Penghasilan keluarga masih 5juta/bulan? Masih Belum Pantas Punya Motor 250cc?

`Kang, Penghasilan keluarga  dibawah 5jt/bulan kayaknya impossible punya motor 250cc!` bermula dari ucapan temen Akang tersebut inilah artikel ini dibuat. Bener gak sih pernyataan tersebut? yuk kita bahas satu-satu dimulai dari besarnya penghasilan, besarnya kebutuhan dan jatah yang tersisa untuk pembelian motor 250cc…

Penghasilan keluarga yang Akang maksud adalah penghasilan gabungan antara suami dan istri atau suami saja dengan istri hanya sebagai ibu rumah tangga (tanpa penghasilan). Artikel ini gak berlaku bagi masbro yang masih single ( yang masih pengen sendiri atau emang gak laku :mrgreen: )  penghasilan keluarga 5juta/bulan dalam setahun berarti 5jt x 12bulan = 60jt (THR dan Bonus tahunan gak dihitung ya!)

Agar lebih mudah dimengerti dalam menghitung kebutuhan keluarga, Akang coba analisis dari contoh kasus saja ya. Kondisi yang Akang analisa mungkin berbeda jauh dengan keadaan masbro,,, ini hanya sebagai contoh saja ya…

Arjuna dan Srikandi merupakan pasangan yang baru menikah, sudah memiliki rumah tetapi masih kredit dengan masa waktu 15 tahun cicilan perbulan 1jt. Arjuna bekerja sebagai seorang engineering  junior dengan total penghasilan 3.5 jt (gaji+tunjangan) sementara Srikandi bekerja sebagai operator dengan penghasilan senilai UMK 1.5jt. Total penghasilan keduanya adalah + 5jt/bulan. Mereka berdua bekerja di perusahaan manufaktur biasa sehingga tidak mendapatkan bonus tahunan tetapi hanya mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) saja.

Arjuna merupakan orang terdidik dan merasa perlu memproteksi dirinya sebagai kepala keluarga dengan asuransi senilai Rp. 300,000/bulan dan menyisihkan untuk tabungan keluarga senilai Rp. 500,000/bulan.

Arjuna menggunakan motor sebagai alat transportasi ke kantor menghabiskan bensin 1liter pertamax/hari sedangkan Srikandi naik bis jemputan perusahaan setiap harinya. Karena kesibukannya Srikandi tidak sempat masak sehingga setiap pagi mereka berdua sarapan bubur atau roti panggang yang kira-kira menghabiskan Rp 5,000/orang, makan siang disediakan kantor kemudian makan malam membeli nasi goreng dkk sekitar rp 10,000/orang. Mereka berdua menyukai film dan kuliner sehingga setiap hari minggu menghabiskan Rp 120,000 untuk refreshing dan makan di luar rumah.  Khusus untuk hari sabtu mereka menghabiskan waktu beres-beres rumah dan bersosialisasi dengan tetangga dengan kebutuhan makan Rp 40,000 berdua karena masak sendiri.

Pengeluaran rutin rumah mereka meliputi internet, listrik dan air sebesar  Rp. 350,000/bulan. Pemakaian pulsa total untuk berdua sebesar Rp 200,000/bulan. Biaya rutin untuk pakaian, sepatu, peralatan mandi/kebersihan dianggarkan Rp. 150,000/bulan setiap orangnya. Biaya perawatan motor Arjuna misalnya pergantian oli dan jatah bayar pajak dialokasikan Rp. 100,000/bulan.

Dengan kondisi di atas apabila motor Arjuna yang sekarang dijual seharga Rp 15 juta dan menggantinya jadi 250cc apa bisa kebayar cicilan perbulannya?

Yuk kita hitung berapa sisa dari penghasilan Arjuna dan Srikandi…

Dari hitung2an Akang di atas hanya tersisa Rp 758,000. Nominal tersebut belum termasuk dana tak terduga ataupun pengeluaran lain misalnya pengeluaran rokok (bila Arjuna merokok tentunya) belum lagi apabila Arjuna dan Srikandi memiliki tanggungan lain seperti orang tua yang rutin harus dikirimi uang! ciaaaa abis dah!!! Apa Arjuna masih kepikiran upgrade motor ke 250cc?

Dari situs www.hondacengkareng.com per Februari 2012 Akang dapatkan informasi untuk kredit CBR 250R non-ABS yang harga cashnya Rp 40,200,000 apabila dikredit dengan DP 15 juta diperoleh beban kredit paling rendah Rp 1,282,000 yang harus dibayarkan selama 34 bulan… Jelas Arjuna gak bisa bayar toh 😦 Lebih baik sisa uangnya dipakai untuk investasi calon si kecil atau hal2 lain yang sifatnya tidak konsumtif…

Yang Akang uraikan di atas mungkin berbeda dengan masbro yang misalnya sudah memiliki rumah tanpa harus bayar kredit atau memiliki orang tua yang siap mengucurkan dana apabila masbro minta apalagi kalau masih lajang ya :D 【Akang】

Request Bro Elvis Gorontalo: Motor Harian Premium Terbaik Rentang 30jt-40jt

…. jadi kayak gini pertanyaannya (tolong kasih pandangan ya bro ) : untuk harga 30 sampai dengan 40 juta… motor yang paling pas dengan badan ane 178 cm berat 70kg (umur 29 thn) kira2 motor apa ya??? motor ini rencananya bakal di pake buat harian (rumah-kantor, dll). sampe skarang yang ane tau di harga segitu pilihannya : CBR 250r, CBR 150r, Ninja KRR (2-tak). trus trang ane bingung+stress+dll dalam beberapa hari ini……tolong dibantu ya!!!!!!!!!!!

