Category Archives: Roda Dua

Orang Jepang Touring dengan Supermoto dan Dirt Bike

Kali ini Akang ingin bercerita tentang kebiasaan orang Jepang touring menggunakan supermoto dan motor trail. Akang sendiri pada pertengahan November 2009 pernah merasakan langsung touring dibonceng motor trail Yamaha Serow 125cc…

Akang dan Orang Jepang,,, Photo Touring ke Sizuoka 10 November 2009

Di Jepang touring pada umumnya hanya dilakukan pada musim semi dan musim gugur. Di tengah kesibukan kerjaan yang padat dan pergantian 4 musim dalam setahun membuat aktivitas touring adalah sesuatu yang sangat dinantikan para biker pecinta touring di Jepang. Berbeda dengan Indonesia dimana aktivitas touring hampir bisa dilakukan kapan saja kecuali hujan ya,, :mrgreen: berikut gambaran 4 musim di Jepang dan kecocokannya dengan perjalanan touring.
1. Musim dingin (januari-Maret) = Dingin banget
2. Musim semi (April-Juni) = Cuaca adem, cocok buat touring
3. Musim panas (juli-September) = panas dengan kelembapan tinggi, pokoknya tersiksa banget kalau toring deh!
4. Musim gugur (Okt-Desember) = Cuaca adem, cocok buat jalan-jalan jauh!
Untuk pemakaian harian ngantor atau belanja ke minimarket sebelah rumah perbedaan musim tidak menjadi halangan. Tapi untuk touring perjalanan jauh pada waktu2 yang sulit yang Akang sebutin di atas umumnya gak dilakuin.

Touring dengan supermoto dan motor trail adalah salah satu kebudayaan rider Jepang. Beraneka ragamnya jenis motor yang mengaspal di Jepang membuat para rider leluasa memilih tunggangan sesuai keinginan mereka salah satunya motor supermoto dan trail si garuk tanah dan tentu saja si kuda besi pilihannya tersebut menjadi partner setia di kala touring.

Touring para motor garuk tanah di Jepang, Kawasaki KLX250, Yamaha Serow 250, dan Suzuki Djebel 250 (gak ada Honda garuk tanah 😀 )

Gambar-gambar diatas akang ambil dari http://okirakubull.blog56.fc2.com dimana touring dilakukan pada bulan April agenda touring satu hari. Coba perhatikan ktiga motor di atas, semuanya adalah tipe motor trail si garuk tanah, mereka tidak canggung untuk membawa kuda besi tukang kotor2an ini untuk touring. Untuk membawa perlengkapan touringnya pengendara Suzuki Djebel (kanan) tampak membawa ransel gendong, rider KLX 250 (kiri) mengikatkan touring bag di ekor si hijau, dan yang paling extrem tentunya si Yamaha Serow 250 yang ditempelin box,,, wkwkwk dah kaya motor pure touring aja!

Ketiga motor diatas hanya untuk touring bolak-balik sehari aja dimana kebutuhan yang dibawa hanya kotak makan bento saja (untuk makan siang). Tapi gimana kalau touringnya berhari-hari seperti yang dilakukan bro Rialhamzah atau bro Haryowidodo di Indonesia? berikut nih salah satu penampakan motor garuk tanah spesial long trip yang Akang ambil dari blog neosoya.sakura.ne.jp ketika yang punya blog touring sekeluarga ke Hokkaido.

Garuk Tanah KLX250 dan Serow Touring Jarak Jauh

Mantap bukan? kalau di Indonesia penampakan kaya gini banyak banget kalau musim mudik nih :mrgreen: Begitu juga dengan supermoto yang gak mau kalah fungsional dari si garuk tanah, banyak juga yang dipakai long touring! salah satu ceritanya Akang peroleh dari blogger rider masterfm.cocolog-nifty.com yang touring selama 12 hari menempuh perjalanan 3.200 km dan menghabiskan 115 liter bahan bakar…

D-Tracker 250 Long Trip Touring - Dah kaya mau pulang kampung atau motor jualan donat aja ya 😀

