juta. Kalau masih mikirin hal ini mendingan lebih baik masbro pikir ulang deh untuk beli motor kelas ini, karena berarti kebutuhan pokok hidup yang lain masih harus diperhatikan dan artinya masbro maksa2in beli motor ini! IMHO.
Yang ingin Akang bahas adalah pemilihan konsumsi bahan bakar. Berhubung bro Elvis ada di Gorontalo Akang gak tahu apa suplai bbm pertamax disana lancar atau tidak.. Hal ini dikarenakan cbr 250 direkomendasikan menggunakan pertamax, pun juga dengan cbr 150,, tapi keuntungan cbr 150R ini adalah adanya sistem injeksi khusus untuk Indonesia dimana timing pengapian bisa menyesuaikan bila terpaksa disuplai bbm premium… (ingat ya premium buat warga yang memerlukan subsidi, bukan untuk masbro yang kebeli motor 30jt ke atas!) kalau Ninja 150RR rekomendasinya memang menggunakan premium karena kompresinya yang rendah… CMIIW

Kesimpulan
Kalau masbro senang dengan sensasi suara mesin 4-tak di rpm tinggi cbr 150R pilihannya, lebih ringan dari CBR 250 dan masih bisa dikasih minum premium sayang kurang menggigit di putaran rendah dan dari segi performance paling rendah dibanding 2 motor lainnya. Kalau masbro suka kebut-kebutan mompa adrenalin, tidak terlalu concern pada lingkungan, tidak memikirkan kalau dalam 3-4 tahun mendatang mesin 2-tak bakal distop produksinya, senang suara knalpot garing 2-tak, suka motor yang ringan gak ribet,, Ninja 150rr pilihannya, Secara pribadi nih kalau Akang disuruh milih… pilihan terbaik adalah CBR 250R . Style, Performance, Teknology dan Gengsi semua dapet… sebanding dengan harga yang dikeluarkan.. IMHO Meskipun bodynya berat,, buat masbro Elvis yang tingginya 178cm sepertinya gak jadi halangan kan apalagi di Gorontalo gak ada macet kaya di Jakarta… 😉

Orang Jepang Touring dengan Supermoto dan Dirt Bike

Kali ini Akang ingin bercerita tentang kebiasaan orang Jepang touring menggunakan supermoto dan motor trail. Akang sendiri pada pertengahan November 2009 pernah merasakan langsung touring dibonceng motor trail Yamaha Serow 125cc…

Akang dan Orang Jepang,,, Photo Touring ke Sizuoka 10 November 2009

Di Jepang touring pada umumnya hanya dilakukan pada musim semi dan musim gugur. Di tengah kesibukan kerjaan yang padat dan pergantian 4 musim dalam setahun membuat aktivitas touring adalah sesuatu yang sangat dinantikan para biker pecinta touring di Jepang. Berbeda dengan Indonesia dimana aktivitas touring hampir bisa dilakukan kapan saja kecuali hujan ya,, :mrgreen: berikut gambaran 4 musim di Jepang dan kecocokannya dengan perjalanan touring.
1. Musim dingin (januari-Maret) = Dingin banget
2. Musim semi (April-Juni) = Cuaca adem, cocok buat touring
3. Musim panas (juli-September) = panas dengan kelembapan tinggi, pokoknya tersiksa banget kalau toring deh!
4. Musim gugur (Okt-Desember) = Cuaca adem, cocok buat jalan-jalan jauh!
Untuk pemakaian harian ngantor atau belanja ke minimarket sebelah rumah perbedaan musim tidak menjadi halangan. Tapi untuk touring perjalanan jauh pada waktu2 yang sulit yang Akang sebutin di atas umumnya gak dilakuin.

Touring dengan supermoto dan motor trail adalah salah satu kebudayaan rider Jepang. Beraneka ragamnya jenis motor yang mengaspal di Jepang membuat para rider leluasa memilih tunggangan sesuai keinginan mereka salah satunya motor supermoto dan trail si garuk tanah dan tentu saja si kuda besi pilihannya tersebut menjadi partner setia di kala touring.

Touring para motor garuk tanah di Jepang, Kawasaki KLX250, Yamaha Serow 250, dan Suzuki Djebel 250 (gak ada Honda garuk tanah 😀 )

Gambar-gambar diatas akang ambil dari http://okirakubull.blog56.fc2.com dimana touring dilakukan pada bulan April agenda touring satu hari. Coba perhatikan ktiga motor di atas, semuanya adalah tipe motor trail si garuk tanah, mereka tidak canggung untuk membawa kuda besi tukang kotor2an ini untuk touring. Untuk membawa perlengkapan touringnya pengendara Suzuki Djebel (kanan) tampak membawa ransel gendong, rider KLX 250 (kiri) mengikatkan touring bag di ekor si hijau, dan yang paling extrem tentunya si Yamaha Serow 250 yang ditempelin box,,, wkwkwk dah kaya motor pure touring aja!