Kalimat di Atas adalah pertanyaan dari Bro Elvis Charles Deu dari Gorontalo. Di tengah kejenuhan dan stress pekerjaan akhirnya semangat menulis di blog kembali muncul.. minimal memberi sedikit informasi seorang pengunjung blog Akang ini 😉

Untuk motor premium (premium menurut mayoritas masyarakat Indonesia) yang ada di kisaran 30-40jt sekarang adalah CBR 150 (33 jt), CBR 250 (40 jt) dan New Ninja KRR (34.3 jt) itu adalah OTR di Jakarta ya,, di Gorontalo sana  jelas harganya lebih tinggi karena ada biaya transport dan pajak daerah, mungkin lebih mahal sampai 2-3jt kali ya… (Maaf ya Megelli 250 tidak Akang masukkan karena berbagai alasan!) Sekarang akan Akang bahas satu persatu dari ketiga model tersebut berdasarkan pengetahuan yang Akang punya dan data2 spesifikasi yang ada.

Model baru dan Motor Baru 30-40jt beberapa bulan mendatang.
Sebelumnya Akang bahas dulu beberapa model baru dalam rentang 30-40 juta.. Seperti sudah kita tahu dari berbagai media pihak Suzuki mengkonfirmasi akan menghadirkan GW250 di 2012 ini, sepertinya paling lambat pertengahan tahun (untuk data lengkap dan spesifikasi perbandingan dengan CBR 250 silakan lihat di sini) Sedangkan untuk model facelift akan hadir New Kawasaki 150RR. Ninja 2 tak ini menurut informasi yang Akang dapatkan tetep menggunakan mesin yang sama, hanya terdapat perubahan cover body luar saja.
Untuk yang ada waktu sampai pertengahan tahun mungkin lebih bijak ditunda dulu beli motornya kali ya, nunggu kemunculan GW250,, tapi bagi yang ngebet sekarang pilihannya terbatas pada cbr 150r, cbr 250r dan Ninja 150KR.

Sisi Design dan Style Motor

Dari Sisi design ketiga motor merupakan model full cowling (berfairing) CBR 150R dan CBR 250R yang merupakan model paling baru sepertinya lebih unggul (di mata Akang ya!!) ketimbang gaya full fairing klasik Ninja 150RR bahkan New Ninja 150RR pun masih kalah style dibanding CBR-series. Seandainya masbro beli Ninja 150RR sekarang, dalam satu dua bulan kedepan ketika ada 150RR baru maka akan semakin kelihatan jadul saja..  TAPIII… hal ini bukan masalah kalau masbro suka design klasik Ninja 150RR yang sekarang. Dalam hal selera, jangan dengerin kata orang,, toh kita sendiri yang mersakan kepuasan.

Gambar New Ninja 150RR didapat dari asmarantaka.wordpress.com

Coba perhatikan gambar di atas masbro, gaya Ninja 150RR yang baru terlalu memaksakan niru Ninja 250 sehingga tidak ada harmonisasi antara tanki, garis cowling/fairing depan dan body belakang. Kalau dilihat secara perbagian mungkin bagus tapi bila dilihat secara motor keseluruhan jelas acak2an.. Jauh banget dengan cbr-series dimana design keseluruhan merupakan suatu kesatuan harmonisasi yang unik dan berkelas.. IMHO

Berat, Dimensi Motor dan Riding Position

Berdasarkan tinggi badan Elvis Charles Deu yang 178cm, 70kg Akang pikir sih dari riding position cocok menggunakan motor apapun baik cbr-series ataupun ninja 150KRR.. Tidak satupun yang ketinggian. Kalau soal riding position bisa dipilih sesuai selera. Ninja lebih ke sport dengan posisi berkendara lebih nunduk dibanding cbr-series yang beraroma motor harian dengan posisi berkendara lebih tegak (cbr 250 dan cbr 150 memiliki riding position yang hampir sama percis).. Kalau untuk harian yang mengutamakan kenyamanan dengan sesekali touring jelas Akang saranin pilih cbr-series. Tapi kalau masbro suka menggenjot adrenalin sejak gas dipuntir, jelas Ninja 150RR memberikan sensasi riding position sporty yang diperlukan,, tapi dijamin mudah lelah dan gak nyaman dibawa touring dan harian di lingkungan macet.