Sekian cerita hari ini,,,, sengaja Akang tampilin KLX 250 dan D-Tracker dari Kawasaki karena motor ini juga dijual di Indonesia. Sebenernya banyak cerita-cerita touring para rider dirtbike pabrikan2 lain, tapi kayaknya KLX 250 dan D-Tracker sudah cukup mewakili gambaran para petouring dirtbike dan supermoto di negeri sakura… 【Akang】

 

Panduan Ringan Mengenal Spesifikasi Mesin Bagian II : Sekilas Tentang DOHC dan SOHC

Artikel ini Akang tulis lanjutan dari artikel panduan ringan mengenal spek mesin bagian pertama yang sudah sekilas membahas tentang bore x stroke dan rasio kompresi… Langsung aja deh ke pokok bahasan..

SOHC (Single Overhead Camshaft) adalah engine yang menggunakan single camshaft (satu poros), sedangkan DOHC (double overhead camshaft) adalah engine yang menggunakan double camshaft (poros ganda) untuk menggerakan intake valve dan exhaust valve. Lebih jelasnya liat gambar di bawah ya,,, biarlah gambar yang bercerita!

sohc 2-valve (kiri) dan dohc 4-valve (kanan)

DOHC merupakan teknologi pengembangan dari SOHC, tapi tidak bijak bila kita bilang bahwa mesin dohc lebih baik dibanding sohc ataupun sebaliknya, karena kedua jenis mesin dirancang dengan tujuan yang berbeda. Secara teknologi sohc dan dohc berhubungan langsung dengan jumlah camshaft yang mengakibatkan perbedaan jumlah katup (intake dan exhaust valve) dan kecepatan buka tutup katup (selanjutnya Akang tulis valve ya!!).

Pada mesin sohc yang hanya digerakan dengan satu poros, jumlah valve yang mampu digerakan lebih sedikit dari dohc, Satu chamshaft pada sohc menggerakan intake valve dan exhaust valve sekaligus sedangkan, sedangkan pada dohc yang memiliki 2 camshaft intake dan exhaust valve digerakkan oleh dua camshaft yang berbeda.. Pada umumnya satu  camshaft didesign untuk menggerakan 2 valve (tergantung besarnya kapasitas mesin) sehingga pada mesin sohc jumlah valve biasanya hanya ada 2, satu intake dan satu exhaust valve (ada juga sohc dengan 4 valve tapi dengan kontruksi mesin lebih rumit seperti Vixion dan Jupiter MX)… pada mesin dohc dengan 2 camshaftnya, valve yang digerakan 2x jumlah valve pada sohc makanya bisa sampe 4 valve (2 intake valve dan 2 exhaust valve).. 【Akang】

Apa bedanya mesin 2 Valve dengan 4 Valve? (Soalnya dari tadi ngomongin valve mulu, Akang yakin beberapa dari masbro gak ngerti akan hal ini :mrgreen: )

1.Intake 2.Kompresi 3.Bakar 4.Buang

Sebelum ngomongin valve masbro harus tahu dulu cara mesin kerja mesin 4-langkah, yang secara sederhana keempat langkah tersebut adalah ①masuknya udara+bahan bakar ke ruang bakar, ② proses kompresi, yaitu dimampatkannya udara+bahan bakar yang dimasukan ③Pembakaran, terjadi dengan triger dari spark plug ④ Proses buang/exhaust, yaitu pembuangan hasil pembakaran di ruang bakar ((Inget2 lagi ya intake, kompres, bakar, buang/exhaust.. ))