Ketiga motor diatas hanya untuk touring bolak-balik sehari aja dimana kebutuhan yang dibawa hanya kotak makan bento saja (untuk makan siang). Tapi gimana kalau touringnya berhari-hari seperti yang dilakukan bro Rialhamzah atau bro Haryowidodo di Indonesia? berikut nih salah satu penampakan motor garuk tanah spesial long trip yang Akang ambil dari blog neosoya.sakura.ne.jp ketika yang punya blog touring sekeluarga ke Hokkaido.

Garuk Tanah KLX250 dan Serow Touring Jarak Jauh

Mantap bukan? kalau di Indonesia penampakan kaya gini banyak banget kalau musim mudik nih :mrgreen: Begitu juga dengan supermoto yang gak mau kalah fungsional dari si garuk tanah, banyak juga yang dipakai long touring! salah satu ceritanya Akang peroleh dari blogger rider masterfm.cocolog-nifty.com yang touring selama 12 hari menempuh perjalanan 3.200 km dan menghabiskan 115 liter bahan bakar…

D-Tracker 250 Long Trip Touring - Dah kaya mau pulang kampung atau motor jualan donat aja ya 😀

Sekian cerita hari ini,,,, sengaja Akang tampilin KLX 250 dan D-Tracker dari Kawasaki karena motor ini juga dijual di Indonesia. Sebenernya banyak cerita-cerita touring para rider dirtbike pabrikan2 lain, tapi kayaknya KLX 250 dan D-Tracker sudah cukup mewakili gambaran para petouring dirtbike dan supermoto di negeri sakura… 【Akang】

 

JDM 2011 Yamaha WR250R/X Terlalu Kuat Bagi Kawasaki KLX250/D-tracker

Lanjut nih laporan Akang tentang JDM 2011. Info yang Akang bagi sekarang adalah pertarungan kelas motor dirt bike kelas 250cc Yamaha VS Kawasaki. Honda tidak disertakan karena hanya mengeluarkan model kompetis CRF 250R dan dirt bike XR230 (bukan 250cc), sementara Suzuki mengeluarkan dual purpose yang beraliran klasik Grass Tracker 250, bukan murni dirtbike makanya Akang tidak disertakan dalam komparasi motor dirt bike ini.

Untuk tahun 2011 Yamaha berhasil menjual varian WR250X dan WR250R sebanyak + 1,400 unit serta varian Serow 250 sebanyak 1,500 unit,, total ketiga varian ini 2,900 unit. Ini belum termasuk si unique dirt bike Yamaha Tricker yang data penjualannya belum akang dapatkan. Sementara Kawasaki hanya berhasil menjual 442 unit varian KLX 250 dan + 400 unit varian Dtracker,, total penjualan kedua model + 842 unit..

Seperti Akang pernah tulis di artikel sebelumnya spesifikasi dan harga kedua jenis motor ini lumayan berbeda jauh, untuk versi Supermoto Yamaha WR250X produksi asli Jepang memiliki power 31 PS @ 10,000 rpm dan torsi  24 N.m @8,000 rpm (bandingkan dengan Ninja 250 31PS @11,000rpm 21Nm @8,500 rpm) dijual seharga 732,400 yen (Rp 80.6 jt) dan untuk versi dirtbike WR250R 701,400 yen (Rp 77.2 jt)  sedangkan Kawasaki Dtracker produksi Thailand dengan power seadanya 24PS @9,000rpm/ 21 Nm @7,000rpm dijual dengan harga 548,000 yen (Rp 60.3 jt) dan dan versi dirtbike KLX 250 seharga 528,000 yen (Rp 58.8 jt)

Setelah ngucek2 blog orang2 Jepang ternyata terdapat beberapa hal yang mendasari kenapa WR250-series lebih laku dibanding KLX-series.. Berhubung WR250-series gak dijual disini Akang kayaknya gak perlu nyampein pandangan orang2 Jepang terhadap WR250-series dan KLX250-series, gak ada gunanya 😀 Hanya ingin berbagi info bahwa dalam kelas garuk tanah dan supermoto 250cc Yamaha perlu diperhitungkan 😉 Ntar deh kalau ada pabrikan Jepang lain selain Kawasaki ngeluarin dirtbike, Akang kasih bocoran hal2 apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih varian dirtbike atau supermoto 【Akang】

Masih ragu kemampuan supermoto Yamaha WR250X, liat deh video berikut, Ninja 250R aja takluk bila diajak drag 400meteran..