Category Archives: Roda Dua

KTM Duke 200 Sudah Siap Ngaspal di Jepang Harga 489 ribu yen

Duke 200 di Jepang dah siap dipinang nih masbro,,,, 489,000 yen atau bila dirupiahkan diperoleh angka 53.8 jt (asumsi kurs 1 yen = 110 rupiah) sungguh angka fantastis bila dibandingkan dengan harga di negeri produksi asalnya India yang tidak lebih dari Rp 24jt saja (kurang 130 ribu rupe)… Harga Duke 200 ini lebih mahal 49ribu yen (Rp 5.4 jt) dari Duke 125 yang sudah duluan mengaspal di Jepang. Penasaran? silakan kunjungi situsnya ktm di jepang sini, tp kalau pusing baca kanji gak ditanggung ya :mrgreen:

Penampakan KTM Duke 200 di situs KTM Japan

Masih mengharapkan KTM Duke masuk Indonesia dengan harga dibawah 40jt? hahaha Mimpiiii! Bagi Akang sendiri value KTM Duke 200 bila dibandingkan dengan model motor New Megapro dan Byson sebagai benchmark maka si Bangsawan tersebut gak boleh kurang dari 35juta,, (silakan baca artikel Akang yang ini!) Beli sesuai saku dan kebutuhan aja masbro,,, pengen yang praktis dan murah ya skutik entri level (mio-j, spacy, nex) mau motor laki yang murah ya beli Thunder 125, ada duitnya 20jt ya beli si byson atau NMP…

bagi yang gak tahu spek Duke 200 ini,,, berikut spek performance mesinnya
Engine                  : dohc 4 valve, water cooler, single silinder
Kapasitas mesin : 199.5 cc
BorexStroke        : 72 x 49 mm
Max Power          : 26 ps (19kW)/10,000 rpm
Max Torque        : 20Nm/8,000 rpm
Kompresi            : 11.5 : 1
Transmisi           : 6 percepatan
Berat                   : 126 kg
Ukuran Ban      : 110/70R-17; 150/60R-17
Ukuran Wheel   : depan 3 inch, belakag 4 inch
Kapasitas tanki : 11.0 liter
tinggi jok            : 810 mm

【Akang】

Feel Berkendara Moge DOHC Multisilinder Memang Beda!!!

Ini share pengalaman Akang yang biasanya hanya naik motor bebek sohc 115cc atau paling banter naik motor sport sohc 200cc terus pertama kalinya naik motor Yamaha XJR 400cc dohc 4-silinder.. Weww. Kaya gimana sih bedanya, nih ceritanya…

Salah satu motor yang Akang tunggangi semasa 4l@y Supra-X 2003 (sumber gambar bejubel.com)

Pada zaman sma sewaktu masih alay, Akang pernah memiliki Supra-X 2003 danJupiter-Z 2003 (sebenernya punya ortu sih :mrgreen: ) Kemudian pergi berkelana ke Bandung jadi mahasiswa dengan menumbalkan kedua tunggangan untuk biaya kuliah,,, dan selama mahasiswa itulah Akang resmi berstatus ATPM (Akang Tukang Pinjam Motor,, haha maksa ). Pokoknya bisa dipastikan semua motor keluaran 2003-2008 yang pernah dimiliki teman pernah Akang coba, kecuali motor 2 tak,,, gak tahu kenapa pokoknya gak suka asap dan suara garingnya 2 tak!

Pada satu kesempatan ketika training di Jepang, Akang mendapat pelatihan mengendarai aneka jenis motor di salah satu Lembaga Kursus Mengemudi Motor di Kakegawa. Yang Akang kendarai saat itu ada 4 jenis motor yaitu Scooter matic Majesty 250 dan Majesty 400, serta Motor Sport SR 125 dan XJR 400, keseluruhannya adalah produk Yamaha. Dari keempat motor tersebut yang paling berkesan adalah XJR 400 dengan mesin dohc empat silinder. XJR Akang kendarai setelah sebelumnya naik SR 125 yang secara feel berkendara tidak jauh berbeda dengan Suzuki Thunder 125 yang pernah akang pinjam sewaktu jadi ATPM :mrgreen: hanya saja riding position SR125 lebih nyaman karena punggung lebih tegak tanpa membungkuk sama sekali.

Ilustrasi SR125 yang Akang naikin kali ini dibandingkan Thunder 125 yang Akang naikin selama jadi ATPM,,, hehe

Dimulai ketika duduk di atas XJR, feeling berkendara terasa langsung beda dengan motor yang pernah Akang naikin, meskipun secara riding position sama aja kayaknya dengan Thunder 125 tapi dengan jok yang sedikit terasa lebih lebar dan tanki yang gede dengan bentuk classic JDM membuat Akang merasakan nuansa berkendara yang benar2 baru, padahal baru duduk doang lho! Nyaman, anteb dan terasa stabil banget terlebih lagi Akang yang tingginya 173cm dengan leluasa kedua kaki bisa menapak ke tanah.