Valve ini berfungsi mengatur masukan udara+bahan bakar pada proses ①intake, dan mengatur keluaran hasil pembakaran pada proses ④exhaust.. Apabila jumlah valve lebih banyak maka sirkulasi ruang bakar menjadi lebih baik. Pada dohc dengan 2 intake valve dan 2 exhaust valve (lihat lagi gambar di atas!) udara+bahan bakar masuk melalui dua lubang dengan cepat mengisi ruang bakar secara seragam dan keluar melalui 2 lubang exhaust dengan cepat pula, ini berbeda dengan mesin sohc dengan satu intake dan satu exhaust valve, aliran yang masuk/keluar ruang bakar terpusat dari satu saluran saja dan biasanya lebih kecil dibanding luas 2 lubang intake/exhaust pada dohc,,, makanya kecepatan pengsian/pengeluaran pada ruang bakar ini berpengaruh langsung pada siklus mesin 4-tak keseluruhan, makin cepat ruang bakar diisi dan hasil bakaran dibuang maka makin cepat siklus 4-langkah,, artinya makin cepet nih mesin berputar.. Karakteristik inilah sebagian orang menyebut mesin dohc sebagai mesin berotasi tinggi (mesin high rpm) dan sohc mesin low rpm ..

Sejauh yang Akang tahu kelebihan utama dohc terhadap sohc adalah ketersediaanya area mesin yang cukup untuk dilakukan pengembangan pada sistem buka/tutup katup, misalnya teknologi Variable Valve Timing and Lift Electronic Control (VTEC). Sistem kontrol buka/tutup katup untuk berbagai putaran mesin ini tidak bisa dilakukan pada sohc karena kecilnya ruang tersedia pada area mesin..

Mesin DOHC biasanya dirancang overbore memanfaatkan cepatnya siklus mesin dengan meminimalkan panjang stroke. Untuk mesin dengan cc yang sama dengan sohc,, dohc bisa didesain dengan stroke yang lebih pendek sehingga dimensi bore/diameter ruang bakar bisa semakin luas tentunya,, jumlah masukan jadi jauh lebih besar dari sohc. Tapi tentunya ada kelemahan, karena siklus mesin terjadi dengan cepat maka torsi yang dihasilkan lebih rendah ketimbah sohc yang biasanya berkarakter overstroke..

Kalau masbro baca baik2 penjelasan Akang di atas pasti balik nanya gini nih,,, Kenapa pada sohc total luas lubang intake/exhaust lebih kecil ketimbang dohc,, dibuat gede aja gak bisa ya? Bisa aja sih masbro,, tapi apabila lubang intake/exhaust diperbesar maka ukuran valve juga semakin besar pula dan berakibat pada bertambah besarnya beban inersia valve tersebut, bahkan beban inersia ini lebih besar dibandingkan dua valve pada dohc dengan ukuran yang sama… ya intinya semakin sulit camshaft gerakin tuh valve masbro!  (yang gak ngerti beban inersia pasti suka bolos ketika pelajarn Fisika SMA :mrgreen: )

SOHC pun ada juga yang berkarakter high rpm dan DOHC pun ada juga yang berkarakter low rpm. Contoh dari pernyataan Akang ini adalah mesin sohc 125cc pada Honda  CS-1 dan cbr125 (konon mesinnya sama, cs-1 5-percepatan sedangkan cbr125 6-percepatan) yang menghasilkan tenaga maksimal pada 10,000 rpm,, padahal kakaknya cbr 250r dengan dohc 250cc menghasilkan power tertinggi di putaran 8,500 rpm lho… Kita gak bisa menyebutkan bahwa mesin yang mencapai rpm lebih tinggi  adalah mesin yang lebih baik, atau dohc lebih baik dari sohc karena struktur dan performance mesin dirancang berdasarkan kebutuhan design berbeda…

SOHC ada yang 4 valve per-silindernya lho! Seperti telah Akang sebutkan di atas ada sohc yang dirancang dengan 4 valve (2 intake dan 2 exhaust) seperti Yamaha Vixion, Jupiter MX di Indonesia yang memiliki basis design yang sama dengan YZF-R125..