Dari kecocokan tinggi dan berat badan 178 cm berat 70 kg perawakan tinggi langsing, kayaknya lebih cocok dengan Ninja 150RR yang memiliki berat kosong 128 kg (paling ringan diantara ketiganya) disusul cbr 150 dengan berat kosong 138 kg, body cbr 150R sedikiiiit lebih kecil daripada cbr 250 yang berat mencapao 161 kg, kalau sekilas sih kedua cbr gak akan kelihatan beda, baru kalau dijajarin kelihatan bedanya! Faktor berat motor ini akan terasa kalau masbro parkir atau masuk keluar gang. Apalagi seandainya masbro kerjanya di lapangan sering berpindah tempat dan harus parkir di berbagai tempat, jelas body yang ringan lebih Akang saranin. Kalau kerjanya Cuma di kantoran masuk pagi pulang sore,,, frekuensi parkir Cuma sesekalai,, motor berat juga gak
masalah kali ya… :mrgreen:

Feeling dan Kenikmatan Berkendara (Performance??)

Untuk hal kenikmatan berkendara jelas berbeda2 tiap orang dan tergantung cara berkendara juga. Apalagi dari ketiga motor di atas karakternya berbeda semua. CBR 250R memiliki power dan torsi yang besar rpm rendah dan menengah (Max Power 27PS @8,500rpm Torsi 23Nm @ 7000rpm) dengan bukaan throttle gas sedikit pun dengan ringannya bisa ngacir dengan top speed lebih dari 150km/jam. Bagi pemakai harian yang sesekali touring jauh dan suka kebut2an Akang saranin banget. Kelemahan karakter mesin putaran rendah ini bagi orang Indonesia adalah suara yang dihasilkan,,, walaupun 250cc dan mesin dohc tapi sama aja suaranya dengan new megapro 150cc sohc karena beroperasi pada putaran rpm yang hampir sama :mrgreen:

CBR 150 berbeda dengan CBR 250 disetting untuk mengeluarkan power di putaran mesin tinggi ( 17.8PS @10,500 rpm) cocok bagi yang suka kebut2an pada high rpm… Kelemahannya ya lemah di putaran bawah. Kalau masbro pernah memakai Yamaha Vixion mungkin bakal merasa cbr 150 lemah ketika start lho (Meskipun sama-sama 150cc, Vixion disetting pada rpm rendah dan menengah seperti halnya cbr 250). Perlu masbro ketahui bahwa mesin dohc 150 juga dipakai Suzuki Satria dengan power yang lebih rendah ketimbang cbr 150, tapi dengan body Satria fu yang kecil membuat motor ini lebih lincah di akselerasi awal, tapi jelas kalah stabil saat kecepatan tinggi karena body bebeknya inferior dibanding body motor sport cbr 150 CMIIW. Nilai positif bagi mesin dohc cbr 150 yang berkarakter putaran tinggi adalah kepuasan saat motor di putaran tinggi, apalagi ketika knalpot sudah diganti dengan aftermarket. Feel berkendara ketika knalpot meraung di putaran 9-10 ribu rpm dibandingkan 7,000 rpm motor lain dengan speed yang sama feel berkendaranya sangat berbeda!!! dan itu kenikmatan tersendiri bagi rider cbr 150…

Untuk Ninja 150 RR performa tak diragukan lagi. Walaupun 150cc tapi power sangat mumpuni 30.1 ps @10.500 rpm Torsi 21.6 Nm @9,000 rpm bahkan mampu mengungguli CBR 250R. Kenikmatan terbesar mengendarai Ninja 150 adalah saat mekanisme super kips bekerja di putaran tinggi (7000-8500rpm???) dimana terjadi kenaikan power secara signifikan dan menimbulkan sensai yang berbeda dibanding mesin 4 tak. Kenikmatan dan sensasi lain yang didapat dari mesin 2 tak adalah suaranya yang garing, tapi ini sekaligus jadi kelemahan karena banyak orang misalnya Akang sendiri benciiiii banget ma suara mesin 2 tak 👿

Untuk performa Akang gak bisa kasih rekomendasi, kembali ke individu masing2 lebih suka yang mana… Seperti yang Akang tulis di atas semua ada keuntungan dan kekurangannya.

Sisi Teknologi dan Jaminan Sparepart
Secara umum ninja 150 menggunakan mesin teknologi 2-tak yang konon berdasarkan info yang Akang dengar sih Cuma ada di Indonesia. Teknologi  ini tidak ramah lingkungan dan kemungkinan besar tidak akan bertahan seandainya kebijakan Euro 3 diberlakukan. Bisa jadi sebuah berkah karena masbro memiliki motor 2 tak generasi terakhir atau juga suatu musibah seandainya motor discontinue dan ketika ada masalah masbro kesulitan mencari sparepart. Tergantung masbro melihat dari sudut pandang mana. Ya walaupun setelah discontinue pabrikan wajib menjamin ketersediaan part 10 tahun mendatang dan strtuktur mesin 2-tak bisa ditangani bengkel pinggir jalan sekalipun,, kekhawatiran ketiadaan sparepart pasti ada.