Akang naik SR125

Setelah menghayati perbedaan riding position, langsung starter tuh motor,,, brummm, brummm, brummmm.. gila bangeeet, merdu suaranya,, empat silinder gitu loh!!! Walaupun sudah sering liat dan denger langsung motor multisilinder tapi feel-nya beda banget dibandingkan kita menaikinya langsung!
Berat Kosong    175kg
Kapasitas Tanki    18L
Rasio Kompresi  10.7:1
Power                53 PS @11000rpm
Max Torque      35 Nm @9500rpm
Mesin                 399cc dohc 4-silinder, air cooler
Bore x Stroke   55.0 x 42.0 mm
Setelah mesin hidup masuk deh sesi test riding, yang mana merupakan bagian test membuat sim bagi warga Jepang..Pertama kali adalah test maju beberapa meter dan melakukan pengereman, terus masuk track lingkaran beberapa putaran kemudian membentuk angka delapan, dan yang terakhir mengetes kemampuan manuver belok zigzag kiri kanan. Kesan pertama ketika tuas gas/throttle Akang puntir adalah `eh, koq galakan tenaga SR 125 ya, buka gas dikit aja langsung nyelonong,,,, si XJR ini malah alon-alon gitu. Selama mengendarai di track yang Akang jelaskan di atas terus terang Akang tidak merasakan perbedaan performance baik XJR dan SR125 ( ya iya lah pelan2 gitu bawanya!) tapi sepanjang test itu Akang mengagumi betapa nikmat dan stabil naik moge dan suara yang merdunya bikin kita gimanaaaa gitu!

Akang menghayati riding position XJR dan berusaha mengenal lebih dalam tentang si kuda besi!

Setelah melewati track dasar zigzag baru kemudian instruktur membimbing Akang ke track luar yang berbentuk persegi agak oval beberapa putaran. Di Kesempatan ini Akang berhasil melaju dengan si kuda besi sampe gigi 3 saja (karena pendeknya track, paling 100m dan harus segera braking masuk tikungan) top speed yang Akang peroleh antara 70-80km/jam saja kalau gak salah. Tidak terasa Akang menghabiskan waktu hampir 20mnt dengan XJR 400 sepanjang track yang Akan sebutkan di atas (membulat, angka delapan, zigzag, dan track luar dua putaran terus aja berulang-ulang)!

Akang dibelakang Junior nih, mau disalip eh gak boleh saling mendahului,,, weeww..

Sebagai Informasi, XJR 400 sudah disuntik Yamaha sejak 2009 karena regulasi emisi bahan bakar yang semakin ketat, Yamaha tidak mengembangkan
lebih lanjut si XJR karena kalah bersaing dalam penjualan dengan Honda CB400. CB 400 sendiri pada tahun 2011 merupakan top sales Honda di Japan Domestic Market (JDM). Sebagai biker enthusiast, Akang tentunya memimpikan memiliki moge multisilinder sekelas XJR 400. Sayangnya sekarang baru kebeli sekelas si Byson, keponakannya XJR (haha maksa!)

Yamaha XJR400 vs Honda CB400, Yamaha mengalah dengan menyuntik mati XJR400

Sekarang sih Akang cukup punya pramodelnya aja dah! Hahaha Keinginan memiliki moge Akang jadikan salah satu target hidup (jelas targetnya, gimana mencapainya dan kapan pencapaiannya) dan secara otomatis berhubungan langsung dengan pendapatan kita!!! Untuk mengejar pendapatan yang ditargetkan jelas Akang harus memantaskan diri menigkatkan kemampuan dong! Setidaknya hal itu Akang jadikan motivasi hidup yang positif dengan tetap menempatkan keluarga sebagai yang utama dan menjunjung tinggi rasa syukur pada sang Pencipta atas apa yang dianugrahkan-Nya 【Akang】

Belum punya aslinya, cukup pramodelnya saja...

Tungganganku I: Akang Memutuskan Meminang Fazer 150 (Byson Berfairing)

Kalau masbro mengharapkan artikel pencerdasan otomotif atau informasi seputar roda dua seperti artikel lain yang biasa Akang tulis,,, stop bacanya,,, Artikel ini hanya corat-coret bercerita tentang bagaimana Akang menentukan pilihan tunggangan roda dua…

Byson half fairing aka Fazer di India (sumber gambar http://www.oneprice.in)

Sesuai dengan judul artikel ini, Akang ingin bercerita tentang pengambilan keputusan meminang Fazer sebagai persiapan kembali ke Tanah Air  pertengahan bulan Maret nanti. Artikel ini sekaligus mengawali cerita Akang dengan si kuda besi pilihan yang rencananya akan Akang pake paling lama sampai 2015. Di 2015 nanti Akang  menargetkan level UP dalam hal pendapatan dan harus memungkinkan bisa membeli motor 250cc… Insya Allah.. Kebeli motor 250cc berarti tolak ukur kemapanan keluarga, bukan berarti belabelain kredit/beli motor 250cc tapi masih belum punya roda empat atau rumah tetap.. (Konsumtif kah? Tergantung dari sisi mana masbro menilai target Akang tersebut)

Lho koq Fazer Kang? Fazer yang mana, bukannya Fazer 150 hanya dijual di India sana? Bukannya dulu bilangnya mau menunggu si Avenger 220 Kang? Kenapa gak nunggu Honda Trellis atau New Tiger Kang? Kenapa gak Vixion aja Kang? Terus terang banyak pertanyaan2 tersebut ditanyakan temen2 yang mengetahui Akang telah meminang sebuah motor 150cc…

Apa itu Fazer 150? Yang Akang maksud Fazer 150 itu adalah Byson dengan tambahan fairing Fazer original dari India sana. Bysonnya sendiri sejak February ini sudah gak inden lagi, Awal February Istri Akang sudah memesankan Byson warna merah (Akang kasih nama Kebo Merah = Si Bomer) sekarang sih si Kebo Merah sudah ngandang :mrgreen: Untuk Cowling Fazer Akang pesan dari salah satu kaskuser (id kaskus: protozz,,, katanya masih satu atap sama modifikator bro aim) yang juga menyediakan fairing original dan part R15, sekarang dalam tahap menunggu barang dari india sana,, acha, acha.. Untuk beberapa minggu sih kayaknya bakal Akang nikmati dulu si Kebo Merah Byson,,, baru setelah puas akhir Maret nanti pasangin fairing Fazernya ke workshopnya Agan protozz di Jakarta.