Mesin Jupiter-MX (kiri) dan struktur SOHC 4-valve (kanan)
sumber photo Jupiter-MX fncounter.wordpress.com

Dibanding sohc 2 valve, sohc 4 valve secara umum memiliki performance yang lebih baik karena jumlah intake/exhaust valve lebih banyak sehingga mesin mampu beroperasi pada rpm yang lebih tinggi. Sebagai contoh ya motor satu pabrikan 150cc Yamaha Vixion dengan Yamaha Byson. Vixion dan Byson dengan dimensi bore x stroke yang hampir sama memiliki karakteristik yang berbeda, terlepas dari ratio gearbox kedua motor Vixion dengan sohc 4 valve mengeluarkan tenaga terbaik 15 ps dan top speed mencapai lebih dari 125km/jam pada 8,500 rpm sedangkan Byson dengan sohc 2 valve tenaga puncak 13.7 ps hanya mampu mencapai speed kurang dari 115 km/jam pada 7,500 rpm,,, terlihat sohc 2 valve byson 1,000 rpm lebih rendah dibanding sohc 4-valve Vixion… 【Akang】

Panduan Ringan Mengenal Spesifikasi Mesin

Sebenernya banyak blogger yang mungkin sudah membahas tema artikel yang Akang ulas kali ini (misalnya tmc dan mind genesis), ya sekedar mengingatkan kembali dan mungkin bisa menjadi panduan ringan para pemula calon pembeli motor pemula yang tidak mengerti apapun tentang spesifikasi mesin.

Akang sertakan contoh spesifikasi engine 4-tak motor-motor 150cc yang ada di Indonesia diantaranya Yamaha Vixion, Yamaha Byson, Honda New Megapro, Honda All  New CBR150R (Semua spesifikasi diambil dari situs resmi masing2 pabrikan Januari 2012)

1. Bore dan Stroke
Bore adalah diameter silinder blok mesin, sedangkan Stroke adalah jarak pergerakan silinder dalam blok mesin (untuk lebih jelas silakan liat gambar).  Dari penjelasan dimensi bore dan stroke kita dapat menghitung kapasitas mesin dengan rumus volume silinder yang dipelajari saat Sekolah Dasar :mrgreen:,
Kapasitas mesin (cc) = Luas Silinder x Panjang Stroke

Kenapa kita perlu mengenal spesifikasi bore dan stroke Kang?  Dengan mengenal spek bore dan stroke kita bisa mengenal karakter performance si kuda besi, apakah berkarakter overbore atau overstroke. Karakter mesin Overbore dimana panjang bore lebih panjang daripada panjang stroke, power motor muncul terutama saat putaran mesin tinggi. Ini disebabkan panjang pergerakan naik turun piston lebih cepat karena jarak stroke yang pendek.  Untuk Mesin Overstroke dimana panjang stroke lebih panjang atau relatif sama panjang dengan panjang bore maka dipastikan performance mesin dirancang untuk mengeluarkan kemampuannya di putaran mesin rendah sampai menengah.

Perhatikan karakteristik beberapa motor berdasarkan panjang bore dan stroke pada tabel di bawah (tanpa memperhatikan struktur sohc atau dohc yang akan Akang bahas di artikel berikutnya). Pada Mesin overbore cbr 150r dan Satria FU power tertinggi diperoleh pada putaran 10,500 rpm dan 9,500 rpm, cocoknya dipakai di sirkuit untuk balapan.. Sedangkan pada moter overstroke seperti Vixion tenaga tertinggi diperoleh pada putaran lebih rendah 8,500 rpm, cocoknya buat harian di kepadatan lalulintas dan stop n go lampu merah.

Bila dilihat dari kemampuan membawa beban (torsi) karakteristik mesin overbore relatif lebih rendah dibanding mesin overstroke, liat aja deh si cbr 150 cuma 12.66 Nm lebih rendah dibandingkan Byson, Vixion, dan Megapro… Artinya bila ada cbr 150 dan New Megapro antri di lampu merah, dengan posisi start sama2 dari gigi netral dari kondisi mesin idle si Megapro bisa langsung ngacir duluan ketimbang cbr 150,,, apalagi kalau kedua motor dibandingkan saat boncengan :mrgreen:

Karakteristik performance motor 150cc di Indonesia

2. Pengertian Rasio Kompresi
Compretion ratio adalah perbandingan volume ruang bakar mesin keseluruhan (volume saat piston berada di posisi terbawah) dengan Volume ruang kompresi (volume saat piston berada pada posisi teratas) . Gak ngerti juga? ckckck, liat gambar deh 😛

Secara umum semakin tinggi perbandingan kompresi maka performance motor akan semakin tinggi. Perlunya mengetahui kompresi rasio tunggangan agar masbro tahu jenis bbm apa yang harus diminum si kuda besi. Untuk rasio komresi lebih rendah dari 9.0:1 cukup diisi dengan premium biasa (Research Octan Number/RON 88) tapi apabila kompresi mesin lebih dari 9.0:1 diharuskan meminum pertamax 92 atau di atasnya.. Bahan bakar premium biasa apabila tercampur dengan udara dan dikompresi dengan tekanan tinggi maka akan terbakar secara spontan, pada mesin rasio kompresi rendah campuran udara dan bensin ini tidak akan terbakar secara spontan dan hanya terbakar apabila ada percikan spark plug, tetapi apabila bahan bakar premium digunakan pada mesin dengan rasio kompresi yang tinggi maka campuran udara dan bahan bakar akan terbakar spontan sebelum ada percikan dari spark plug,,, Inilah yang disebut gejala detonasi… hal ini menyebabkan piston akan mudah jebol masbro!

Weleh, weleh... pertamax semua 😀

Ngeri ya sampai segitunya tuh piston!!! (http://www.sacskyranch.com)

Sekian dulu ya,,, cape ngetiknya 😛 …..【Akang】

Next Artikel
1. Pengertian ringkas sohc dan dohc
2. sohc 4 valve dan dohc 4 valve,, mana yang lebih baik?

JDM 2011 Yamaha WR250R/X Terlalu Kuat Bagi Kawasaki KLX250/D-tracker

Lanjut nih laporan Akang tentang JDM 2011. Info yang Akang bagi sekarang adalah pertarungan kelas motor dirt bike kelas 250cc Yamaha VS Kawasaki. Honda tidak disertakan karena hanya mengeluarkan model kompetis CRF 250R dan dirt bike XR230 (bukan 250cc), sementara Suzuki mengeluarkan dual purpose yang beraliran klasik Grass Tracker 250, bukan murni dirtbike makanya Akang tidak disertakan dalam komparasi motor dirt bike ini.

Untuk tahun 2011 Yamaha berhasil menjual varian WR250X dan WR250R sebanyak + 1,400 unit serta varian Serow 250 sebanyak 1,500 unit,, total ketiga varian ini 2,900 unit. Ini belum termasuk si unique dirt bike Yamaha Tricker yang data penjualannya belum akang dapatkan. Sementara Kawasaki hanya berhasil menjual 442 unit varian KLX 250 dan + 400 unit varian Dtracker,, total penjualan kedua model + 842 unit..

Seperti Akang pernah tulis di artikel sebelumnya spesifikasi dan harga kedua jenis motor ini lumayan berbeda jauh, untuk versi Supermoto Yamaha WR250X produksi asli Jepang memiliki power 31 PS @ 10,000 rpm dan torsi  24 N.m @8,000 rpm (bandingkan dengan Ninja 250 31PS @11,000rpm 21Nm @8,500 rpm) dijual seharga 732,400 yen (Rp 80.6 jt) dan untuk versi dirtbike WR250R 701,400 yen (Rp 77.2 jt)  sedangkan Kawasaki Dtracker produksi Thailand dengan power seadanya 24PS @9,000rpm/ 21 Nm @7,000rpm dijual dengan harga 548,000 yen (Rp 60.3 jt) dan dan versi dirtbike KLX 250 seharga 528,000 yen (Rp 58.8 jt)