Sebaliknya cbr-series apalagi cbr 250 menggunakan teknologi mesin 4-tak generasi terbaru Honda global. Terutama penggunaan sistem injeksi yang ramah lingkungan sudah lolos regulasi Euro 3… sehingga lebih terjamin di masa mendatang baik sisi service maupun suplai sparepart. Hal negatif dari teknologi ini adalah apabila di Gorontalo sana service center Honda belum siap menangani nih motor… Walaupun saya yakin di tahun kedua pemasaran
cbr 250 sepertinya bengkel resmi Honda pasti sudah sangat siap,, sekali lagi
kekhawatiran pasti ada toh 😉

Fuel Consumption
Hmm,, maaf nih ya, mau sedikit nyindir temen Akang yang mau beli cbr 150R tapi mau ngasih minum premium dan memikirkan keiritan. Jangan pernah pikirkan effisiensi bahan bakar bila masbro beli motor premium di atas 30 juta. Kalau masih mikirin hal ini mendingan lebih baik masbro pikir ulang deh untuk beli motor kelas ini, karena berarti kebutuhan pokok hidup yang lain masih harus diperhatikan dan artinya masbro maksa2in beli motor ini! IMHO.
Yang ingin Akang bahas adalah pemilihan konsumsi bahan bakar. Berhubung bro Elvis ada di Gorontalo Akang gak tahu apa suplai bbm pertamax disana lancar atau tidak.. Hal ini dikarenakan cbr 250 direkomendasikan menggunakan pertamax, pun juga dengan cbr 150,, tapi keuntungan cbr 150R ini adalah adanya sistem injeksi khusus untuk Indonesia dimana timing pengapian bisa menyesuaikan bila terpaksa disuplai bbm premium… (ingat ya premium buat warga yang memerlukan subsidi, bukan untuk masbro yang kebeli motor 30jt ke atas!) kalau Ninja 150RR rekomendasinya memang menggunakan premium karena kompresinya yang rendah… CMIIW

Kesimpulan
Kalau masbro senang dengan sensasi suara mesin 4-tak di rpm tinggi cbr 150R pilihannya, lebih ringan dari CBR 250 dan masih bisa dikasih minum premium sayang kurang menggigit di putaran rendah dan dari segi performance paling rendah dibanding 2 motor lainnya. Kalau masbro suka kebut-kebutan mompa adrenalin, tidak terlalu concern pada lingkungan, tidak memikirkan kalau dalam 3-4 tahun mendatang mesin 2-tak bakal distop produksinya, senang suara knalpot garing 2-tak, suka motor yang ringan gak ribet,, Ninja 150rr pilihannya, Secara pribadi nih kalau Akang disuruh milih… pilihan terbaik adalah CBR 250R . Style, Performance, Teknology dan Gengsi semua dapet… sebanding dengan harga yang dikeluarkan.. IMHO Meskipun bodynya berat,, buat masbro Elvis yang tingginya 178cm sepertinya gak jadi halangan kan apalagi di Gorontalo gak ada macet kaya di Jakarta… 😉

Yang Diterima Konsumen Kita Bukan TVS Metro ataupun Apache RTR 180 ABS Tapi RTR 250FX

Artikel ini Akang tulis setelah membaca dua artikel blogger kondang Triatmono (dikenal dengan sebutan Mas Tri) dan proud2ride (P2R) dimana keduanya memiliki dua pandangan yang bertolak belakang mengenai TVS Metro yang konon akan diperkenalkan ke Indonesia. Mas Tri berpendapat bahwa selera orang Indonesia tuh priyayi, si Metro bakalan susah diterima masyarakat Indonesia,,, sedangkan P2R berpendapat bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan kendaraan roda dua yang murah dan terjangkau di bawah 10jt. Lalu gimana Pendapat Akang???

Sumber gambar : TMC blog

`Masukin TVS Metro? Product Planning TVS Indonesia Payah atau Pesanan Indihe nih!?`

Coba masbro liat photo di atas? Apa kira-kira masuk selera orang Indonesia sekarang ini? Akang jungkir balik nilai nih motor dan coba evaluasi dari sudut orang2 dengan level pengasilan ekonomi kelas bawah tetep aja gak bisa nemuin titik terang si Metro 100cc ini bakal diterima di pasar Indonesia.

Dilihat dari segi model motor, orang Indonesia tuh seleranya terbawa dengan arus zaman, gampang bosen dengan yang lama dan lebih menyenangi model baru. Bisa dibilang TVS Metro ini bertampang jadul dan aneh, bukan klasik yang eksotis,,, terbukti model2 kaya gini sudah mulai dilupakan, contohnya si Thunder 125 sekarang sudah tidak laku di pasaran kan,,, padahal harganya kompetitif dibandingkan motor bebek lho!