Kaya gimana sih Byson Indonesia ditambahin fairing Fazer original dari India, nih salah satu penampakannya diambil dari lapak Agan protozz kaksus..

Dalam artikel yang lalu Akang pernah bercerita kriteria Akang memilih sebuah motor diantaranya:
1. Dipakai harian Rumah-Kantor jarak 20km (PP 40km)
2. Irit, konsumsi BBM >40km/l jenis pertamax juga gpp.
3. Cocok kalau ditambah Box tambahan untuk pulkam atau touring jarak jauh berdua ma istri ( Istri sendiri ya, jangan istri orang lain :mrgreen: )
4. Tenaga dan Kecepatan gak kalah sama bebek dan matic biasa.
5. Harga max 25 jt (termasuk modifikasi ke ban kaki2 lebar, depan 100/80-17 belakang 120/70-17)
5. Gak banyak yang punya. hehe alias bukan motor sejuta umat, biarpun murah tapi yang pake dikit (bukan Vixion dan NMP)

Lho koq bisa dengan kriteria di atas milih Byson Kang? Si Kebo kan sekarang jumlah produksinya banyak dan dari segi harga termasuk motor sport entry level,,, nantinya jadi motor sejuta umat dong? Nah,, agar si Kebo gak jadi motor sejuta ummat, makanya ditambahin fairing Fazer… Fairing original dari negeri tuan takur, dijamin orang lain gak banyak yang punya :p dari segi budget pun dengan penambahan fairing masih dalam toleransi… Yang bikin Akang kesengsem adalah tampang setengah fairingnya yang beraroma Touring banget!!! Bayangin aja nantinya saat ditambahin box,, weittss Kebo Merah siap menjelajah negeri :mrgreen: Maunya sih CBR 150R tapi sayang ah, untuk keadaan sekarang uangnya mending ditabung dulu buat nyicil rumah dan roda empat di tahun2 mendatang dan di 2015 nanti upgradenya terasa bermakna banget 😀

Kira2 beginilah kalau Fazer dibuat mode touring ditambah kotak box es cendol dan rice coocker (sumber: website yamaha incolmos colombia)

Kenapa gak nunggu si Avenger 220 Kang? Pengen sih, berhubung gak ada kabarnya yaudah gak usah ditunggu deh! Lagian setelah dipikir2 motor yang Akang beli harus memiliki availability 100% dalam artian jangan sampai ada masalah sedikitpun dan kalaupun ada jangan sampai motor gak bisa dipake karena part untuk memperbaikinya gak ada atau harus inden. Hal ini disebabkan tunggangan Akang satu2nya modus tranportasi yang Akang punya ketika nanti kerja di Jakarta! (kalau di Kampung sih ada motor cadangan) Meskipun Avenger sungguh menggoda satu2nya chopper murah di Indonesia, sayang karena produk BAI dengan berat hati Akang jatuhkan pilihan motor pertama pada produk2 Jepang saja! Seandainya Avenger produk TVS mungkin ceritanya lain ya…

Kenapa gak nunggu Honda trellis dan New Honda Tiger? Wahhh,, butuhnya juga Maret ini, kelamaan nunggu yang gak tahu kapan keluar dan bagaimana bentuknya. Terus kenapa gak beli Tiger atau Scorpio? Alasannya karena Tiger pasti bentar lagi disuntik mati, Scorpio boros dan kemahalan soalnya kalau modif ban lebar 17inch jadi over budget!!! Kenapa gak Vixion? Ogah ah motor sejuta umat!

Sebenernya ada pilihan lain sih yaitu Thunder 125.. Selama Akang jadi ATPM (Aku Tukang Pinjam Motor) selama jadi mahasiswa sering minjem Thunder 125,,, Tenaga ya seadanya, tapi yang bikin illfill sih bukan powernya melainkan bentuknya, Thunder sekarang dah banyak berubah jadi sporty gitu,, Akang gak suka!!! Mending Thunder lama yang lebih klasik, terus kaki2 dimodif velg jari2 tapak lebar tank tanki dikasih kondom biar lebih klasik JDM… Kalau designnya sport ya sporty sekalian, atau klasik sekalian.

Byson Fazer lagi becek2an

Fazer sendiri adalah motor setengah fairing merupakan sesuatu yang aneh bagi orang Indonesia, karena dinilai gak terlalu banyak peminatnya atau alasan2 lain tertentu YIMM hanya mau menjual fersi FZ16 (byson) tanpa menghadirkan versi Fazer. Padahal di banyak negara seperti Argentina, Colombia dan India sana model setengah fairing Fazer kayaknya cukup diminati…

Aroma Touring Fazer:
Salah iklan commercial Yamaha India yang membuat Akang semakin yakin untuk meminang si Kebo dan merubahnya jadi Fazer…