Setelah ngucek2 blog orang2 Jepang ternyata terdapat beberapa hal yang mendasari kenapa WR250-series lebih laku dibanding KLX-series.. Berhubung WR250-series gak dijual disini Akang kayaknya gak perlu nyampein pandangan orang2 Jepang terhadap WR250-series dan KLX250-series, gak ada gunanya 😀 Hanya ingin berbagi info bahwa dalam kelas garuk tanah dan supermoto 250cc Yamaha perlu diperhitungkan 😉 Ntar deh kalau ada pabrikan Jepang lain selain Kawasaki ngeluarin dirtbike, Akang kasih bocoran hal2 apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih varian dirtbike atau supermoto 【Akang】

Masih ragu kemampuan supermoto Yamaha WR250X, liat deh video berikut, Ninja 250R aja takluk bila diajak drag 400meteran..

JDM 2011 Ninja 250R di TKO CBR 250R

Sedikit berbagi info nih dari Akang mengenai Japanese Domestic Market (JDM) 2011 yang lalu. Secara keseluruhan untuk pasar kendaraan bermotor 125cc-250cc selama tahun 2011 terjual 38,829 unit,, wow koq dikit banget dibandingkan Indonesia ya… Padahal dibandingkan tahun 2010 meningkat 3.1 % atau lebih banyak 1,184 unit dan ini adalah rekor penjualan tertinggi sejak 2005 lho!

CBR 250R (5,000 unit) VS Ninja 250 (3,900 unit), CBR 250R menang telak padahal baru diluncurkan Pertengahan Maret 2011

Berdasarkan info yang Akang peroleh dari autoby.jp CBR 250R yang baru diperkenalkan Honda pada pertengahan Maret 2011 tersebut terjual sekitar 5,000 unit (jumlah pastinya tidak disebutkan masbro) sedangkan Sang Juara tahun 2010 Ninja 250R hanya terjual sekitar 3,900 unit. Padahal dibandingkan tahun 2010 yang terjual 3479 unit jelas Ninja 250R mengalami sedikit peningkatan penjualan,,, Tapi tetep aja gak bisa membendung penjualan sang pendatang baru CBR 250R :mrgreen:…

Next Artikel, Pertarungan motor garuk tanah dan supermoto 250cc JDM 2011 KLX-series VS WR250 series… 【Akang】

Nasib Bebek di Jepang

Berbeda dengan di Indonesia dimana motor bebek merupakan motor primadona pilihan masyarakat dengan market share mencapai 42,13%,,, di Jepang tempat 4-samurai bermarkas (Honda Yamaha Suzuki Kawasaki), si bebek bernasib sangat tragis lho… Apabila di Indonesia kita mengenal bebek sport macam Jupiter MX, atau bebek stylish Honda Blade, bebek elegan Supra X dan semacamnya, di Jepang si bebek tidak lebih dari motor `kuli` dimana keberadaannya hanya untuk dipekerjakan semata (halah lebaay :mrgreen: )

Bebek Honda Super Cub 110 Pro dipake nganter2 bir

Akang sebut sebagai motor `kuli` karena memang diperuntukan sebagai alat bantu kerja untuk ngangkut barang2 yang ringan, misalnya koran, bir/sake, belanjaan dll. Motor ini dikhususkan hanya sebagai motor dalam kota dengan kapasitas mesin di bawah 125cc. Saat ini terdapat dua tipe motor bebek dilihat dari kapasitas mesin yaitu motor bebek 50cc dan 110cc.

Sekarang ini hanya Suzuki dan Honda yang masih menjual motor bebek lho, suzuki dengan Birdie 50 dan Honda dengan Super Cub 50 dan Super Cub Pro 110… Kadang Akang melihat bebek 50cc Yamaha Mate berkeliaran dipakai Nenek-nenek belanja kebutuhan sehari2 ke swalayan, tapi setelah di check di website Yamaha ternyata tipe bebek ini sudah tidak dijual lagi…

Berikut Akang tampilin profil dua bebek 50cc Honda dan Suzuki. Untuk Honda Cub Pro 110 sengaja gak Akang tampilin karena secara spesifikasi gak terlalu beda dengan Honda Absolute Revo dan Vega ZR yang ada di Indonesia namun dengan sistem Fuel Injection dan garis body yang sama dengan Super Cub 50…