Dari segi performance pun meskipun berbentuk motor sport tapi mesinnya masih 100cc, tenaga yang dihasilkan tidak lebih dari 5.5 kW dan torsi 7.5 Nm, sebagai pembanding Mio sporty aja yang notabene skuter matic dirancang buat kaum hawa tenaganya 6.14 kW dan torsi 7.84Nm.. Dipake ngojek juga gak ada tenaganya lho! Apa yang mau dibanggain dari nih motor…

Konsumen yang dituju kelas mana sih? Apakah bisa nih motor dibandrol di bawah 10 juta? itu yang jadi tanda tanya Akang. Masyarakat kelas ekonomi bawah pun kayaknya ragu meminang nih motor dimana imagenya `murah` diartikan murahan, gampang rusak, dan TVS masih dianggap merk China.. (seriusan nih,, Akang aja 2 tahun yang lalu nganggap TVS tuh produk China :mrgreen: )

Akang dibesarkan di lingkungan kalangan ekonomi rendah lho, jadi tahu mindset dan pola pikir mereka. Biasanya kelas ekonomi bawah, tukang ojek dsb lebih memilih produk yang sudah terbukti kehandalannya terutama dari merk Jepang daripada merk gak jelas macam TVS, dan pastinya milih yang secara model sesuai perkembangan terbaru. Alternatif lainnya adalah membeli motor second… Lain ceritanya kalau nih motor dibandrol di bawah 8 juta (tapi itu kayaknya gak mungkin),, terus TVS konsentrasi 100% fokus di motor murah dengan terus membangun 3S dan bisa menghilangkan image mocin.

Kayaknya orang-orang Product Planning TVS juga sudah tahu akan hal ini deh! terus apa ini pesanan orang2 Indihe sana tuk masarin nih motor di mari? Atau emang ada strategi lainkah? Kita simak aja bareng2 langkah TVS masbro 😉

Akang bersuara kaya gini bukan karena gak suka TVS, tapi hanya mau bilang bahwa konsumen kita layak mendapatkan yang lebih baik… Syukur2 kalau TVS Metro laku,, kalau gak laku dan misalnya dalam beberapa tahun gak beredar lagi bisa dipastikan masyarakat yang udah terlanjur membeli akan kesulitan mencari part-partnya,,, apalagi konsumen motor jenis ini adalah konsumen kelas bawah yang biasanya menggantungkan hidup mereka dari tunggangannya. kasian kan!

Lalu Apa Yang Harus Dilakukan TVS Indonesia?

Bukan TVS Metro ataupun RTR 180 ABS,, melainkan RTR 250FX

Desak TVS Pusat Masukin TVS RTR 250-fx ke Indonesia

`Leading manufacturer of high value of money`sebagai mission statement TVS tidak akan pernah terwujud apabila produk yang ditawarkan tidak mengerti akan keinginan konsumen. TVS memang berhasil mengembangkan TVS Tormax untuk pasar Indonesia tapi produk2 lainnya yang dijual di sini Akang nilai secara mentah-mentah mengambil platform motor dari India sana. Dalam hal ini Akang merasa perlu ada R&D khusus agar platform dari TVS pusat sana mengalami modifikasi agar bisa diterima masyarakat kita. Produk Jepang di India sana seperti FZ16 aka Byson dan Honda Dazzler aka Megapro bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat kita bukan semata karena Yamaha dan Honda tapi karena designnya cocok juga dengan orang Indonesia…

Bila Akang perhatikan di situsnya TVS India, rasa-rasanya gak ada satupun produk India yang bener2 bisa diterima di pasaran kita sekarang ini lho! Seandainya Apache RTR 180 ABS dimasukin ke Indonesia bahkan dengan pricing rendah sekalipun, Akang yakin gak bakalan laku tuh,,, Tapi ada satu varian yang menurut Akang bakal cukup diterima nih. TVS RTR 250-FX.

TVS RTR 250FX di Ajang Outo Expo 2012

TVS RTR 250FX memang baru sebatas diperkenalkan di Auto Expo 2012 di India sono, tapi Akang yakin kesiapan untuk diproduksi tidak lebih dari 6 bulan lagi (pengalaman sebagai manufactur engineer nih!) Apache RTR 180 mungkin lebih mudah masuk ke Indonesia dibanding RTR 250fx tapi berkaca dari Apache RTR 160 yang secara model 11-12 kayaknya penjualan RTR 180 juga bakal gitu2 aja… Sedikit rubahan pada RTR 250FX agar bisa dibuat on road dengan dua tipe yaitu seri dirtbike dan supermoto kayaknya bukan sesuatu hal yang sulit untuk ngaspal di mari IMHO 😉

Motor jenis ini kan segmented Kang? masa iya sih bakal laris nih RTR 250FX? memang benar kue motor ini sedikit hanya 2,600 perbulannya, tapi peminat motor ini biasanya bukan orang2 awam lho, tapi biasanya melek informasi! Apabila RTR 250FX dibuat model Dirtbike dan Supermoto dan dipasarkan pada level 20jt, Akang yakin Kawasaki KLX 150 dan Dtracker 150 bakal morat-marit tuh… Dari style jelas menurut Akang 250FX jauh lebih modis, dari power pun ya jelas mesin 150cc kawasaki yang inferior bakal kalah telak dari 250ccnya TVS…

Akang yakin sebagian pembeli KLX 150 dan Dtracker 150 tuh membeli produk tersebut karena memang tidak ada pilihan lain pada rentang harga tersebut,, paling ada pun produk china lagi dah!!!

Hallo, TVS Indonesia…. No to TVS Metro and Apache RTR 180,, say yes to TVS RTR250FX… 【Akang】

Kredit Harley Davidson cuma Rp. 440 ribu perbulan lho!