Dari iklan di atas kita ketahui byson Fazer memang tidak dirancang untuk berlari di high way India atau keperluan balap2an, tapi untuk keperluan santai akhir pekan bareng anak, pacaran, nyari ide pemotretan, jalan2 di pegunungan dll. Kalau ada yang nyindir si byson lemot??? Emang Akang pikirin… 😛 Ntar deh beli 250cc yang kencang di 2015…. Nunggu Ninja 250R facelift generasi terbaru :mrgreen:  【Akang】

Fazer16 dalam expedisi jelajah negeri Colombia (sumber rutafazer16.incolmotos-yamaha.com)

Request Bro Elvis Gorontalo: Motor Harian Premium Terbaik Rentang 30jt-40jt

…. jadi kayak gini pertanyaannya (tolong kasih pandangan ya bro ) : untuk harga 30 sampai dengan 40 juta… motor yang paling pas dengan badan ane 178 cm berat 70kg (umur 29 thn) kira2 motor apa ya??? motor ini rencananya bakal di pake buat harian (rumah-kantor, dll). sampe skarang yang ane tau di harga segitu pilihannya : CBR 250r, CBR 150r, Ninja KRR (2-tak). trus trang ane bingung+stress+dll dalam beberapa hari ini……tolong dibantu ya!!!!!!!!!!!

Kalimat di Atas adalah pertanyaan dari Bro Elvis Charles Deu dari Gorontalo. Di tengah kejenuhan dan stress pekerjaan akhirnya semangat menulis di blog kembali muncul.. minimal memberi sedikit informasi seorang pengunjung blog Akang ini 😉

Untuk motor premium (premium menurut mayoritas masyarakat Indonesia) yang ada di kisaran 30-40jt sekarang adalah CBR 150 (33 jt), CBR 250 (40 jt) dan New Ninja KRR (34.3 jt) itu adalah OTR di Jakarta ya,, di Gorontalo sana  jelas harganya lebih tinggi karena ada biaya transport dan pajak daerah, mungkin lebih mahal sampai 2-3jt kali ya… (Maaf ya Megelli 250 tidak Akang masukkan karena berbagai alasan!) Sekarang akan Akang bahas satu persatu dari ketiga model tersebut berdasarkan pengetahuan yang Akang punya dan data2 spesifikasi yang ada.

Model baru dan Motor Baru 30-40jt beberapa bulan mendatang.
Sebelumnya Akang bahas dulu beberapa model baru dalam rentang 30-40 juta.. Seperti sudah kita tahu dari berbagai media pihak Suzuki mengkonfirmasi akan menghadirkan GW250 di 2012 ini, sepertinya paling lambat pertengahan tahun (untuk data lengkap dan spesifikasi perbandingan dengan CBR 250 silakan lihat di sini) Sedangkan untuk model facelift akan hadir New Kawasaki 150RR. Ninja 2 tak ini menurut informasi yang Akang dapatkan tetep menggunakan mesin yang sama, hanya terdapat perubahan cover body luar saja.
Untuk yang ada waktu sampai pertengahan tahun mungkin lebih bijak ditunda dulu beli motornya kali ya, nunggu kemunculan GW250,, tapi bagi yang ngebet sekarang pilihannya terbatas pada cbr 150r, cbr 250r dan Ninja 150KR.

Sisi Design dan Style Motor

Dari Sisi design ketiga motor merupakan model full cowling (berfairing) CBR 150R dan CBR 250R yang merupakan model paling baru sepertinya lebih unggul (di mata Akang ya!!) ketimbang gaya full fairing klasik Ninja 150RR bahkan New Ninja 150RR pun masih kalah style dibanding CBR-series. Seandainya masbro beli Ninja 150RR sekarang, dalam satu dua bulan kedepan ketika ada 150RR baru maka akan semakin kelihatan jadul saja..  TAPIII… hal ini bukan masalah kalau masbro suka design klasik Ninja 150RR yang sekarang. Dalam hal selera, jangan dengerin kata orang,, toh kita sendiri yang mersakan kepuasan.

Gambar New Ninja 150RR didapat dari asmarantaka.wordpress.com

Coba perhatikan gambar di atas masbro, gaya Ninja 150RR yang baru terlalu memaksakan niru Ninja 250 sehingga tidak ada harmonisasi antara tanki, garis cowling/fairing depan dan body belakang. Kalau dilihat secara perbagian mungkin bagus tapi bila dilihat secara motor keseluruhan jelas acak2an.. Jauh banget dengan cbr-series dimana design keseluruhan merupakan suatu kesatuan harmonisasi yang unik dan berkelas.. IMHO

Berat, Dimensi Motor dan Riding Position

Berdasarkan tinggi badan Elvis Charles Deu yang 178cm, 70kg Akang pikir sih dari riding position cocok menggunakan motor apapun baik cbr-series ataupun ninja 150KRR.. Tidak satupun yang ketinggian. Kalau soal riding position bisa dipilih sesuai selera. Ninja lebih ke sport dengan posisi berkendara lebih nunduk dibanding cbr-series yang beraroma motor harian dengan posisi berkendara lebih tegak (cbr 250 dan cbr 150 memiliki riding position yang hampir sama percis).. Kalau untuk harian yang mengutamakan kenyamanan dengan sesekali touring jelas Akang saranin pilih cbr-series. Tapi kalau masbro suka menggenjot adrenalin sejak gas dipuntir, jelas Ninja 150RR memberikan sensasi riding position sporty yang diperlukan,, tapi dijamin mudah lelah dan gak nyaman dibawa touring dan harian di lingkungan macet.