1. Suzuki Birdie 50

Secara khusus Suzuki mempersembahkan nih bebek hanya untuk bekerja. Jelas terlihat dari varian2nya yang `angkut2an oriented` :mrgreen: tanpa ada varian buat gaya2an.. Secara umum ada 3 model,, standard (spoke wheel), tipe angkut2an CW, dan tipe angkut2an koran CW. Yang menarik adalah bebek yang berdasarkan regulasi jepang tidak boleh dikendarai melebihi 35km/jam ini sudah menggunakan suplay bahan bakar Fuel Injection lho!!! Dari segi gas buang jelas bebek di negara kita ketinggalan satu langkah dibandingkan bebek pekerja negeri sakura (kecuali bebek goreng supra injeksi ya… :mrgreen: )

Harga jual ketiga jenis bebek suzuki ini 204,750 yen atau sekitar rp 22.5jt untuk tipe standard (untuk rate 1yen=rp 110), 215,250 yen/rp 23.7jt untuk tipe cw angkut2an, dan 221,550 yen/rp 24.4 jt untuk tipe cw angkut2an koran. Ternyata jauh lebih mahal dibandingkan bebek lokal Indonesia :mrgreen: Spek lainnya sbb:
・Mesin         : 49cc, 4tak, pendingin udara, sohc 2-valve, Fuel Injection.
・Power/Torsi: 3.4PS @7,000rpm/3.6N.m @5,000rpm
・Starter : Kick starter (+ electric starter untuk tipe standard)
・Kapasitas tanki: 4.5 liter
・Transmisi    : 3 perceptan
・Berat kosong : 73kg (st), 78kg (cw angkut2an), 84kg (cw angkut koran)
・Konsumsi bbm   : 107km/liter pada kec. 30km/jam
・Ukuran ban    : depan belakang 14 inch…

2. Honda Super Cub 50

Berbeda dengan Suzuki yang mengkhususkan bebeknya sebagai pekerja angkut, selain varian angkut2an Honda melengkapi variannya dengan bebek stylish versi deluxe standard dan varian retr0 little cub lho, dengan ukuran ban 14inch, sementara yang standard menggunakan ukuran 17inch,,, udah jadul dipoles retro,, jadinya gimana ya :mrgreen:

Kalau Akang perhatiin di sekeliling apartmen little cub biasanya dipakai Nenek-nenek untuk belanja ke swalayan karena tinggi jok yang relatif rendah bisa dengan mudah dinaikin nenek/kakek2 yang sudah bungkuk sekalipun, sedangkan yang tipe biasa dengan ukuran ban 17inch biasanya dipakai oleh tukang antar koran dan pak/ibu pos pengantar surat (biasanya nenek2 atau kakek2 juga sih :mrgreen: )

Dari segi harga little cub 210,000 yen/rp 23.1jt, little cub + keranjang 231,000 yen/rp 25.4jt. Untuk versi standard 204,750 yen/rp 22.5jt dan untuk full keranjang 225,000 yen/rp 24.7jt.. Spek lainnya sbb:
・Mesin         : 49cc, 4tak, pendingin udara, sohc 2-valve, Fuel Injection.
・Power/Torsi: 3.4PS @7,000rpm/3.8N.m @5,000rpm
・Starter : Kick starter (+ electric starter untuk tipe custom)
・Kapasitas tanki: 3.4 liter
・Transmisi    : 3 perceptan
・Berat kosong : 79kg (little cub), 75kg (st), 83kg (full keranjang)
・Konsumsi bbm   : 113km/liter pada kec. 30km/jam
・Ukuran ban    : little cub depan belakang 14 inch, super cub 17 inch…