Motor Harley Davidson Sportster 883L Superlow keluaran terbaru 2012 bisa dikredit 440 ribu rupiah perbulan lho… Tapi bukan di Indonesia ya,,, melainkan di Jepang, Negeri yang sudah `gemah ripah loh jinawi` dimana warga yang kerjaannya -maaf-  cuma pelayan toko pun bisa memiliki moge Harley Davidson.

Harley Davidson xl883l superlow, di Jepang dikredit Rp 440 ribu/bulan

Harley Davidson mahal? kalau hal itu mah anak TK juga tahu :mrgreen: apalagi di Indonesia dengan adanya pajak barang mewah terhadap motor yang berkapasitas lebih dari 250cc menjadikan harga moge american style ini hampir 2x kali lipat dibanding harga di negara lain.. Tapi di Jepang hal itu nggak menjadikan Harley Davidson cuma bisa dimiliki orang2 berkantung tebal saja, pajak yang murah dan bunga kredit yang rendah menjadikan warga yang pendapatannya biasa saja pun bisa memiliki tunggangan mewah sekelas HD.

HD Jepang menjual Sportster XL 883L Superlow mulai dari 948,000 yen kalau dirupiahkan menjadi Rp 100.4 jt (kurs 1 yen = Rp 110) sedangkan harga produk yang sama di Indonesia adalah Rp 212 juta lho… Harga tersebut bisa dicicil sampai 150 bulan (12 tahun) dengan cicilan perbulannya 4,000 yen atau Rp 440 ribu,,, lumayan murah tapi lamaaaaa,, dah kaya kredit rumah aja tuh :mrgreen: Untuk model Sportster XL 1200X Forty-Eight yang menjadi model paling laris HD di Jepang 2011 lalu ditawarkan seharga 250.5 jt (di Indonesia 259jt 👿 ) bisa dicicil 150x dengan cicilan 5,000 yen atau Rp 550 ribu…

Harley Davidson Sportster XL1200X 48, Di Jepang dicicil 550ribu/bulan

Murah sih ya,, tapi masa ampe 150 bulan (12 tahun) apa gak bosen tuh? Kalau di Indonesia 12 tahun dan bisa ganti 3-4 motor tuh (dengan kredit tentunya :mrgreen: ) Untuk hal ini Akang cuma mau bilang kalau budaya berkendara dan karakter orang2 Jepang berbeda 180 derajat dibanding rider di Indonesia. Apabila di Indonesia motor sebagai kendaraan utama maka di Jepang motor sebatas hobi semata (kecuali scooter atau bebek ya..).

Karakter orang Jepang yang menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur dan budaya masa lalu, sejauh pengamatan Akang bukan tipe orang yang mudah bosan berbeda halnya dengan orang Indonesia.. Kebanyakan orang Indonesia motor hanya dimiliki 5-6 tahun saja, tapi kebanyakan orang Jepang memiliki motor dalam periode belasan tahun bahkan sampai jadi rongsokan lho! Orang Indonesia menganggap model lama adalah ketinggalan zaman dan lebih memilih model yang lebih fresh dan modern, tapi hal ini tidak berlaku bagi orang Jepang. Dengan mudah contoh ini bisa kita lihat dari tidak lakunya varian Thunder 125, digantikannya Megapro dengan New Megapro yang lebih stylish dan anggapan Tiger yang selalu dibilang model jadul harus segera diupdate, hal ini tidak berlaku di Jepang dimana model motor berbau klasik dengan shock yang masih stereo seperti CB400 dan CB 11000 masih digandrungi bahkan jadi top sales di JDM 2011. Makanya tidak aneh kalau HD berani memberikan fasilitas kredit sampai 150 bulan 😉 moreover Harley Davidson is timeless…

Bunga kredit yang hanya 3.9% pertahun menjadi kunci utama murahnya cicilan moge HD bandingkan dengan bunga kredit di Indonesia,,, Akang ampe males ngitungnya saking tinginya 👿 Dengan cicilan 4000 yen perbulan (Rp 440 ribu) menurut Akang bagi orang jepang nominal yang tidak berarti lho. Nih Akang ilustrasiin sebagai pembanding: makan di warteg paling murah atau beli makanan kotak di warung sekelas hypermart satu porsi tuh 400 yen, jadi 4000 yen itu tak lebih dari 10x jatah makan di warteg Jepang… Seandainya di Indonesia (misalnya di Jakarta) makan di warteg seharga 12 ribu, maka bebannya bila diilustrasikan bagi orang kita cicilan HD tuh seharga 120 ribu rupiah ( 10x jatah makan warteg) ..