Dari kecocokan tinggi dan berat badan 178 cm berat 70 kg perawakan tinggi langsing, kayaknya lebih cocok dengan Ninja 150RR yang memiliki berat kosong 128 kg (paling ringan diantara ketiganya) disusul cbr 150 dengan berat kosong 138 kg, body cbr 150R sedikiiiit lebih kecil daripada cbr 250 yang berat mencapao 161 kg, kalau sekilas sih kedua cbr gak akan kelihatan beda, baru kalau dijajarin kelihatan bedanya! Faktor berat motor ini akan terasa kalau masbro parkir atau masuk keluar gang. Apalagi seandainya masbro kerjanya di lapangan sering berpindah tempat dan harus parkir di berbagai tempat, jelas body yang ringan lebih Akang saranin. Kalau kerjanya Cuma di kantoran masuk pagi pulang sore,,, frekuensi parkir Cuma sesekalai,, motor berat juga gak
masalah kali ya… :mrgreen:

Feeling dan Kenikmatan Berkendara (Performance??)

Untuk hal kenikmatan berkendara jelas berbeda2 tiap orang dan tergantung cara berkendara juga. Apalagi dari ketiga motor di atas karakternya berbeda semua. CBR 250R memiliki power dan torsi yang besar rpm rendah dan menengah (Max Power 27PS @8,500rpm Torsi 23Nm @ 7000rpm) dengan bukaan throttle gas sedikit pun dengan ringannya bisa ngacir dengan top speed lebih dari 150km/jam. Bagi pemakai harian yang sesekali touring jauh dan suka kebut2an Akang saranin banget. Kelemahan karakter mesin putaran rendah ini bagi orang Indonesia adalah suara yang dihasilkan,,, walaupun 250cc dan mesin dohc tapi sama aja suaranya dengan new megapro 150cc sohc karena beroperasi pada putaran rpm yang hampir sama :mrgreen:

CBR 150 berbeda dengan CBR 250 disetting untuk mengeluarkan power di putaran mesin tinggi ( 17.8PS @10,500 rpm) cocok bagi yang suka kebut2an pada high rpm… Kelemahannya ya lemah di putaran bawah. Kalau masbro pernah memakai Yamaha Vixion mungkin bakal merasa cbr 150 lemah ketika start lho (Meskipun sama-sama 150cc, Vixion disetting pada rpm rendah dan menengah seperti halnya cbr 250). Perlu masbro ketahui bahwa mesin dohc 150 juga dipakai Suzuki Satria dengan power yang lebih rendah ketimbang cbr 150, tapi dengan body Satria fu yang kecil membuat motor ini lebih lincah di akselerasi awal, tapi jelas kalah stabil saat kecepatan tinggi karena body bebeknya inferior dibanding body motor sport cbr 150 CMIIW. Nilai positif bagi mesin dohc cbr 150 yang berkarakter putaran tinggi adalah kepuasan saat motor di putaran tinggi, apalagi ketika knalpot sudah diganti dengan aftermarket. Feel berkendara ketika knalpot meraung di putaran 9-10 ribu rpm dibandingkan 7,000 rpm motor lain dengan speed yang sama feel berkendaranya sangat berbeda!!! dan itu kenikmatan tersendiri bagi rider cbr 150…

Untuk Ninja 150 RR performa tak diragukan lagi. Walaupun 150cc tapi power sangat mumpuni 30.1 ps @10.500 rpm Torsi 21.6 Nm @9,000 rpm bahkan mampu mengungguli CBR 250R. Kenikmatan terbesar mengendarai Ninja 150 adalah saat mekanisme super kips bekerja di putaran tinggi (7000-8500rpm???) dimana terjadi kenaikan power secara signifikan dan menimbulkan sensai yang berbeda dibanding mesin 4 tak. Kenikmatan dan sensasi lain yang didapat dari mesin 2 tak adalah suaranya yang garing, tapi ini sekaligus jadi kelemahan karena banyak orang misalnya Akang sendiri benciiiii banget ma suara mesin 2 tak 👿

Untuk performa Akang gak bisa kasih rekomendasi, kembali ke individu masing2 lebih suka yang mana… Seperti yang Akang tulis di atas semua ada keuntungan dan kekurangannya.

Sisi Teknologi dan Jaminan Sparepart
Secara umum ninja 150 menggunakan mesin teknologi 2-tak yang konon berdasarkan info yang Akang dengar sih Cuma ada di Indonesia. Teknologi  ini tidak ramah lingkungan dan kemungkinan besar tidak akan bertahan seandainya kebijakan Euro 3 diberlakukan. Bisa jadi sebuah berkah karena masbro memiliki motor 2 tak generasi terakhir atau juga suatu musibah seandainya motor discontinue dan ketika ada masalah masbro kesulitan mencari sparepart. Tergantung masbro melihat dari sudut pandang mana. Ya walaupun setelah discontinue pabrikan wajib menjamin ketersediaan part 10 tahun mendatang dan strtuktur mesin 2-tak bisa ditangani bengkel pinggir jalan sekalipun,, kekhawatiran ketiadaan sparepart pasti ada.