Menurut Akang sih selama ada bisnis antar koran dan surat pos si bebek ini bakalan tetap jadi bagian peradaban negeri sakura :mrgreen:  Terlebih lagi bebek 3-transmisi ini jadi favorit nenek2 dan kakek2 di kota2 kecil lho! Motor matic memang praktis, tapi bagi lansia dimana kontrol gerak tubuh sudah mengalami degradasi motor matic justru berbahaya, setelah distarter aja apabila gas dipuntir terlalu banyak bisa seruntulan tuh matic. Bebek 50cc yang memiliki tingkatan percepatan sepertinya kendaraan yang relatif lebih aman mencegah lansia seruntulan :mrgreen: … 【Akang】

 

Usia Para Rider Jepang dan Hubungannya Dengan Model Motor Terlaris 2011

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya… mungkin peribahasa itulah yang tepat menggambarkan perbedaan para rider tanah air dan para rider negeri sakura dilihat dari segi usia. Berdasarkan info yang Akang dapatkan dari hasil riset ducati Magazines Jepang, para rider negeri sakura menurut survey pd 2007  ternyata didominasi para rider usia di atas 40 tahun sebanyak 65% lho (40-49th 21% sedangkan yang 50 tahun ke atas 44%)… Wowww sungguh kontras karena kebanyakan rider di kita sepertinya kebanyakan masih dalam rentang 20 dan 30tahunan (entahlah gak punya data :mrgreen: )

Rider Jepang pada tahun 2007 didominasi usia 40 tahun ke atas 65% dan kecendrungannya terus meningkat

Hal ini disebabkan berkurangnya minat anak muda terhadap dunia roda dua. Jelas terlihat dari penurunan jumlah rider muda seperti yang bisa masbro lihat dalam statistik di atas. Hal ini diperparah dengan berkurangnya `first buyer` seperti yang pernah Akang jelaskan di artikel `Era Kepemilikan Motor Kedua` dimana para pembeli motor di Jepang berdasarkan data 2007 didominasi oleh rider yang naik kelas sebanyak 55%  dan hanya 18% saja yang merupakan `first buyer`.

Konsumen didominasi pembeli `rider naik kelas`

Hubungan Usia Rider dan Model Sepeda Motor yang Paling Laris

Ada yang masih ingat Kotaro Minami (Tetsuo Kurata) pemeran utama Kamen Rider Back (Ksatria Baja Hitam) yang ketika di film masih berusia 18 tahunan menunggang Suzuki GSX-R250? Masih belum ingat??? terlalu,,, nih kasih liat photonya..

Kotaro Minami dan Suzuki GSX-R250, Kiri (tahun 2011) Kanan (1987)

Seandainya dulu pada usia 18 tahun menunggang motor 250cc dan di 2011 ini mau upgrade tunggangan ke kategori naked moge bakal milih manakah dari 2 model berikut? Terlepas dari besarnya kapasitas mesn (cc) dua model berikut mewakili dua jenis konsep design, yaitu modern (FZ1 dan Fazer) serta sport klasik (CB 1300 series)

Kira2 Kotaro Minami bakal milih mana? yang gaya modern atau klasik ya?

Jawabannya CB 1300-series… wkwkwk tanya kenapa….

Data penjualan tahun 2011 domestik Jepang menunjukan CB 1300 SB/SF menduduki rangking penjualan tertinggi kelas 400cc ke atas.  CB 1300 SB/SF dalam 2011 ini terjual 3,382 unit, sementara FZ1/Fazer hanya terjual 350 unit… contrast bukan :mrgreen: Akang yakin kalau rider di Indonesia akan lebih cenderung milih FZ1/Fazer ketimbang CB 1300 SB/SF karena faktor usia pembeli (rider) tanah air yang relatif lebih muda ketimbang rider Jepang. Ada faktor2 lain juga tentunya yang mempengaruhi penjualan terutama dari habit, dan kebiasaan orang Jepang… tapi gak usah dibahas deh,,, cukup yang ringan2 aja dicukupkan segini 【Akang】

Yang berhubungan dengan JDM 2011:

1. TOP 10 Motor 250cc Jepang 2011
2. Harley Davidson menjajah Jepang
3. Yamaha WR250-series terlalu kuat untuk Kawaasaki Dtracker/KLX250