Tingginya pajak barang mewah, tingginya bunga kredit, dan faktor rendahnya pendapatan masyarakat menjadikan HD hanya sekedar cita-cita saja buat masyarakat Indonesia ekonomi kelas menengah seperti Akang. 【Akang】

Harley Davidson Menjajah Jepang (JDM 2011)

Kali ini Akang ingin berbagi cerita tentang kisah pengembaraan Harley Davidson (HD) di Negeri Sakura selama tahun 2011 yang lalu,,, sekalian berbagi cerita tentang keadaan market Sepeda Motor di Negeri jepang. Pada artikel tentang Top Ten moge JDM 2011 bisa dilihat bahwa Harley Davidson bisa menembus rangking 10 besar melalui wakilnya HD Sportster 48 yang duduk di peringkat enam dengan jumlah penjualan menembus 1,230 unit… Tapi ternyata bukan hanya itu saja lho prestasi pabrikan motor Amrik ini, dari segi penjualan HD sudah melampaui Yamaha, Kawasaki dan Suzuki… Bahkan terpaut tidak terlalu jauh dari pimpinan klasemen Honda lho…

Harley Davidson Sportster 48

1. Japanese Domestic Market 2011

Berdasarkan informasi di majalah nirinsha sinbun yang Akang baca di kantor, total penjualan motor moge 251cc ke atas selama 2011 kemarin sebanyak 53,009 unit.. turun dibandingkan tahun 201o yang mencapai 58,108 unit. Dari 4 nama pabrikan domestik yang detail penjualannya ditampilkan di koran tersebut, hampir semua pabrikan mengalami penurunan kecuali Kawasaki yang justru mengalami kenaikan penjualan 30.5%… Lebih lengkapnya biarlah grafik yang berbicara 😉

Data Penjualan 250cc ke atas Japanese Domestic Market 2011 dan 2010

Bagi yang sulit membayangkan dengan angka2 di atas,,, Akang buatin nih grafiknya biar gampang dimengerti,,, keliatan kan perbandingannya :mrgreen:

Grafik Data Penjualan JDM 2011-2010

Akang gak mau banyak bicara nih,, dah pada ngerti lah,,,, Jagoan Akang pabrikan Yamaha kalah telak nih,, hikksss…

2. Posisi Pabrikan Non-Jepang di JDM 2011

Semua detail penjualan yang dicantumkan di nirinsha sinbun hanyalah empat pabrikan Jepang yaitu Honda, Yamaha, Suzuki dan kawasaki sementara pabrikan luar Jepang tidak disebutkan secara rinci, korannya pun Akang gak sempet baca, maklum kerja di Jepang gak kaya di Endonesia tercinta dimana kalau ada waktu senggang bisa baca koran,,, di sini mah orang gak ada kerja juga pada pura-pura sibuk,, malu banget kalau diliatin orang gak ada kerjaan :mrgreen: Oleh karena itu karena penasaran Akang cari referensi penjualan2 motor non-Jepang selama 2011, dan akhirnya Akang dapatkan dari situs Japan Automobile Importer Asociation (JAIA)… Berikut datanya…

Penjualan pabrikan non-Jepang JDM 2011

dan ternyata,, Jreeeeeeeeeeeng…. Terlihat Harley Davidson mantap di posisi pertama penjualan pabrikan non-Jepang masbro! Share sebanyak 59.6% dengan total 11,002 unit terjual selama 2011. bila angka itu Akang bandingkan dengan penjualan kuda besi empat samurai Jepang terlihat bahwa HD nongkrong di urutan ke-2 hanya kalah dari Honda saja yang berhasil melego 11.890 unit sepeda motornya… hanya selisih 888 unit saja (wah angka cantik,, triple eight :mrgreen:)

Terlihat ada sedikit perbedaan data dimana di nirinsha sinbun disebutkan data pabrikan di luar Honda Kawasaki Yamaha dan Suzuki berjumlah 19,173 unit tapi yang Akang dapat dari JAIA hanya 18,466 unit,,, gak tahu ah,, males neliti lebih lanjut..

Akang coba kombinasikan data nirinsha sinbun dan JAIA dan diperoleh pembagian market JDM 2011 sbb,,,

Harley Davidson Posisi ke-2 setelah Honda,,, wowww!!!

Dengan Motor Cruisernya HD berhasil menduduki posisi runner-up JDM masbro,,, terus terang Akang terkejut banget… ternyata di negara asalnya sendiri tiga dari empat samurai roda-dua bertekuk lutut dihadapan Harley Davidson… Apakah ini ada kaitannya dengan tingkat usia rider di Jepang yang didominasi rider berusia lebih dari 40tahun yang sampai 65%, apa ada hubungannya dengan selera orang Jepang yang menyukai motor beraroma klasik/retro,,, atau bahkan ada hubungannya dengan budaya di Jepang akhir2 ini dimana hal-hal yang berbau Amerika sangat digemari,,, entahlah  【Akang】

Top 10 Moge Jepang 2011 (JDM 250cc~)

Just want to share.. Ini nih Top 10 motor terlaris di Jepang 2011 untuk kelas moge di atas 250cc.. Ditulis berurutan berdasarkan jumlah penjualan ya 😉

1. CB 400 SB/SF (terjual sebanyak 2,948 unit)

CB 400 SF (atas) dan CB 400 SB (bawah)

2. CB 1100 (Dari tipe ABS dan Non-ABS total terjual 2,283 unit)

3. Kawasaki Ninja 400R/ER-4N (terjual sebanyak 1,968 unit)

4. Kawasaki W800 (terjual sebanyak 1867 unit)
5. CB 1300 SB/SF/ST (terjual sebanyak 1.439 unit)

CB 1300 SB (kiri) dan CB 1300 ST (kanan)