Sebaliknya cbr-series apalagi cbr 250 menggunakan teknologi mesin 4-tak generasi terbaru Honda global. Terutama penggunaan sistem injeksi yang ramah lingkungan sudah lolos regulasi Euro 3… sehingga lebih terjamin di masa mendatang baik sisi service maupun suplai sparepart. Hal negatif dari teknologi ini adalah apabila di Gorontalo sana service center Honda belum siap menangani nih motor… Walaupun saya yakin di tahun kedua pemasaran
cbr 250 sepertinya bengkel resmi Honda pasti sudah sangat siap,, sekali lagi
kekhawatiran pasti ada toh 😉

Fuel Consumption
Hmm,, maaf nih ya, mau sedikit nyindir temen Akang yang mau beli cbr 150R tapi mau ngasih minum premium dan memikirkan keiritan. Jangan pernah pikirkan effisiensi bahan bakar bila masbro beli motor premium di atas 30 juta. Kalau masih mikirin hal ini mendingan lebih baik masbro pikir ulang deh untuk beli motor kelas ini, karena berarti kebutuhan pokok hidup yang lain masih harus diperhatikan dan artinya masbro maksa2in beli motor ini! IMHO.
Yang ingin Akang bahas adalah pemilihan konsumsi bahan bakar. Berhubung bro Elvis ada di Gorontalo Akang gak tahu apa suplai bbm pertamax disana lancar atau tidak.. Hal ini dikarenakan cbr 250 direkomendasikan menggunakan pertamax, pun juga dengan cbr 150,, tapi keuntungan cbr 150R ini adalah adanya sistem injeksi khusus untuk Indonesia dimana timing pengapian bisa menyesuaikan bila terpaksa disuplai bbm premium… (ingat ya premium buat warga yang memerlukan subsidi, bukan untuk masbro yang kebeli motor 30jt ke atas!) kalau Ninja 150RR rekomendasinya memang menggunakan premium karena kompresinya yang rendah… CMIIW

Kesimpulan
Kalau masbro senang dengan sensasi suara mesin 4-tak di rpm tinggi cbr 150R pilihannya, lebih ringan dari CBR 250 dan masih bisa dikasih minum premium sayang kurang menggigit di putaran rendah dan dari segi performance paling rendah dibanding 2 motor lainnya. Kalau masbro suka kebut-kebutan mompa adrenalin, tidak terlalu concern pada lingkungan, tidak memikirkan kalau dalam 3-4 tahun mendatang mesin 2-tak bakal distop produksinya, senang suara knalpot garing 2-tak, suka motor yang ringan gak ribet,, Ninja 150rr pilihannya, Secara pribadi nih kalau Akang disuruh milih… pilihan terbaik adalah CBR 250R . Style, Performance, Teknology dan Gengsi semua dapet… sebanding dengan harga yang dikeluarkan.. IMHO Meskipun bodynya berat,, buat masbro Elvis yang tingginya 178cm sepertinya gak jadi halangan kan apalagi di Gorontalo gak ada macet kaya di Jakarta… 😉

Yang Diterima Konsumen Kita Bukan TVS Metro ataupun Apache RTR 180 ABS Tapi RTR 250FX

Artikel ini Akang tulis setelah membaca dua artikel blogger kondang Triatmono (dikenal dengan sebutan Mas Tri) dan proud2ride (P2R) dimana keduanya memiliki dua pandangan yang bertolak belakang mengenai TVS Metro yang konon akan diperkenalkan ke Indonesia. Mas Tri berpendapat bahwa selera orang Indonesia tuh priyayi, si Metro bakalan susah diterima masyarakat Indonesia,,, sedangkan P2R berpendapat bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan kendaraan roda dua yang murah dan terjangkau di bawah 10jt. Lalu gimana Pendapat Akang???

Sumber gambar : TMC blog

`Masukin TVS Metro? Product Planning TVS Indonesia Payah atau Pesanan Indihe nih!?`

Coba masbro liat photo di atas? Apa kira-kira masuk selera orang Indonesia sekarang ini? Akang jungkir balik nilai nih motor dan coba evaluasi dari sudut orang2 dengan level pengasilan ekonomi kelas bawah tetep aja gak bisa nemuin titik terang si Metro 100cc ini bakal diterima di pasar Indonesia.

Dilihat dari segi model motor, orang Indonesia tuh seleranya terbawa dengan arus zaman, gampang bosen dengan yang lama dan lebih menyenangi model baru. Bisa dibilang TVS Metro ini bertampang jadul dan aneh, bukan klasik yang eksotis,,, terbukti model2 kaya gini sudah mulai dilupakan, contohnya si Thunder 125 sekarang sudah tidak laku di pasaran kan,,, padahal harganya kompetitif dibandingkan motor bebek lho!

Dari segi performance pun meskipun berbentuk motor sport tapi mesinnya masih 100cc, tenaga yang dihasilkan tidak lebih dari 5.5 kW dan torsi 7.5 Nm, sebagai pembanding Mio sporty aja yang notabene skuter matic dirancang buat kaum hawa tenaganya 6.14 kW dan torsi 7.84Nm.. Dipake ngojek juga gak ada tenaganya lho! Apa yang mau dibanggain dari nih motor…

Konsumen yang dituju kelas mana sih? Apakah bisa nih motor dibandrol di bawah 10 juta? itu yang jadi tanda tanya Akang. Masyarakat kelas ekonomi bawah pun kayaknya ragu meminang nih motor dimana imagenya `murah` diartikan murahan, gampang rusak, dan TVS masih dianggap merk China.. (seriusan nih,, Akang aja 2 tahun yang lalu nganggap TVS tuh produk China :mrgreen: )

Akang dibesarkan di lingkungan kalangan ekonomi rendah lho, jadi tahu mindset dan pola pikir mereka. Biasanya kelas ekonomi bawah, tukang ojek dsb lebih memilih produk yang sudah terbukti kehandalannya terutama dari merk Jepang daripada merk gak jelas macam TVS, dan pastinya milih yang secara model sesuai perkembangan terbaru. Alternatif lainnya adalah membeli motor second… Lain ceritanya kalau nih motor dibandrol di bawah 8 juta (tapi itu kayaknya gak mungkin),, terus TVS konsentrasi 100% fokus di motor murah dengan terus membangun 3S dan bisa menghilangkan image mocin.

Kayaknya orang-orang Product Planning TVS juga sudah tahu akan hal ini deh! terus apa ini pesanan orang2 Indihe sana tuk masarin nih motor di mari? Atau emang ada strategi lainkah? Kita simak aja bareng2 langkah TVS masbro 😉

Akang bersuara kaya gini bukan karena gak suka TVS, tapi hanya mau bilang bahwa konsumen kita layak mendapatkan yang lebih baik… Syukur2 kalau TVS Metro laku,, kalau gak laku dan misalnya dalam beberapa tahun gak beredar lagi bisa dipastikan masyarakat yang udah terlanjur membeli akan kesulitan mencari part-partnya,,, apalagi konsumen motor jenis ini adalah konsumen kelas bawah yang biasanya menggantungkan hidup mereka dari tunggangannya. kasian kan!

Lalu Apa Yang Harus Dilakukan TVS Indonesia?

Bukan TVS Metro ataupun RTR 180 ABS,, melainkan RTR 250FX

Desak TVS Pusat Masukin TVS RTR 250-fx ke Indonesia

`Leading manufacturer of high value of money`sebagai mission statement TVS tidak akan pernah terwujud apabila produk yang ditawarkan tidak mengerti akan keinginan konsumen. TVS memang berhasil mengembangkan TVS Tormax untuk pasar Indonesia tapi produk2 lainnya yang dijual di sini Akang nilai secara mentah-mentah mengambil platform motor dari India sana. Dalam hal ini Akang merasa perlu ada R&D khusus agar platform dari TVS pusat sana mengalami modifikasi agar bisa diterima masyarakat kita. Produk Jepang di India sana seperti FZ16 aka Byson dan Honda Dazzler aka Megapro bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat kita bukan semata karena Yamaha dan Honda tapi karena designnya cocok juga dengan orang Indonesia…

Bila Akang perhatikan di situsnya TVS India, rasa-rasanya gak ada satupun produk India yang bener2 bisa diterima di pasaran kita sekarang ini lho! Seandainya Apache RTR 180 ABS dimasukin ke Indonesia bahkan dengan pricing rendah sekalipun, Akang yakin gak bakalan laku tuh,,, Tapi ada satu varian yang menurut Akang bakal cukup diterima nih. TVS RTR 250-FX.

TVS RTR 250FX di Ajang Outo Expo 2012

TVS RTR 250FX memang baru sebatas diperkenalkan di Auto Expo 2012 di India sono, tapi Akang yakin kesiapan untuk diproduksi tidak lebih dari 6 bulan lagi (pengalaman sebagai manufactur engineer nih!) Apache RTR 180 mungkin lebih mudah masuk ke Indonesia dibanding RTR 250fx tapi berkaca dari Apache RTR 160 yang secara model 11-12 kayaknya penjualan RTR 180 juga bakal gitu2 aja… Sedikit rubahan pada RTR 250FX agar bisa dibuat on road dengan dua tipe yaitu seri dirtbike dan supermoto kayaknya bukan sesuatu hal yang sulit untuk ngaspal di mari IMHO 😉

Motor jenis ini kan segmented Kang? masa iya sih bakal laris nih RTR 250FX? memang benar kue motor ini sedikit hanya 2,600 perbulannya, tapi peminat motor ini biasanya bukan orang2 awam lho, tapi biasanya melek informasi! Apabila RTR 250FX dibuat model Dirtbike dan Supermoto dan dipasarkan pada level 20jt, Akang yakin Kawasaki KLX 150 dan Dtracker 150 bakal morat-marit tuh… Dari style jelas menurut Akang 250FX jauh lebih modis, dari power pun ya jelas mesin 150cc kawasaki yang inferior bakal kalah telak dari 250ccnya TVS…

Akang yakin sebagian pembeli KLX 150 dan Dtracker 150 tuh membeli produk tersebut karena memang tidak ada pilihan lain pada rentang harga tersebut,, paling ada pun produk china lagi dah!!!

Hallo, TVS Indonesia…. No to TVS Metro and Apache RTR 180,, say yes to TVS RTR250FX… 【Akang】

Kredit Harley Davidson cuma Rp. 440 ribu perbulan lho!

Motor Harley Davidson Sportster 883L Superlow keluaran terbaru 2012 bisa dikredit 440 ribu rupiah perbulan lho… Tapi bukan di Indonesia ya,,, melainkan di Jepang, Negeri yang sudah `gemah ripah loh jinawi` dimana warga yang kerjaannya -maaf-  cuma pelayan toko pun bisa memiliki moge Harley Davidson.

Harley Davidson xl883l superlow, di Jepang dikredit Rp 440 ribu/bulan

Harley Davidson mahal? kalau hal itu mah anak TK juga tahu :mrgreen: apalagi di Indonesia dengan adanya pajak barang mewah terhadap motor yang berkapasitas lebih dari 250cc menjadikan harga moge american style ini hampir 2x kali lipat dibanding harga di negara lain.. Tapi di Jepang hal itu nggak menjadikan Harley Davidson cuma bisa dimiliki orang2 berkantung tebal saja, pajak yang murah dan bunga kredit yang rendah menjadikan warga yang pendapatannya biasa saja pun bisa memiliki tunggangan mewah sekelas HD.