6. Harley Davidson 48 (terjual sebanyak 1.230 unit)

7. Kawasaki Ninja 1000 ABS (terjual sebanyak 1.093 unit)
8. Kawasaki Ninja 1000 (terjual sebanyak 828 unit)

9. Suzuki Hayabuza 1300 (terjual sebanyak 821 unit)

10 Suzuki Bandit 1250 (terjual sebanyak 796 unit)
Suzuki Bandit 1250 F (kiri) Suzuki Bandit 1250 S (kanan) Suzuki Bandit 1250 naked (bawah)

lalu dimana jagoan Akang si Yamaha FZ1,,, ada di urutan 28 ternyata,, terjual hanya 362 unit.. 👿 【Akang】

Kasian nih FZ1,,, model keren kaya gini kalah sama model klasik CB 1300

Orang Jepang Touring dengan Supermoto dan Dirt Bike

Kali ini Akang ingin bercerita tentang kebiasaan orang Jepang touring menggunakan supermoto dan motor trail. Akang sendiri pada pertengahan November 2009 pernah merasakan langsung touring dibonceng motor trail Yamaha Serow 125cc…

Akang dan Orang Jepang,,, Photo Touring ke Sizuoka 10 November 2009

Di Jepang touring pada umumnya hanya dilakukan pada musim semi dan musim gugur. Di tengah kesibukan kerjaan yang padat dan pergantian 4 musim dalam setahun membuat aktivitas touring adalah sesuatu yang sangat dinantikan para biker pecinta touring di Jepang. Berbeda dengan Indonesia dimana aktivitas touring hampir bisa dilakukan kapan saja kecuali hujan ya,, :mrgreen: berikut gambaran 4 musim di Jepang dan kecocokannya dengan perjalanan touring.
1. Musim dingin (januari-Maret) = Dingin banget
2. Musim semi (April-Juni) = Cuaca adem, cocok buat touring
3. Musim panas (juli-September) = panas dengan kelembapan tinggi, pokoknya tersiksa banget kalau toring deh!
4. Musim gugur (Okt-Desember) = Cuaca adem, cocok buat jalan-jalan jauh!
Untuk pemakaian harian ngantor atau belanja ke minimarket sebelah rumah perbedaan musim tidak menjadi halangan. Tapi untuk touring perjalanan jauh pada waktu2 yang sulit yang Akang sebutin di atas umumnya gak dilakuin.

Touring dengan supermoto dan motor trail adalah salah satu kebudayaan rider Jepang. Beraneka ragamnya jenis motor yang mengaspal di Jepang membuat para rider leluasa memilih tunggangan sesuai keinginan mereka salah satunya motor supermoto dan trail si garuk tanah dan tentu saja si kuda besi pilihannya tersebut menjadi partner setia di kala touring.

Touring para motor garuk tanah di Jepang, Kawasaki KLX250, Yamaha Serow 250, dan Suzuki Djebel 250 (gak ada Honda garuk tanah 😀 )

Gambar-gambar diatas akang ambil dari http://okirakubull.blog56.fc2.com dimana touring dilakukan pada bulan April agenda touring satu hari. Coba perhatikan ktiga motor di atas, semuanya adalah tipe motor trail si garuk tanah, mereka tidak canggung untuk membawa kuda besi tukang kotor2an ini untuk touring. Untuk membawa perlengkapan touringnya pengendara Suzuki Djebel (kanan) tampak membawa ransel gendong, rider KLX 250 (kiri) mengikatkan touring bag di ekor si hijau, dan yang paling extrem tentunya si Yamaha Serow 250 yang ditempelin box,,, wkwkwk dah kaya motor pure touring aja!

Ketiga motor diatas hanya untuk touring bolak-balik sehari aja dimana kebutuhan yang dibawa hanya kotak makan bento saja (untuk makan siang). Tapi gimana kalau touringnya berhari-hari seperti yang dilakukan bro Rialhamzah atau bro Haryowidodo di Indonesia? berikut nih salah satu penampakan motor garuk tanah spesial long trip yang Akang ambil dari blog neosoya.sakura.ne.jp ketika yang punya blog touring sekeluarga ke Hokkaido.

Garuk Tanah KLX250 dan Serow Touring Jarak Jauh

Mantap bukan? kalau di Indonesia penampakan kaya gini banyak banget kalau musim mudik nih :mrgreen: Begitu juga dengan supermoto yang gak mau kalah fungsional dari si garuk tanah, banyak juga yang dipakai long touring! salah satu ceritanya Akang peroleh dari blogger rider masterfm.cocolog-nifty.com yang touring selama 12 hari menempuh perjalanan 3.200 km dan menghabiskan 115 liter bahan bakar…

D-Tracker 250 Long Trip Touring - Dah kaya mau pulang kampung atau motor jualan donat aja ya 😀

Sekian cerita hari ini,,,, sengaja Akang tampilin KLX 250 dan D-Tracker dari Kawasaki karena motor ini juga dijual di Indonesia. Sebenernya banyak cerita-cerita touring para rider dirtbike pabrikan2 lain, tapi kayaknya KLX 250 dan D-Tracker sudah cukup mewakili gambaran para petouring dirtbike dan supermoto di negeri sakura… 【Akang】