HD Jepang menjual Sportster XL 883L Superlow mulai dari 948,000 yen kalau dirupiahkan menjadi Rp 100.4 jt (kurs 1 yen = Rp 110) sedangkan harga produk yang sama di Indonesia adalah Rp 212 juta lho… Harga tersebut bisa dicicil sampai 150 bulan (12 tahun) dengan cicilan perbulannya 4,000 yen atau Rp 440 ribu,,, lumayan murah tapi lamaaaaa,, dah kaya kredit rumah aja tuh :mrgreen: Untuk model Sportster XL 1200X Forty-Eight yang menjadi model paling laris HD di Jepang 2011 lalu ditawarkan seharga 250.5 jt (di Indonesia 259jt 👿 ) bisa dicicil 150x dengan cicilan 5,000 yen atau Rp 550 ribu…

Harley Davidson Sportster XL1200X 48, Di Jepang dicicil 550ribu/bulan

Murah sih ya,, tapi masa ampe 150 bulan (12 tahun) apa gak bosen tuh? Kalau di Indonesia 12 tahun dan bisa ganti 3-4 motor tuh (dengan kredit tentunya :mrgreen: ) Untuk hal ini Akang cuma mau bilang kalau budaya berkendara dan karakter orang2 Jepang berbeda 180 derajat dibanding rider di Indonesia. Apabila di Indonesia motor sebagai kendaraan utama maka di Jepang motor sebatas hobi semata (kecuali scooter atau bebek ya..).

Karakter orang Jepang yang menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur dan budaya masa lalu, sejauh pengamatan Akang bukan tipe orang yang mudah bosan berbeda halnya dengan orang Indonesia.. Kebanyakan orang Indonesia motor hanya dimiliki 5-6 tahun saja, tapi kebanyakan orang Jepang memiliki motor dalam periode belasan tahun bahkan sampai jadi rongsokan lho! Orang Indonesia menganggap model lama adalah ketinggalan zaman dan lebih memilih model yang lebih fresh dan modern, tapi hal ini tidak berlaku bagi orang Jepang. Dengan mudah contoh ini bisa kita lihat dari tidak lakunya varian Thunder 125, digantikannya Megapro dengan New Megapro yang lebih stylish dan anggapan Tiger yang selalu dibilang model jadul harus segera diupdate, hal ini tidak berlaku di Jepang dimana model motor berbau klasik dengan shock yang masih stereo seperti CB400 dan CB 11000 masih digandrungi bahkan jadi top sales di JDM 2011. Makanya tidak aneh kalau HD berani memberikan fasilitas kredit sampai 150 bulan 😉 moreover Harley Davidson is timeless…

Bunga kredit yang hanya 3.9% pertahun menjadi kunci utama murahnya cicilan moge HD bandingkan dengan bunga kredit di Indonesia,,, Akang ampe males ngitungnya saking tinginya 👿 Dengan cicilan 4000 yen perbulan (Rp 440 ribu) menurut Akang bagi orang jepang nominal yang tidak berarti lho. Nih Akang ilustrasiin sebagai pembanding: makan di warteg paling murah atau beli makanan kotak di warung sekelas hypermart satu porsi tuh 400 yen, jadi 4000 yen itu tak lebih dari 10x jatah makan di warteg Jepang… Seandainya di Indonesia (misalnya di Jakarta) makan di warteg seharga 12 ribu, maka bebannya bila diilustrasikan bagi orang kita cicilan HD tuh seharga 120 ribu rupiah ( 10x jatah makan warteg) ..

Tingginya pajak barang mewah, tingginya bunga kredit, dan faktor rendahnya pendapatan masyarakat menjadikan HD hanya sekedar cita-cita saja buat masyarakat Indonesia ekonomi kelas menengah seperti Akang. 【Akang】

Top 10 Moge Jepang 2011 (JDM 250cc~)

Just want to share.. Ini nih Top 10 motor terlaris di Jepang 2011 untuk kelas moge di atas 250cc.. Ditulis berurutan berdasarkan jumlah penjualan ya 😉

1. CB 400 SB/SF (terjual sebanyak 2,948 unit)

CB 400 SF (atas) dan CB 400 SB (bawah)

2. CB 1100 (Dari tipe ABS dan Non-ABS total terjual 2,283 unit)

3. Kawasaki Ninja 400R/ER-4N (terjual sebanyak 1,968 unit)

4. Kawasaki W800 (terjual sebanyak 1867 unit)
5. CB 1300 SB/SF/ST (terjual sebanyak 1.439 unit)

CB 1300 SB (kiri) dan CB 1300 ST (kanan)

6. Harley Davidson 48 (terjual sebanyak 1.230 unit)

7. Kawasaki Ninja 1000 ABS (terjual sebanyak 1.093 unit)
8. Kawasaki Ninja 1000 (terjual sebanyak 828 unit)

9. Suzuki Hayabuza 1300 (terjual sebanyak 821 unit)

10 Suzuki Bandit 1250 (terjual sebanyak 796 unit)
Suzuki Bandit 1250 F (kiri) Suzuki Bandit 1250 S (kanan) Suzuki Bandit 1250 naked (bawah)

lalu dimana jagoan Akang si Yamaha FZ1,,, ada di urutan 28 ternyata,, terjual hanya 362 unit.. 👿 【Akang】

Kasian nih FZ1,,, model keren kaya gini kalah sama model klasik CB 1300